BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Kecurigaan James


__ADS_3

"Sayang, kamu bisa nggak menemani aku ke acara ulang tahun teman aku."


"Boleh nanti aku jemput kamu ke rumah ya." Renata mengangguk lalu mengecup bibir calon suaminya.


"Oh iya kemarin kamu dari mana sih. Aku pulang sendirian dari rumah kamu. Aku sampai mencari kamu sama James ke semua tempat yang sering kamu datangi. Kamu tidak ada...aku khawatir kamu terjadi sesuatu tanpa aku tahu."


Aku mengalami kejadian biadab karena sahabat kamu Renata. Dia menjebak aku bahkan aku yang mengambil kesucian dia. Mengingat itu semua membuatnya badmood.


"Maaf ya sayang. Jadi gini, kemarin aku datang ke rumah salah satu teman sekolah aku. Istrinya lahiran terus aku datang ke rumahnya untuk menjenguknya. Aku juga kemarin mengangkat telepon darinya agar aku membantunya membawa istrinya ke rumah sakit tapi istrinya tidak mau di bawa ke rumah sakit." Jelasnya dengan kebohongan tidak benar.


"Teman yang mana selain James?" tanyanya tanpa tahu sama sekali.


"Arthur ya Arthur teman SMA aku dulu. Kamu tidak akan tahu karena dia baru pindah ke Indonesia." Jawabnya lalu Renata tersenyum tanda Renata sudah percaya dengan ucapannya.


Lagi-lagi Daniel berbohong dengan Renata mengenaik kenapa dirinya kemarin tidak ada kabar. Daniel sampai kapan kamu menyembunyikan rahasia besar itu. Rahasia antara kamu dan Amora. Renata akan tahu perlahan tentang kalian berdua pernah melakukan hubungan intim.


Setelah mengantarkan Renata ke tempat kerjanya dirinya langsung berangkat ke kantornya. Banyak kerjaan yang harus iya selesaikan. Belum lagi kunjungan ke sebuah proyek sekaligus bertemu klien dari luar negeri.


"Selamat pagi bos." Sapa kedua sekertarisnya


Daniel mengangguk lalu masuk ke dalam ruang kerjanya. Amora melirik ke arah Daniel yang tidak mau menatap ke arahnya. Ada yang salah dengan dirinya. Kenapa tidak mau melirik sama sekali ke arahnya.


"Ada yang aneh sama bos." Bisik Sania


"Aku tidak tahu dan tidak merasa ada yang aneh dengan bos. Ayok kerja lagi jangan bergosip sampai bos tahu."


Keduanya melanjutkan pekerjaannya lagi seperti tadi.


Suara langkah membuat mereka mendongak lalu melihat ke arah James. James menatap sekilas ke arah Amora lalu menyuruh Amora untuk ikut ke ruang kerjanya. Amora berdiri lalu pamit undur diri sebentar ke Sania. Amora mengikuti langkah James ke ruangannya. Pintu terkunci lalu mereka masuk dan James mengunci pintu ruang kerjanya.


James melemparkan laporan yang iya buat kemarin. "Jangan jadi benalu di hubungan Daniel dan Renata." James curiga dengan gerak-geriknya selama bekerja di sini. Hampir setiap hari dirinya melihat Daniel dan Amora bersama di ruang kerjanya.


"Maaf sebelumnya apa maksud kamu?"


"Jangan pura-pura tidak tahu Amora. Kamu menjebak Daniel agar tergoda dengan kamu."


Amora menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku di sini bekerja bukan menggoda bos Daniel. Maaf jika aku mengatakan seperti itu karena faktanya memang seperti itu." James bertepuk tangan di depan wajahnya.


"Kamu pikir aku orang yang bodoh Amora. Jangan bermain-main di belakang aku atau di depan aku. Aku sudah curiga saat pertama kali kamu datang ke kantor ini lalu masuk ke toilet lantai bawah bersama Daniel. Kalian melakukan hubungan intim di situ atau sekedar saling raba."


Deg


Jadi selama ini James sudah tahu dengan niatnya kenapa mau bekerja di sini. Tenang Amora jangan terlihat panik didepannya saat ini. Rahasia itu tidak akan terbongkar sama James. Sampai kapanpun James tidak akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu atau Daniel. Hanya kalian berdua dan Tuhan saja yang tahu. Belum waktunya dia atau Renata tahu sebelum dirinya menikah dengan Daniel.


"Keluar dari ruangan saya sekarang. Muak saya sama kamu!!! kamu tidak sebaik yang saya kira. Kamu sama seperti Sania, murahan!" sentaknya.


Amora langsung keluar dari ruang kerja James. Merutuki dirinya mau aja mengikuti James ke ruang kerjanya. Apa katanya tadi, dirinya sama seperti Sania. Emangnya Sania kenapa? apa Sania sama seperti dirinya suka menggoda Daniel? waha kabar tidak baik untuknya. jangan sampai Sania berhasil mendapatkan hati Daniel. Lagi dan lagi dirinya punya saingan. Cukup Renata yang menjadi saingannya saat ini jangan ada lagi walaupun Sania.


