BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Sifat Asli Renata


__ADS_3

'Amora tunggu hari esok aku akan datang padamu lagi.'


Keesokan harinya Renata sudah berapa di apartemen Daniel. Kedatangan Renata di sambut baik oleh Daniel tidak dengan Amora. Amora sudah mengerucutkan bibirnya saat melihat ada Renata datang ke sini lagi untuk bertemu suaminya. Tadinya mereka sedang sarapan eh mendengar bel apartemen berbunyi. Amora membuka pintu lalu melihat Renata tersenyum remeh ke arahnya.


"Kamu lagi sarapan ya. Maaf ya aku ganggu sarapan kamu." Renata sengaja memeluk Daniel.


"Iya." Daniel melirik ke arah sang istri. Tatapan mereka teralihkan saat Renata mengajak Daniel duduk bersama di ruang tengah. Anggap saja Amora patung.


"Aku bawain puding buat kamu nih." Renata memberikan pusing cokelat kesukaan Daniel.


"Kamu selalu tahu apa yang aku mau."


"Daniel, boleh nggak aku egois kali ini. Sebelumnya dia sudah merebut kamu dari aku. Apa sekarang aku boleh rebut dia dari kamu." Daniel mengangguk


"Tentu boleh sayang. Apa yang kamu mau akan aku kabulkan. Dia merudah hubungan kita lalu berusaha memisahkan kita. Aku pikir kita akan menjalin hubungan lagi tanpa minta izin dia. Anggap saja dia angin, sayang. Aku akan menikahi kamu dan aku akan menganggap anak kamu anak aku juga."


Nyeri itu yang Amora rasakan. Mendapatkan balas dendam dari Renata. Yang biasnaya ita lawan tapi sekarang iya bungkam.


"Aku cinta sama kamu." Renata mengecup bibir Daniel hadapan Amora. Daniel membelas kecupan bibir Renata berulang kali bahkan mereka sekarang memadu kasih bersama tanpa memperdulikan keberadaan Amora. Amora hanya menatap nanar ke arah mereka. Kedua matanya sudah berkaca-kaca melihat mereka kembali menjalin hubungan lagi tanpa minta izin atau pun bilang kepadanya. Bilang? nyatanya iya sudah mendengar sendiri. Ini menyakitkan untuknya, balasan kejam dari Renata.


"Amora. Aku haus boleh minta tolong ambilkan minuman buat aku." Suruh Renata ke Amora yang sedari tadi berdiri di hadapan mereka.


Amora berdecih. "Aku bukan babu! aku istri Daniel. Kamu pikir aku akan sedih melihat kedatangan kamu ke sini lalu mengajak suami aku menjalin hubungan lagi. Aku akan teta kuat dan tegar menghadapi benalu seperti kamu." Renata bangkit ingin menampar Amora. Amora lebih dulu mencekal pergelangan tangannya.


"YANG BENALU ITU KAMU AMORA BUKAN AKU. SEBELUM AKU TAHU KAMU BEGITU LICIK MEREBUT DANIEL DARI AKU. SEKARANG KAMU SUDAH BERHASIL MEMILIKI DANIEL. AKU DATANG LAGI UNTUK MEREBUT MILIK AKU. DANIEL CINTA SAMA AKU BUKAN CINTA SAMA AKU. KAMU DENGAR TADI....DANIEL AKAN KENIKAHI AKU DAN MENGANGGAP ANAK YANG AKU KANDUNG ANAKNYA. MENDINGAN KAMU INSTROSPEKSI DIRI. KESALAHAN TERJADI KARENA KAMU!!! BENALU ITU KAMU AMORA. PANTAS KAMU DI SEBUT BENALU." Teriak Renata lalu menginjak kaki kanan Amora. Amora ingin membalas tapi Daniel malah mendorongnya sampai jatuh ke lantai.


Daniel bersedekap melihat Amora kalah telak dengan mereka berdua terutama Renata. "Kita bukan orang bodoh lagi yang kamu tindas seenak kamu. Kita bisa melawan kamu lalu membalas perbuatan kamu. Ini belum apa-apa Amora. Masih ada tahap untuk menyakiti diri kamu. Sebelumnya kamu membuat renacana licik memisahkan kita lalu sekarang saya dan Renata bekerja sama membalas perbuatan kamu. Masih ada karma berlaku dan kamu harus bertanggung jawab dengan perbuatan kamu." Daniel menginjak tangan Amora sampai Amora meringis menahan sakit luar biasa.


"Iblis."

__ADS_1


"Hahaha iblis?! siapa yang di sini iblis, kamu atau saya?!"


"Ini perbuatan yang harus kamu tanggung. Status kamu memang istri saya. Saya menganggap kamu hanya benalu bukan istri. Anggap saja kenikmatan yang saya dapat dari kamu hanya cuma-cuma."


Amora menunduk lalu menetaskan air matanya. Apa ini kegagalannya yang harus iya rasakan. Apa iya kalah dari Renata. Suaminya ada di pihak Renata.


"Simpan air mata pura-pura kamu. Aku tidak akan lagi percaya lagi sama kamu." Renata berjongkok di depan Amora lalu mencakar wajah Amora yang diam saja tanpa melawan.


