BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Simpanan Lebih Unggul


__ADS_3

Renata menelisik penampilan Amora lagi dari atas sampai bawah. Sungguh berbeda seperti biasanya sekarang terlihat lebih cetar. Bahkan semua barang-barang yang iya beli tadi bermerk semua.


"Jawab jujur sama aku Amora. Kamu jadi simpanan Om Om ya." Amora membola matanya


"Maksud kamu apa?"


"Penampilan kamu beda Amora dari biasanya. Sekarang kamu lebih cetar atau lebih hedon. Kamu bukan Amora yang aku kenal sederhana. Apa gaya hidup kamu berubah ketika kamu sudah menjadi simpanan laki orang." Jelasnya


Itu bukan pertanyaan tapi pernyataan seolah menyudutkan dirinya sebagai simpanan. Dirinya memang simpanan lebih tepatnya simpanan calon suami Renata.


"Tidak. Aku dulu memang seperti ini Renata. Aku bukan simpanan Om Om atau laki orang. Salah penampilan aku beda."


Renata menggeleng, Amora tidak salah merubah penampilannya tapi agak aneh gimana gitu. Renata jadi tidak enak sekarang dengan Amora. Takutnya Amora beranggapan dirinya suka judge hidupnya tau penampilannya.


"Maaf ya aku jadi judge kamu."


"Kalau tidak tahu gak usah komentar penampilan aku. Bukan apa-apa aku cukup tersinggung sama perkataan kamu siap penampilan aku yang berubah. Kamu paham kenapa orang mengubah penampilannya agar enak di pandang begitu dengan aku. Aku permisi..." pamitnya langsung ke mereka. Renata menatap nanar ke arah Amora yang sudah berlalu dari matanya.


"Sayang menurut kamu aku keterlaluan tidak."


"Hidup seseorang beda-beda tergantung dalam diri. Jangan ulangi lagi saja ya. Aku tahu kamu hanya ingin tahu saja dan berusaha menegur Amora agar tidak terlalu hedon. Aku cukup kaget juga melihat penampilannya sekarang." Sahut Daniel sambil berbohong sedikit. Hey dirinya jelas tahu kenapa Amora berubah karena sudah mendapatkan kekayaan darinya. Amora istrinya lalu iya memberikan banyak uang untuknya. Siapa yang tidak menolak harta Karun tiba-tiba seperti Amora.


Sementara Amora sudah berjalan ke basemant mall. Baru kali ini aku di judge terus tersinggung. Bukan kesalahan aku hidup berubah tiba-tiba. Ada uang ya aku berubah. Uang banyak untuk apa kalau bukan untuk beli ini itu. Amora geram melihat Renata lebih tegas darinya. Seperti ada sesuatu yang Renata tahu dari perubahannya saat ini. Menurutnya simpanan lebih unggul. Pertahankan status simpanan Amora lagian kamu sudah dinikahi bukan dipacari saja.


Amora masuk ke dalam mobil barunya yang dibelikan Daniel tadi pagi. Mobil baru yang iya mau dan keluaran terbaru. Aku bukan orang miskin banget. Dulu orang tua aku punya tabungan untuk aku. Dia aja terlalu iri sana kehidupan aku sekarang. Mungkin saja Daniel jarang memanjakan dia ini itu makanya judge perubahan aku saat ini. Ini belum apa-apa akan aku perlihatkan penampilan aku yang sebenarnya jika bersama Daniel.


Buatkan Renata kaget sekalian lalu iri lagi dengannya. Itu yang iya mau sekarang. Membuat Renata merasa tersaingi olehnya lalu menjatuhkan nama baiknya di depan umum setelah itu memisahkannya dari Daniel. Belum ada yang tahu dirinya menjadi simpanan bosnya sendiri. Hanya iya, Daniel, dan Tuhan saja yang tahu tentang status ini.


Siap tidak siap dieinya harus siap jika suatu saat ada yang mengetahui tentang hubungannya dengan Daniel. Malu...ada rasa malu tapi harus iya singkirkan demi kebahagiaannya. Urusan persahabatan belakangan saja.


