BOSSKU CANDUKU

BOSSKU CANDUKU
Renata Mengidam lagi


__ADS_3

Sinar rembulan menemani Amora di balkon apartemen. Suasana hening membuatnya lupa bahwa ini sudah tengah malah. Masih memandang langit malam lalu mengingat masa kecilnya dulu. Dulu hidupnya tidak sesusah sekarang. Apa yang iya mau akan terkabulkan. Orang tuanya begitu memanjakan Amora. Hanya orang tuanya saja bukan keluarga dari orang tuanya. Kehadiran Amora membuat mereka tidak suka bahkan tega membuang Amora saat Amora terpuruk kehilangan kedua orang tuanya.


Larut dalam kesedihannya iya tidak memikirkan untuk istirahat. Masih ingin sendiri di temani rembulan malam. Malam ini iya sendirian di apartemen. Suaminya memilih menginap di kantor. Daniel, iya sudah mendapatkan Daniel begitu licik lalu iya mau apa lagi. Renata sudah iya singkirkan dadi hidup Daniel. Membuat Renata hamil sudah dalam rencananya. Sekali jebol langsung hamil itu yang bikin Amora takjub. Bibit unggul laki-laki memang baik buktinya sampai membuahkan hasil.


Kembali ke topik...


Amora menghela napasnya panjang lalu berkedip berulang kali. Jujur matanya sudah sangat perih. Ingin tidur tapi malas mengingat malam ini iya tidur sendirian. Nasib memang selalu buruk untuknya. Ingin hidup sebaik Renata tidak bisa karena hidupnya tidak diinginkan banyak orang.


"Andai waktu bisa di ulang kembali. Mungkin aku tidak di posisi seperti ini. Penyesalan sudah mengkhianati Renata ada, semua sudah terjadi tinggal iya jalani dengan baik. Urusan Renata belakangan iya sudah siap kena amuk Renata maupun orang terdekat Renata." Gumamnya


Amora mengusap air matanya yang menetes. Selalu begini disaat sendirian lalu bersedih. Kelemahan Amora tanpa orang lain tahu. Amora sering menangis di tengah malam lalu mengingat masa lalu. Amora tidak sejahat yang orang tahu. Kesedihan, kehancuran, kehampaan dirinya karena keluarganya. Berada di titik ini begitu sulit untuknya. Bantuan Renata membuat hidupnya enak tapi tetap saja sedih. Renata hanya butuh semangat keluarga. Mencintai laki-laki milik sahabatnya lalu berbuat egois. Jahat itu lah, orang berpikir iya jahat. Iya melakukan itu semua juga ada alasannya. Tidak mungkin iya melakukan itu tanpa alasan.


Ceklek


Amora menoleh melihat pintu balkon di buka oleh Daniel. Amora berdiri melihat kedatangan suaminya. Katanya mau tidur di kantor apa tidak jadi.


"Merutuki nasib buruk kamu."


"Jangan sok tahu kamu."


Daniel terkekeh. "Menyesal sudah jahat sama Renata." Sekarang giliran Amora yang terkekeh.


"Setiap manusia pasti akan menyesal setelah melakukan kesalahan. Aku pun begitu, aku menyesal sudah merebut kamu dari Renata. Hanya karena cinta aku menikung Renata. Penyesalan hanya sebentar setelah itu aku bahagia. Aku sudah mendapatkan kamu bahkan kamu menikahi aku."


"Beruntung banget aku mendapatkan kamu, sayang." Lanjutnya


"Saya yang tidak beruntung mendapatkan istri murahan seperti kamu. Sudah murah terus tidak punya harga diri."


"KAMU TEGA DANIEL!!!"


Amora berjalan mendekat ke arah suaminya. "Kenapa? kenapa kamu tidak bisa membuka hati kamu untuk aku. Apa aku kurang cantik dan seksi. Aku hanya mau kamu mencintai aku dengan tulus tanpa pamrih. Aku tidak terlalu buruk untuk menjadi pendamping hidup kamu. Aku lebih segalanya dari Renata. Aku bisa memuaskan kamu dimana kamu mau." Bisiknya


"Yang kamu katakan benar! kamu bisa memuaskan sata tapi kamu tidak bisa membuat saya jatuh cinta dengan kamu. Cinta saya hanya untuk Renata."


"Sampai kapan...?"


"Sampai kamu menyesal lalu menggugat cerai."


"Tidak akan pernah melepaskan kamu. Aku sulit memiliki kamu mana mungkin aku bodoh melepaskan kamu."


"Gugat cerai saya hidup kamu akan damai seperti dulu."


"Tidak akan mungkin!!!"

__ADS_1


"SAMPAI KAPANPUN AKU TIDAK AKKN6 MELEPASKAN KAMU APA LAGI MENGIKHLASKAN KAMU KEMBALI SAMA RENATA!! AKU MAU EGOIS DANIEL! AKU TIDAK MAU KAMU MEMILIKI RENATA KECUALI AKU. RENATA TERLALU BURUK UNTUK KAMU!!" teriaknya di hadapan sang suami. Daniel mengangkat tangannya untuk menampar Amora. Amora lebih dulu memejamkan kedua matanya. Napasnya terlihat tidak teratur saat melihat sang suami akan menamparnya.


Daniel mengurungkan niatnya untuk menampar Amora. Daniel lebih memilih meninggalkan Amora di balkon.