Ada apa dengan Amora? tidak ada perlawanan sama sekali dadi Amora. Renata melihat manik mata Amora. Manik mata kesedihan, tidak Renata? jangan sampai baik lagi dengan orang yang sudah menghancurkan hubungan kamu sama Daniel. Amora pantas mendapatkan kesedihan yang pernah kamu alami karena kesalahannya.


Darah terus menetes saat wajahnya terus di cakar Renata berulang kali. Sementara Daniel tersenyum kecut melihat keadaan Amora di siksa Renata.


Brak


Pintu apartemen di dobrak laki-laki asing. Laki-laki itu menatap sengit ke arah Daniel dan Renata. Laki-laki itu membantu Amora berdiri. Laki-laki itu terkejut melihat banyak luka di wajah Amora karena cakakar dari Renata. Bahkan kukunya sampai membekas di kedua pipi Amora.


"Ya ini saya, Daniel. Saya tahu tentang kalian bertiga. Saya tahu kesalahan Amora bahkan saya tahu niat kalian berdua ke Amora." Jelas laki-laki itu


Laki-laki itu menatap tajam ke arah Renata. "Saya tidak suka melihat kamu seperti ini Renata. Dimana kelembutan dalam diri kamu. Berubah sekejap karema balas dendam! semua sudah terjadi kenapa harus balas dendam segala. Balas dendam tidak akan membuat hidup kamu tenang. Akan ada masalah besar yang datang di hidup kamu. Apa kamu bisa melewati itu semua tanpa bantuan orang lain." Laki-laki itu mengusap darah di wajah Amora. Amora bungkam tidak berkata apapun! tenaganya sudah terkuras habis. Amora masih tidak menyangka Renata bakal brutal seperti ini. Suaminya menyemangati Renata untuk menyakiti dirinya.


"Saya tahu kesalahan dari awal karena Amora. Lalu kesalahan dulu tidak pernah kamu ingat, Renata. Kesalahan besar yang kamu lakukan dulu dengan klien Daniel tanpa Daniel tahu." Imbuhnya


Jleb


Jantung Renata berdetak sangat cepat.


"Siapa kamu hah? tahu apa kamu tentang aku. Aku tidak pun-ya rahasia apapun. Yah aku tidak punya rahasia yang disembunyikan." Laki-laki itu menggeleng melihat Renata berbohong. Perempuan baik covernya saja tidak tahu aslinya punya masa lalu kelam bahkan aib besar.


"Manurut saya pribadi apa yang Amora lakukan tidak salah. Amora berhasil menyelamatkan Daniel dari kamu Renata. Hanya saya yang tahu rahasia besar kamu dulu. Daniel atau pun Amora tidak tahu sama sekali. Saya juga punya buktinya! masih berani menyakiti Amora. Ikhlaskan Amora lalu maafkan kesalahannya dulu sama kamu. Amora sudah menjadi istri sah Daniel. Buat apa kamu datang kembali lalu merebut Daniel dari Amora. Untungnya apa buat kamu, suatu hari kamu akan bahagia bersama laki-laki yang menghamili kamu "

__ADS_1


Tidak akan diam saja iya akan bersuara.


"Rahasia apa yang kalian bahas?" tanya Daniel dengan raut wajah menyeramkan. Renata saja langsung mundur saat melihat raut menyeramkan Daniel. Daniel itu jarang marah tapi sekali marah sangat berbahaya.


"Renata akan memberitahu kamu jika nyalinya kuat." Kekehnya


"Kandungan saya obati kamu dulu. Saya tidak tega melihat wajah mengenaskan kamu karena mereka." Laki-laki itu mengajak Amora duduk untuk mengobati luka di wajahnya.


"Jangan sentuh dia!" teriak Daniel melihat sepupunya menyentuh wajah sang istri.


"Cemburu..." cibirnya.


"Cemburu. Buat apa saya cemburu! jangan menyentuh tubuh kotor dia."


"Labih kotor itu kamu. Jadi laki-laki yang tegas jangan bodoh. Dulu dibodohi Amora sekarang kamu dibodohi sama Renata. Mau sampai kapan seperti itu? sampai kamu rapuh lalu mati."


Daniel ingin merobek mulut sepupunya sudah berani berkata kurang ajar.


"Makasih." Laki-laki itu mengangguk lalu mengusap pipi Amora yang terluka cukup parah karena cakaran.


'Rahasia Renata? kenapa aku tidak tahu. Selama ini aku kemana padahal sering sama Renata tapi aku tidak tahu dengan rahasia besar Renata. Apa Renata tidak sebaik yang aku kira. Renata adalah perempuan kejam yang menyamar menjadi perempuan baik hati, lebut, suka menolong.'


"Kamu harus percaya...jangan terlalu dekat sama perempuan barhati baik atau lembut. Perempuan seperti itu pasti punya rahasia besar atau sebuah aib."


Setelah terjadi pertengkaran hebat di apartemen Daniel mereka milih pergi kecuali Daniel. Amora kembali ke apartemennya sendiri di antar laki-laki yang menjadi sepupu jauh suaminya. Renata sudah lebih dulu pergi karena merasa terpojokkan. Rahasia kelamnya takut di bongkar. Iya belum siap mendapatkan amukan dari Daniel atau Amora. Rahasia besarnya menyangkut nama baik Daniel dan Amora.


"Mencaritahu siapa sebenarnya Renata."


To be continued

__ADS_1


__ADS_2