
Renata memegang sebuah benda persegi panjang dengan gemetar. Garis dua menandakan bahwa iya hamil. Syok yang iya rasakan saat ini. Siang nanti iya akan memastikan ke dokter apakah iya benar-benar hamil atau tidak. Tubuhnya meluruh ke lantai kamar mandi. Apa yang harus iya lakukan, apakah iya harus memberitahu orang tuanya. Mereka bakal kecewa saat tahu iya hamil tanpa suami bahkan belum menikah sama sekali. Siapa yang mau menikahi dirinya yang kotor lalu hamil di luar nikah seperti sekarang ini.
Lalu Daniel, iya bertekad akan memberitahu Daniel Hadi ini. Renata tidak mau mengecewakan Daniel. Daniel pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik darinya. Merelakan hubungan yang mereka jalin sudah lama bahkan akan menikah dalam waktu yang mereka tentukan.
'Aku belum siap menjadi Ibu.'
***
Grep
Kedatangan Renata ke apartemennya membuat Daniel terkejut. Pasalnya ada Amora di sini takutnya iya ketahuan berselingkuh dari Renata. Renata memeluk calon suaminya lalu meneteskan air matanya.
Daniel tidak tahu apa yang terjadi dengan Renata sekarang. Tatapan Renata membuatnya terdiam kaku.
"Ada apa dengan kamu Renata."
"Maaf..." lirihnya.
"Kamu tidak membuat kesalahan."
Renata mengangguk artinya Renata membuat kesalahan. "Aku mau jujur sama kamu. Boleh aku masuk ke dalam." Daniel mengajak Renata masuk ke dalam. Untung saja Amora belum bangun tidur.
Apa yang akan Renata bahas kali ini. Mengenai perubahan sikapnya akhir-akhir ini atau ada hal lain menyangkut hubungannya. Mereka sudah jarang berkomunikasi semenjak Renata tidak mau berinteraksi dengan siapapun.
'Aku harus jujur demi kebaikan diri aku atau pun Daniel. Daniel harus tahu keadaan kau yang seperti ini. Aku tidak mau mengecewakan Daniel.'
"Ceritakan saja ke aku ya. Kamu jangan khawatir gitu dong. Mana Renata yang tegar dan kuat." Renata mendongak
"Misalnya kamu menikahi perempuan yang tidak perawan gimana?" tanya Renata tiba-tiba.
Deg
"Maksud kamu," Renata meneteskan air matanya lagi.
"Ada kejadian tragis menimpa aku Daniel. Kamu ingat saat aku datang ke kantor kamu terus aku cerita ke kamu punya feeling gak enak. Hati itu aku mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal. Dia mengaku sebagai penggemar aku lalu mengajak aku bertemu. Aku pikir dia fans aku ingin memberikan apresiasi aku, aku bodoh dia mengajak aku ke club malam. Bahkan aku datang ke sana tanpa pikir panjang. Kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya. Aku minum Vodka lalu ada laki-laki asing datang menghampiri aku bahkan membawa aku ke kamar yang ada di club itu. Aku berusaha kabur dan memberontak agar terlepas dari kungkungan laki-laki itu. Naas hidup aku hancur karena laki-laki itu melecehkan aku lalu mengambil kesucian yang akan aku berikan sama kamu." Curhat Renata
__ADS_1
Jleb
Jantungnya terdekat sangat cepat. Renata baru saja mengalami musibah besar tapi dirinya sama sekali tidak tahu.
"Kenapa kamu tidak cerita sama aku, Renata." Marah Daniel
"Aku ketakutan bahkan aku tidak berani keluar kamar. Aku takut dia kembali lalu melecehkan aku. Aku bingung mau cerita sama siapa. Aku gak mau ini terjadi lagi, aku takut. Aku memberanikan diri jujur sama kamu karena aku tidak mau mengecewakan kamu. Mendingan kamu nikahi perempuan lain saja. Aku akan mencoba ikhlaskan, tidak akan ada pernikahan untuk kita berdua. Aku bukan perempuan suci lagi kamu berhak bahagia dengan perempuan yang suci. Kamu berhak mendapatkan kesucian milik perempuan lain. Ikhlas tidak ikhlas aku akan tetap ikhlas."
"Aku tidak setega itu Renata! persetan kamu suci atau tidak. Aku tidak peduli! aku mencintaimu tanpa alasan."
"Jangan..."
"Mana tega aku membiarkan kamu menikmati aku yang sudah rusak. Mendingan kamu cari perempuan yang lebih baik dari aku dan yang pasti tidak kotor seperti aku."
Lalu apa kabar dengan Amora. Walaupun Amora perawan tapi tetap saja kotor menurut Daniel.
Di dalam kamar Amora merasa tersentil hatinya mendengar curhatan Renata ke suaminya. Itu ulahnya, ulah Amora dan dia. Berani bertindak kejam menjebak Renata bermalam bersama laki-laki di saat Renata sudah punya calon suami.
"Begitu kejamnya diri aku melakukan itu semua."
