BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Pencarian Amora


__ADS_3

Daniel merenung di dalam kamarnya. Seharian iya tidak mau keluar kamat dan menemui siapapun. Kepergian sang istri membuat hatinya dan batinnya luar biasa sakit. Sudah 2 hari iya tidak bertemu sang istri. Jujur iya sangat merindukan Amora. Kemana perginya Amora? tidak ada yang tahu Amora pergi kemana. Iya menyesal sudah mengutarakan memilih Amora di saat Amora menyerah. Amora dimana? iya tidak tahu, renungan dalam diri setiap saat.


"Apa kamu baik-baik saja di sana. Kamu tahu, aku sangat merindukanmu Amora. Aku tidak mau kehilangan kamu! sudah cukup pergi tiba-tiba jangan lagi dan lagi."


"Hiks...aku kehilangan kamu hiks...kamu di mana? aku mohon hiks...kamu kembali." Tangisnya pecah


Daniel memegang figura foto cantik istrinya. Iya tidak mau menikahi perempuan lain lagi. Hanya Amora yang iya nikahi. Surat gugatan perceraian sudah iya robek lalu iya buang.


"Maaf selama ini aku kurang tegas. Aku pengecut! aku tega menyakiti hati kamu. Aku cinta sama kamu, aku mohon kamu kembali sama aku. Kita lewati masalah yang datang dalam hidup kita."


"Ayok hidup bahagia dari awal lalu lupakan orang-orang yang ingin menghancurkan hubungan kita. Maafin aku ya, aku janji akan membuat kamu kembali ke sini dan mengajak kamu hidup bahagia. Aku janji tidak akan menikahi Renata. Renata bukan pasangan yang cocok buat aku. Hanya kamu Amora, hanya kamu yang membuat aku nyaman dan berubah lebih baik."


Di balik pintu kamar ada orang tuanya. Mereka terharu mendengar ucapan panjang anaknya. Mereka tidak tega melihat kemurungan Daniel. Mereka berusaha membuat Daniel tetap tenang tidak sedih seperti itu. Semua sepupu Daniel selalu memberikan Daniel semangat.


"Mah, lihat anak kita sedih karena kehilangan sang istri. Mah, jangan pernah tinggalin Papah ya. Papah tidak mau nasibnya sama seperti Daniel."


Mamah mengangguk lalu memeluk sang suami dari samping. "Kita tidak mungkin terpisah, pah. Mang akan selalu bersama Papah dimana pun. Kita juga harus bantu Daniel mencari dimana Amora saat ini." Sang suami mengangguk setuju


Mamah mengusap air matanya yang terus mengalir. Siapa yang tidak tega melihat anaknya bersedih kehilangan pujaan hatinya. Mamahnya tidak tega ingin mendekap sang anak. Mamah berlari ke arah anaknya lalu mendekapnya erat.


"Mah, istri aku hiks."


"Kamu yang sabar ya. Mamah yakin kamu akan bertemu Amora lagi. Amora pasti sedang menenangkan dirinya. Tetap semangat ya jangan sedih lagi. Ingat tujuan kamu hanya membahagiakan istri kamu. Ini jangan keluar lagi ya, air mata ini hanya boleh keluar saat kamu bahagia bukan sedih."


"Mah..."


"Aku takut terjadi sesuatu sama Amora. Amora jauh dari jangkauan aku, mah. Kenapa Amora tiba-tiba pergi? dia pergi meninggalkan aku dan merelakan aku untuk orang lain."


"Mah, ini semua salah aku. Andai aku dulu lebih tegas. Mungkin istri aku tidak pergi dengan rasa sakitnya."


Sang Mamah mengusap air mata sang anak.


"Mamah yakin Amora ingin yang terbaik buat kamu dan memilih pergi agar kamu bahagia dengan Renata. Itu salah menurut Mamah, saja saja Amora menyakiti dirinya sendiri. Kita cari Amora sama-sama ya. Jangan nangis lagi nanti wajah kamu makin jelek." Kedua orang itu saling memeluk erat. Papahnya ikutan berpelukan bersama istri dan sang anak.


Keluarga bahagia itu sedang bersedih kehilangan orang paling berharga di hidup anak mereka.


Istanbul, Turkey


"Introduce my name Amora Sandra. I'm new to this city and I'm from Indonesia."


"Hi Amora, you are so beautiful with a calm face."


"Thank you." Senyum ramah Amora

__ADS_1


"I'm Ozge Denise, you can call me Ozge. Want to be friends with me."


"Really, I'm lucky to be friends with a Turkey."


"I am also very lucky to be friends with people from other countries."


Perempuan cantik dari negara Turkey. Dia begitu cantik, hidung mancung, bibir tipisnya berwarna pink cerah, jangan lupakan tubuhnya seperti model.


"Don't hesitate to ask for my help. Oh yeah... sometime I'll take you on a tour in Istanbul." Ajaknya


"You're very kind, Ozge. Lucky I'm your friend."


Amora sangat senang mempunyai teman seperti Ozge.


"Thanks beautiful."


"Come with me. This is the apartment you will be living in with me."