Amora mulai mengendarai mobilnya meninggalkan basemant mall. Iya akan pulang ke apartemennya dulu lalu kembali ke apartemen suaminya. Iya yakin Renata pasti ke apartemen suaminya mau manja-manja bulshit. Weekend waktu untuk dirinya manja-manja sama suami malah direbut harinya sama Renata sialan itu.


***


Setelah mengelilingi mall bersama calon suaminya sampai capek. Mereka membeli beberapa baju dan sepatu couple lalu pulang. Renata belum mau pulang ke rumah maunya ikut ke apartemen Daniel. Daniel terus berdoa semoga Amora tidak ada di apartemennya. Entah apa yang terjadi ketika Renata tahu Amora berada di apartemennya. Kaget, curiga, menuduh Amora ganjen, lalu menyerang Amora tiba-tiba.


Renata menoleh ke arahnya sekilas.


"Sedari tadi kamu diam, sayang. Kamu malas ya jalan sama aku." Daniel menghela


"Tidak. Aku hanya memikirkan pekerjaan yang belum terselesaikan. Besok ada meeting sama klien terus ada proyek besar yang harus aku bahas sama rekan kerja aku."


"Jangan terlalu sibuk dong aku butuh perhatian kamu. Kapan kita menikah semua orang sudah menanyakan kapan kita menikah."

__ADS_1


Deg


Jujur aku maunya nikah sekali saja tidak ada kata dua kali atau tiga kali.


"Nunggu aku ada waktu buat cuti." Renata mendengus


"Kamu sok sibuk tapi emang sibuk. Harus ada waktu lah masa kamu bilang begitu terus. Jangan mengecewakan aku dan memberi harapan palsu sama aku."


"Kamu percaya sama aku atau tidak."


"Ragu, aku ragu sama kamu karena kamu tidak menikahi aku dengan cepat. Bahkan kita sebelumnya sudah punya plan loh. Akhir tahun kita sudah menjadi suami istri. Semenjak punya sekertaris 2 kamu jadi makin sibuk." Daniel memicingkan matanya ke arahnya.


"Sekertaris, apa urusanmya sama sekertaris. Jangan membawa-bawa tentang pekerjaan atau orang yang menjadi bawahan aku. Mereka tidak salah sama sekali. Hargai aku sekarang ya. Kamu tahu pekerjaan sangat penting untuk aku."


"Dari dulu prioritas kamu pekerjaan bukan aku." Daniel mengelus lengannya dengan lembut.


"Okay aku ambil cuti 2 hari lalu ajak kamu liburan." Senyum Renata sekwrika terbit saat mendengar Daniel akan mengambil cuti 2 hari lalu mengajaknya liburan bersama.


Kesempatan untuk aku membuat Daniel cepat-cepat menikahi aku. "Aku pilih tempat buat liburan kita berdua. Harus berdua jangan ada yang lain ya. James gak usah kamu ikut nanti malah merajalela ke kerjaan." Daniel mengangguk setuju


Biarkan seperti ini dulu dari pada Renata makin curiga kenapa dirinya sibuk akhir-akhir ini. Bahkan plan mereka menikah akhir tahun ini belum juga terlaksana. Akhir tahun masih ada 2 bulan lagi. Masih lama, beda kalau menurut Renata. Bagi Renata ini sudah mulai akhir tahun.


Beberapa menit kemudian mereka baru sampai di apartemen. Renata rebahan di sofa ruang tengah lalu Daniel berganti baju di kamarnya. Daniel mengirimkan chat ke Amora agar tidak pulang ke apartemennya. Daniel mengatakan bahwa Renata akan menginap di sini. Pikiran Amora langsung negatif thinking bahkan langsung membuat persepsi mereka mau membuat anak. Wah tidak bisa dibiarkan begitu saja.


Amora menelepon Daniel tiba-tiba saja. Bukan sekarang nanti saja ketika malam hari terus menyuruh Daniel ke apartemennya. Biarkan Renata sendirian di apartemen Daniel lalu Daniel tidur bersamanya di apartemen ini. Licik itu lah Amora wanita simpanan bosnya sendiri yang berhasil mengkhianati sahabatnya.


Kenan Pandu


Amora ini aku Kenan bisa kita bertemu malam ini. Ada sesuatu hal yang harus aku sampaikan sama kamu.