Amora memegang ujung bajunya lalu iya remas begitu kuat. Jangan sampai karma itu ada. Kenapa malah iya jadi ketakutan seperti ini.
"Kamu akan baik-baik saja. Renata tidak akan tahu siapa yang membuatnya sampai seperti itu. Tetap tegang Amora, hidup kamu akan baik-baik saja. Apa lagi Daniel sudah mulai menerima dan mencintai kamu. Tidak ada karma yang terjadi dalam hidupnya." Amora berusaha menenangkan dirinya.
Plak
Suara tamparan keras dari Daniel ke Renata. Amora tercekat mendengar suara tamparan dari arah depan. Iya membuka pintu kamarnya sedikit untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya.
Renata jatuh tersungkur di lantai saat dirinya di tampar keras oleh Daniel. Daniel tidak suka dengan ucapan Renata.Enak sekali kalau ngomong, Daniel tidak akan melepaskan Renata begitu saja. Jika memilih antara Renata dan Amora jelas iya akan memilih Renata.
Amora ingin membantu Renata, tidak tega melihat Renata tersungkur ke lantai. tapi mengingat tidak mungkin tiba-tiba datang ke sana nanti Renata curiga dengannya lagi.
Renata bangkit dan langsung berdiri tegak. Renata tertawa sumbang, melihat wajah mengerikan Daniel.
"Apa yang aku katakan benar kan. Aku akan membebaskan kamu, Daniel. Aku tidak akan menuntut kamu untuk menikahi aku secepatnya. Aku sadar diri...begitu menyakitkan diri aku ini. Aku tidak mau membuat kekecewaan untuk kamu atau keluarga kamu. Aku mau hubungan kita selesai."
__ADS_1
Ada rasa senang dalam diri Amora dan ada rasa tidak senang juga. Tidak tega melihat sakit hati Renata saat ini. Sudah dilecehkan terus harus mengikhlaskan hubungannya bersama Daniel.
Renata mengelus rahang Daniel.
"Kita temenan aja ya. Jaga diri kamu baik-baik ya. Jangan terlalu keras bekerjanya nanti kamu sakit. Jaga kesehatan kamu terutama jaga makanan yang kamu makan. Harus makanan sehati, ingat pesan aku ya. Kamu harus mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari aku." Lihat sekarang air mata Daniel mengalir lalu Daniel memeluk Renata erat. Menumpahkan air matanya di hadapan Renata. Bahkan Amora tidak pernah melihat sang suami menangis seperti itu.
"Aku mohon jangan memutuskan hubungan ini. Keluarga kita bakal kecewa, AKU CINTA SAMA KAMU RENATA." Sentak Daniel
"Kita tidak akan bersatu kecuali aku masih suci."
"Gak! kamu akan tetap menjadi ratu di hari aku. Walaupun aku sama perempuan lain aku akan tetap menjadikan kamu ratu di hari aku."
Renata membungkam mulut Daniel dengan jari telunjuknya. "Gak boleh ngomong gitu loh. Jangan bertingkah laku menyakiti perempuan yang akan datang di hidup kamu. Kamu boleh marah tapi jangan melampiaskan semuanya ke orang lain atau orang terdekat kamu. Please, aku tahu kamu bakal tegar menjalani semuanya tanpa aku." Kata Renata begitu tenang tanpa marah-marah seperti Daniel.
"Aku pamit dulu ya. Lain kali kita ketemu dan kumpul sama keluarga kuta membicarakan pembatalan hubunga kita. Bahagia terus Daniel Mahendra. Kamu tahu aku sayang banget dan cinta banget sama kamu, love you."
Amora memanglingkan wajahnya ke arah lain saya melihat Renata mengecup bibir suaminya lalu keluar dari apartemen ini. Kepergian Renata menambahkan luka hati untuk Daniel.
"Kamu gak papa." Amora datang
Daniel menatap tajam ke arahnya.
"KAMU BERTANYA SAYA GAK PAPA! INI SEMUA KARENA KAMU. SAYA YAKIN KEJADIAN YANG TERJADI SAMA RENATA ITU KARENA KAMU. BENAR-BENAR WANITA LICIK KAMU! MENYESAL SAYA PERNAH MENERIMA KAMU KERJA DI KANTOR SAYA LALU MEMPERLAKUKAN KAMU SELAYAKNYA ISTRI SAYA." Amuknya
Daniel menarik rambut panjangnya lalu membenturkan kepalanya ke dinding berulang kali. Amora menahan rasa sakit di kepalanya lalu melihat darah keluar dari kepala bagian belakangnya.
Bruk
Amora terjatuh mengenaskan di lantai dengan darah terus keluar dari kepalanya. Sontak Daniel terkejut bukan main melihat keadaan Amora.
Tangannya yang tadi menarik rambut Amora bergetar hebat lalu mengecek keadaan Amora. Daniel langsung mengangkat tubuh Amora lalu membawanya ke rumah sakit terdekat. Iya baru saja melakukan kekerasan dalam rumah tangga ke Amora.
To be continued
Gimana ya sama hidup Renata kedepannya?
__ADS_1