Hari ini Amora lembur bersama Sania. Daniel sudah pulang 1 jam yang lalu bersama James. Mereka membiarkan kedua sekertarisnya lembur di kantor sampai larut malam. Mereka yang memutuskan lembur bukan Daniel atau James.


Tengah malam dirinya baru keluar dari kantor Daniel. Pulang ke apartemennya jalan kaki hari ini dirinya tidak membawa mobil atau motor sama sekali. Pandangannya ke arah depan melihat muda-mudi saking berboncengan sambil berpelukan. Andai dirinya seperti mereka saat ini.


Segala cara iya lalui menggoda Daniel. Hasilnya tidak sesuai yang iya harapkan. Makin hari Daniel makin menjauh darinya. Apa dirinya harus mengancam Daniel lagi supaya Daniel mau bertelur lutut dan menikahinya.


Suara klakson membuyarkan lamunannya lalu melihat mobil yang iya kenali berhenti di pinggir jalan.


Kenan menghampirinya lalu menepuk bahunya. "Kaget ya sana aku. Eh kenapa kamu jalan kaki sendirian."


"Baru pulang kerja terus aku gak bawa kendaraan ya udah jalan kaki aja. Apartemen aku tidak terlalu jauh dari kantor juga."


Kenan cukup terkejut mendengar bahwa Amora jalan kaki. Capek di kantor dan di jalan.


"Kamu capek Amora jangan paksakan jalan kaki. Kamu telepon aku pasti aku akan jemput kamu ke kantor."


"Aku tidak apa-apa jalan kaki. Makin sehati tubuh aku jalan kaki di malam hari. Lihat ini keringat banyak yang keluar." Kekehnya


Dari arah lain ada Renata dan Daniel melihat kedua orang di pinggir jalan.


"Sayang minggir mobil kamu ya. Aku lihat ada kak Kenan sama Amora di sana." Hebohnya lalu Daniel meminggirkan mobilnya ke pinggir jalan.


Renata langsung turun dari mobil bersama Daniel lalu menghampiri Kenan dan Amora.


"Kalian di sini ngapain." Seru Renata

__ADS_1


"Renata." Kaget mereka berdua melihat ada Renata dan Daniel.


"Sahabat baik kamu jalan kaki nih baru pulang kerja. Aku aja kaget saat lihat Amora jalan kaki sendirian. Aku gak tega dek lihat wajahnya kelihatan capek banget."


"Aku tidak papa kak Kenan. Sudah biasa jalan kaki di malam hari."


Renata menabok mulutnya. "Harusnya kamu ikut pulang Daniel aja tadi. Aku gak tega melihat kamu kecapekan seperti ini. Aku merasa gagal menjadi sahabat baik kamu tahu. Lihat keringat kamu keluar banyak banget. Aku tahu kamu sangat capek Amora. Lain kali kamu ikut Daniel pulang ya, ya kan sayang." Daniel mengangguk saja tidak mau protes sampai Renata curiga.


Daniel melirik sekilas ke arahnya.


"Tidak usah Renata...aku tidak mau jadi beban bos Daniel."


Renata mencubit pinggangnya cukup keras. "Aku sudah menganggap kamu saudara aku. Jangan sungkan jika berkaitan dengan aku ya." Betapa baiknya Renata untuk Amora.


Lihat itu Amora kamu salah membuat masalah dengan calon istri aku. Renata betu baik dengan kamu tapi kamu jahat dengan Renata. Niat kamu mengambil aku dari Renata.


"Makin malam ayok aku antar pulang ya."


"Iya."


Kenan mengantarkan Amora pulang ke apartemennya. Sementara Daniel dan Renata kembali ke mobil di seberang sana. Mereka melanjutkan perjalanan ke club malam bertemu teman-teman mereka di sana.


***


Keesokan harinya pagi-pagi Amora sudah marah-marah. Amora baru tahu kebutuhan apartemennya habis habisan iya belum sempat belanja bulanan. Pagi hari harusnya udah sarapan dirinya belum sarapan sama sekali. Terpaksa iya izin hari ini tidak ke kantor mau mengurus apartemen dulu. Ada beberapa orang datang ke sini mau membersihkan apartemennya juga. Hari yang sibuk untuknya dan tidak akan bertemu dengan pujaan hatinya.


Di kantor Daniel memarahi James atau pun Sania.


"Harusnya kalian cegah Amora libur hari ini. Kalian tahu pekerjaan masih sangat banyak. Seharusnya dia yang ikut dengan saya meeting bersama klien. Dia dengan seenaknya izin libur karena ada hal penting. Hal penting apa yang membuatnya sampai libur bekerja. Dia pikir kantor ini miliki saudaranya." Teriak Daniel menggebu-gebu


James dan Sania diam saja mereka tidak berani membantah ucapkan bosnya. Saat ini bos mereka sedang murka. Semuanya kena imbas kemarahan bosnya. Mereka memilih diam agar tidak kena amuknya.


Ini semua gara-gara kamu Amora, batin mereka berdua.


To be continued


Gimana bagus ceritanya?

__ADS_1


__ADS_2