Mereka masuk ke sebuah apartemen cukup luas untuk mereka tinggali berdua. Pertemuan pertama mereka saat berada di bandara. Eh ternyata mereka punya tujuan yang sama, mau liburan sekaligus tinggal di kota Istanbul.


Ozge berasal dari Ankara, ibukota Turkey. Memilih pindah kota untuk mencari pengalaman baru. Perempuan cantik itu ternyata seorang selebgram. Pantesan followers Instagram-nya banyak.


"I will introduce Indonesian to you."


"Tomorrow my friend will be here. You guys should get to know him, he's handsome." Wah siapa yang akan dikenalkan sama Amora. Apa dia pria idaman banyak perempuan. "A surprise for me." Ozge mengangguk


Kembali Jakarta, Indonesia


"Sudah menemukan keberadaan Amora." Daniel menggeleng


'Kamu tidak akan bisa menemukan Amora. Amora meminta aku tidak mengatakan apapun sama kamu maupun yang lain tentang keberadaannya. Maaf Daniel, aku ingin tahu seberapa bertahan kamu mencari Amora. Aku ingin melihat perjuangan kamu mendapatkan Amora kembali ke hidup kamu.'


Tidak mudah membuat Amora kembali, itu kuncinya.


"Yang tenang jangan nangis terus."


"Senang atau sedih," sindir Alina.


"Alina kenapa berbicara begitu." Seru Zanetti


"Aku pikir kak Daniel senang dengan kepergian kak Amora. Itu yang kak Daniel inginkan dari dulu. Akhirnya tercapai juga, kak Amora merasa capek harus dipermainkan hatinya. Kak Amora punya batas kesabaran."


"Ingat saat kalian sudah saling menerima. Kamu dengan entengnya menjanjikan akan menikahi Renata lalu menceraikan kak Amora. Karma dari Tuhan memang nyata, Tuhan memisahkan kamu sama kak Amora." Marah Alina ke Kakak sepupunya.

__ADS_1


"Saya menyesal sudah melukai hatinya."


"Penyesalan memang selalu datang di akhir ya. Rasakan penderitaan kamu kak, kali ini aku setuju dengan kepergian kak Amora. Itu hukuman buat kamu! setimpal sama yang kamu perbuat sama kak Amora. Menginginkan Renata bukan?! silahkan nikahi Renata lalu lepaskan Amora untuk pria yang lebih baik dari kamu." Alina langsung pergi meninggalkan mereka semua di teras rumah.


Jlebbb


"Saya menyesal, arghhsss seharusnya saya tidak sejahat itu. Saya menyakiti hati Amora karena janji saya untuk Renata. Amora pergi meninggalkan saya karena janji itu. Amora capek dengan saya, saya sungguh sangat menyesal." Teriak Daniel


Javier dan yang lain langsung menenangkan Daniel. Tubuh Daniel ambruk ke lantai. Mereka terkejut lalu membawa tubuh Daniel secara bersamaan ke dalam rumah. Mamah terkejut lalu menyuruh mereka membawa Daniel ke kamar tamu saja. Javier langsung menelepon dokter untuk datang ke rumah ini.


***


Berhari-hari berlalu semua masih sama. Daniel meninggalkan pekerjaannya yang menumpuk. James sudah iya hajar waktu itu lalu iya memecat James dan mengusir James dari hidupnya. Javier yang menggantikan Daniel di kantor. Atarik, Zanetti, Diandra, dan Alina membantu mencari Amora.


Mereka tetap gigih mencari keberadaan Amora. Atarik tahu tapi tetap pura-pura tidak tahu. Anggap ini pelajaran untuk Daniel, biarkan Daniel berjuang tanpa bantuan siapapun. Ini hanya alibi agar mereka semua tidak curiga.


"Aku capek mau istirahat dulu lah. Pekerjaan aku di hendel sama orang kepercayaan, demi kak Daniel aku membiarkan orang lain mengambil alih pekerjaan aku yang menumpuk." Keluh Diandra


"Aku sebenernya malas tapi ada rasa kasihan. Aku yakin kak Amora bakal pulang ke sini lagi tapi entah kapan. Mungkin nunggu pria itu sadar."


"Gak mungkin sadar lebih cepat tapi butuh proses." Timpal Zanetti


"Kamu nikahi Renata saja lah. Masalah itu akan hilang jika kamu menikahi Renata."


"Secepatnya." Mereka menghela nafas berat. Semoga Daniel dan Renata tidak bersatu, mereka tidak akan setuju. Biarkan Renata menikah sama dia.


Sudah larut malam mereka memilih pulang ke rumah masing-masing. Besok mereka ke rumah Daniel untuk mendiskusikan sesuatu yang penting. Daniel harus setuju usul mereka jangan mau menolak lagi.


Istanbul, Turkey


"Ini indah sekali, aku bahagia hidup di sini. Negara yang ingin aku kunjungi akhirnya tercapai juga. Andai aku jadikan kota ini tempat bulan madu bersama Daniel. Eh, apa yang kamu katakan! lupakan Daniel." Gumamnya


Melihat indahnya kota Istanbul.


Semoga aku bahagia, Tuhan.


"Aku bahagia di sini bersama teman-teman baruku."


To be continued


Ozge Denise


__ADS_1


__ADS_2