Amora kembali membuka matanya lalu mengelus lengannya sendiri sambil mengucapkan alhamdulilah berulang kali.


***


"Kamu udah makan malam belum tadi."


"Gak napsu mah, perut aku enek pengin muntah terus."


"Hahaha kamu sakit atau lagi masuk angin."


'Aku hamil mah, anak Mamah lagi hamil.'


"Mungkin aku masuk angin. Mamah kan tahu aku baru pulang pemotretan."


Mamahnya hanya mengangguk saja.


"Mamah lihat kamu agak gemukan, dek. Berat badan kamu sedikit berbobot maksudnya badan kamu berusia tidak seperti biasanya." Ucap Mamah sedikit lirih agar anaknya tidak tersinggung. Siapa saja akan tersinggung jika mengenai berat badan di bahas.


Renata seketika gelagapan lalu berhenti mengelus perutnya. "Hahaha itu karena aku ngemil terus. Aku gak makan nasi tapi ngemil aku hampir setiap menit, mah. Maklumi saja aku setress kerja makanya aku lampiaskan ngemil banyak-banyak sampai berat badan aku naik drastis. Nanti aku diet kok tenang saja." Alasan jitu untuk membuat Mamahnya percaya.


"Mau, pekerjaan yang mengharuskan aku tetap menjaga tubuh agar tetap langsing. Model memang begitu kan aku maklumi saja." Sahutnya tidak mau kalah dengan omelan Mamahnya.


Mamahnya mengusap kepalanya dengan lembut. "Kamu tahu dek... Mamah sayang banget sama kamu. Jangan pernah kecewakan Mamah ya. Mamah bakal hancur ketika kamu memberitahu Mamah kamu melakukan hal negatif."


Deg


'Kenapa? kenapa Mamah sampai memberikan amanat seperti ini ke aku. Di saat aku memang sudah rusak.'


Mamah mengguncang tubuhnya. "Kamu baik-baik saja." Renata mengangguk


"Udah tengah malah kamu sebaiknya tidur jangan begadang. Katanya besok mau ketemu teman lama."


"Iya mah, selamat malam."


"Selamat malam juga putri Mamah."


Mamahnya keluar dari kamar Renata. Renata kembali mengusap perutnya lagi lalu melihat jam sudah masuk dini hari. 00.30 dini hari lalu iya menginginkan nasi Padang. Sialan banget hamil di luar nikah terus anak di perutnya selalu mau ini itu di tengah malah seperti ini. Mau menelepon Daniel tidak enak lalu iya harus membelinya sendiri.


"Dek, jangan buat Mamah kamu bingung. Kamu boleh minta apapun tapi jangan tengah malam atau dini hari gini." Ucapnya ke anaknya di dalam perut.

__ADS_1


Kandungannya akan memasuki 2 bulan. Segala mengidam ini itu yang iya mau tanpa meminta bantuan siapapun kecuali beli sendiri. Terakhir di temenin makam sama Papah si anaknya. Laki-laki itu menghilang lagi setelah bertemu dengannya.


Renata berjalan bolak-balik memastikan semua anggota keluarganya sudah tidur lalu iya keluar mau membeli nasi Padang yang masih buka 24 jam. Setelah menunggu waktu yang pas Renata keluar kamar sambil membawa tas kecilnya. Berjalan mengendap-endap seperti maling.


Menyusuri rumah besar yang gelap. Jangan sampai ada yang melihat iya keluar rumah.


10 menit dirinya baru keluar dari rumah. Iya lega saat berhasil keluar dari rumah.


Grep


Renata kaget saat tubuhnya di peluk tiba-tiba oleh seseorang.


"Mau beli apa lagi malam-malam keluar rumah. Kenapa tidak menghubungi saya saja. Saya akan rela membelikan apa yang kamu mau." Bisik seseorang yang tidak lain lagi adalah laki-laki yang merusak masa depannya.


Renata berusaha melepaskan dekapan laki-laki di belakangnya.


"Lepasin!!"


"Jangan berontak Renata! nurut sama saya. Kamu mau minta apa?"


"Gak ada." Ketusnya


"Ngidam apa lagi kamu, sayang."


"Gak usah pengin tahu."


"Saya gak mau anak kita ileran." Tatapan menghunus ke arah Renata. Renata gelagapan saat di tatap seperti itu. Nyalinya langsung menciut melihat tata9an mengerikan laki-laki ini.


Seperti terhipnotis iya langsung nurut tanpa memberontak atau membantah lagi seperti tadi.


Renata menggigit bibirnya. Laki-laki itu menyentil bibir wanitanya begitu keras sampai Renata meringis.


"Jangan di gigit seperti itu. Kamu mengundang hasrat saya untuk menerkam kamu."


"Dih, gak jelas banget."


Mereka sudah berada di mobil. Perjalanan menuju tempat penjual nasi Padang yang masih buka 24 jam. Laki-laki itu mengulurkan tangan kirinya ke perut Renata.


"Jangan bikin Mamah kamu sudah, dek. Papah akan kabulkan kemauan kamu tapi jangan membuat Mamah kamu susah." Katanya


Ada rasa senang saat anaknya dipedulikan laki-laki di sebelahnya.


Beruntung jika laki-laki ini menyayangi anaknya. Anaknya akan hidup bahagia, astaga ngapain kamu sampai berpikir ke arah sana.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2