Bukan Istri Salihah

Bukan Istri Salihah
Hamil


__ADS_3

Amara tidak mengerti apa maksud Randy juga keluarganya, malah mempublish informasi pernikahan Randy dengan Hana. Sedangkan dengan Amara yang dilaksanakan lebih awal bahkan belum didaftarkan.


Padahal kepergian Amara meninggalkan Randy, berharap agar ada solusi dan membuat hubungan Randy dan Amara lebih baik ternyata tidak. Terbukti sudah beberapa hari ini, Randy tidak memberi kabar apapun malah dikejutkan dengan berita pernikahannya yang kedua.


“Amara, kok diam sih?” tanya Melly;


“Kalau diam berarti berita ini benar?” Juan menatap Amara menunggu konfirmasi dari wanita itu.


“Benar, berita itu memang benar. Pak Randy sudah menikah lagi bahkan dengan izinku.” Amara menjawab dengan tatapan sendu.


“Lo nggak salah? Dulu lo maki-maki gue waktu mau aja diduain sama Fery yang playboy, padahal status kami waktu itu hanya pacaran tapi ini menikah Ra. Masa lo kasih izin suami lo nikah lagi dan lo dimadu,” ungkap Melly dengan nada kesal.


“Tapi kenapa malah pernikahan kedua yang dipublish bukan pernikahan dengan lo?” Rupanya Juan masih penasaran dengan kondisi Amara yang malah tidak ingin dibahas oleh yang bersangkutan.


“Karena orangtua Pak Randy, terutama Ibunya tidak setuju aku menjadi menantunya.”


Amara pun menceritakan kalau dia sudah meninggalkan rumah Randy dan tinggal dengan Bundanya lagi beberapa hari ini. Serta kemungkinan besar pernikahannya akan berakhir karena masalah yang ada cukup rumit.

__ADS_1


“Jadi kapan kalian cerai?”


“Aku sudah minta talak sejak hari pertama kami menikah.”


“Lo belum di apa-apain ‘kan?”


Amara hanya diam mendengar pertanyaan Melly yang terakhir, sedangkan Juan hanya menyimak percakapan dua wanita di dekatnya. Namun, melihat kebungkaman Amara mereka yakin kalau antara Amara dan suaminya sudah terjadi sesuatu.


“Bang sat juga si Randy, udah dapetin Amara dapetin yang lain juga. Tampangnya aja bersahaja dan baik tapi aslinya sama aja buaya,” kesal Juan.


“Kayaknya aku duluan ya, Bunda nggak jadi jemput dan aku kurang sehat jadi lebih baik aku pulang."


“Mau gue anterin?” ajak Juan.


“Nggak usah, aku sudah pesan ojek.”


Mirna yang masih sibuk menerima pesanan dan permintaan dari pelanggannya tidak bisa menjemput dan mengantarkan Amara ke rumah sakit. Menundanya sore atau malam nanti. Akhirnya Amara pulang dengan ojek dan berhenti di ruko tidak jauh dari tempat tinggalnya.

__ADS_1


Amara mampir di minimarket yang buka dua puluh empat jam. Menyusuri lemari pendingin mencari jus kemasan dan yoghurt karena tiba-tiba dia menginginkan minuman yang segar asam. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, Amara menuju kasir dan melewati rak di mana tersusun pembalut wanita berbagai jenis dan merk. Teringat stoknya yang sudah habis, Amara pun memilih sesuai kebutuhannya.


“Tunggu, terakhir aku dapat periode kapan ya?”


Wanita itu akhirnya membuka ponsel dan mengaktifkan aplikasi kalender, biasanya Amara akan menandai tanggal siklus bulannya. Namun, dia tidak menemukan tanda di bulan ini bahkan bulan lalu.


“Apa memang aku belum mendapatkan periode bulanan. Kalau dilihat ini sudah lewat jauh. Mungkinkah aku hamil?”


Amara bergegas menuju tempat tinggalnya setelah meninggalkan minimarket. Sampai di kamar, dia meletakan tas dan kantong belanjaan sembarangan lalu menuju toilet. Dua jenis tespek dia coba untuk memastikan sesuatu.


Stick yang sudah terkena urinenya dia letakan di wastafel dan menunggu hasilnya. Berharap-harap cemas dengan hasilnya sampai tanda yang dimaksud pun muncul. Tanda dua garis dan terlihat begitu jelas.


“Aku … hamil!”


 


 

__ADS_1


__ADS_2