Amora membuka room chat dari Kenan Kakak Renata. Sesuatu hal apa yang membuat Kenan mau bertemu dengannya nanti malam. Kalau keluar gagal dong dirinya mau menyuruh Daniel ke apartemennya.


Kenan Pandu


Aku mohon. Luangkan waktu kamu ya mumpung aku belum terlalu sibuk.


Amora ragu mengiyakan bertemu dengan Kenan atau tidak. Memikirkan ulang ulang sampai akhirnya iya mau ketemu smaa Kenan.


Amora Sandra


Iya kak. Nanti Kakak kasih tahu alamat ketemunya ya.


Balas Amora ke Kenan untuk menyuruhnya mengirim alamat mereka ketemu nanti malam. Okay Amora tidak masalah kamu bertemu suami kamu lain kali kamu bertemu suami kamu.

__ADS_1


Dirinya penasaran apa yang akan Kenan katakan kepadanya. Sesuatu? selama ini Kenan tidak pernah merahasiakan apapun sama dirinya. Mereka dekat layaknya Kakak dan adik tidak lebih dari itu. Gara-gara Kenan dirinya jadi tidak fokus.


Malam harinya iya sudah berada di sebuah restoran cukup mewah. Melihat ada Kenan melambaikan tangan ke arahnya lalu menyiruhnya mendekat. Amora mendekat ke arah Kenan lalu menelisik penampilan Kenan. Tampan itu yang keluar dari muluk jahanamnya. Melihat ke sekitar restoran yang sepi.


"Aku booking restoran ini khusus buat kamu." Buat kamu berarti buat Amora dong.


"Silahkan duduk dulu cantik jangan berdiri seperti patung." Amora duduk berhadapan dengan Kenan.


Lalu beberapa orang datang membawa piano, bunga, dan beberapa makanan yang sudah Kenan pesan. Ada apa ini? apakah Kenan mau menyatakan cinta atau melamarnya.


Suara alunan piano membuat mereka tersenyum. Kenan paling tahu jika dirinya menyukai alunan piano, petikan indah dari seseorang yang memainkan piano.


"Masih suka alunan piano." Amora mengangguk lalu bertepuk tangan heboh. Kenan tahu apa yang iya suka dan tidak suka.


Kenan mengajaknya berdansa bersama. Amora menuruti kemauan Kenan untuk berdansa lalu mereka berdansa bersama.


Di tengah mereka berdansa tiba-tiba Amora dikejutkan dengan cincin permata yang baru saja Kenan keluarkan dari jasnya.


"Will you marry me."


Aw... Kenan melamar dirinya. Kenapa dirinya tidak peka dengan kode Kenan seperti ini. Apa yang harus iya lakukan sekarang.


Lampu tiba-tiba mati lalu ada lampu yang menyoroti mereka berdua. Amora sungguh bingung haru apa sekarang. Lalu matanya melihat ke arah banyak orang di ujung sana. Lihat ada siapa di sana? damn! Renata di sini juga bersama Daniel. Ada orang tuanya juga datang ke restoran ini. Apa ini sebuah jebakan atau rencana Kenan dengan mereka berdua.


Lampu kembali menyala benar mereka ada di sini.


"Hey kenapa? jangan kaget ya sama kehadiran mereka. Aku sengaja undang mereka ke sini."


Lalu aku harus apa ketika melihat mereka di sini. Aku tolak tidak enak lalu aku jawab iya terus aku mengkhianati Daniel. Lihat wajah datar Daniel saat menatap ke arah aku dan Kenan secara bergantian. Ada rasa cemburu walaupun hanya simpanan.


"Kasih aku waktu Kenan...maaf ya."


"Berapa menit aku kasih waktu kamu buat jawab."


"Bukan menit tapi hari."


"Lama itu Amora aku tidak tahan dengan jawaban kamu."


"Jangan pantang menyerah ketika mengajak seseorang menikah lalu belum ada jawaban."


"Okay aku kasih kamu waktu 3 hari dimulai dari sekarang."


Amora mengangguk, itu lebih baik.

__ADS_1


Menolak atau menerima? jawabannya ada pada Amora.


To be continued


__ADS_2