Bukan Istri Salihah

Bukan Istri Salihah
Pergi ....


__ADS_3

Setelah kepergian Amara, Randy membawa Hana dan Imelda pulang. Bermaksud menyelesaikan masalah dengan Hana setelah itu akan menjemput Amara. Ternyata situasi semakin tidak terkendali.


Randy memutuskan untuk menemui psikiater bersama Hana. Wanita itu harus sembuh dan akan dikembalikan pada orangtuanya. Hana merasa dirinya semakin tidak berguna dan hancur. Kekasihnya ternyata bahagia dengan wanita lain sedangkan dirinya sudah cacat.


Kejiwaan Hana dalam kondisi buruk dan hati yang kecewa, wanita itu menyakiti diri sendiri bermaksud mengakhiri hidupnya. Walaupun segera ditangani dokter bahkan sempat dioperasi karena sayatan di lengan cukup dalam, Hana akhirnya selamat.


Imelda menduga Hana terpuruk karena Amara, dia memerintahkan humas kampus di mana Randy mengajar yang memang masih milik keluarga untuk mempublish pernikahan Randy dengan Hana. Berharap dengan statusnya yang diketahui oleh masyarakat bisa mengobati hati Hana.


“Apa maksud Mami memberitakan hal ini?”


“Maksud Mami? Kamu tanya maksud Mami? Tentu saja ini untuk kebaikan kalian berdua. Kamu tidak lihat Hana tersiksa melihatmu dengan Amara.”


“Justru itu, seharusnya Mami tidak dukung pernikahan aku dengan Hana agar tidak terjadi hal ini. Mami tidak tahu apapun, jadi jangan buat keputusan tanpa melibatkan aku,” tutur Randy kesal.


Mengetahui kondisi Hana yang hampir kehilangan nyawa, Akbar menemui orangtua Hana, meminta maaf dan bermaksud bertanggung jawab. Tentu saja niat Akbar ditolak oleh orangtua Hana, tapi Akbar menyampaikan kalau rumah tangga Hana juga bukan dalam kondisi ideal apalagi dia menyaksikan kemarahan Hana atau trauma dari wanita itu.


Orangtua Hana pun mendatangi rumah sakit untuk melihat kondisi putrinya dan bertemu orangtua Randy untuk mendiskusikan masalah putrinya. Kyai Amir menjelaskan secara singkat dan meminta maaf kalau harus melibatkan Randy untuk menutupi kekurangan Hana.


Imelda hanya diam terpaku, mengetahui kebenaran bahkan Akbar juga ada di sana.


“Apalagi Nak Randy mengakui kalau dia dan Hana belum ada interaksi apapun karena Hana trauma dengan laki-laki. Saya pikir dengan Hana menikah dengan Nak Randy walaupun menjadi istri kedua, semua akan berjalan baik karena diantara kalian memang sudah berencana menikah sebelumnya. Ternyata semua di luar kendali saya. Setelah Hana diperbolehkan pulang, kami akan bawa Hana. biarkan kami yang mengurus pengobatan traumanya. Nak Randy bisa talak Hana ketika kondisinya sudah lebih baik. Kami mohon maaf sudah menyusahkan Nak Randy dan keluarga.”


Bagaimana tidak rumit, urusan dengan Hana sudah pasti akan selesai tapi kampus sudah tahu kalau Randy menikah dengan Hana. bagaimana mungkin dia akan mengatakan akan segera bercerai dengan Hana.


“Amara, dia pasti sudah lihat berita ini,” gumam Randy.

__ADS_1


...***...


“Amara, sayang. Ayo kita ke dokter,” ujar Mirna yang baru saja datang dan langsung menuju kamar putrinya.


“Amara, kamu kenapa?” tanya Mirna melihat putrinya duduk di lantai bersandar pada ranjang sambil memeluk kedua kakinya.


Amara mengangkat wajahnya. Kedua pipinya basah dan matanya sembab. Mirna mengajak Amara duduk di ranjang dan mengusap sisa air mata di wajah putrinya.


“Ada apa?”


Namun, Amara tidak membuka mulutnya hanya membuka telapak tangannya yang menggenggam dua buat tespek. Mirna memandang alat itu lalu mengernyitkan dahinya. Menyadari kalau keluhan sakit Amara bisa jadi karena kondisinya sedang hamil.


“Amara hamil Bun, aku harus bagaimana?”


Mirna memeluk dan mengusap punggung putrinya untuk menenangkan. Walaupun dia tidak berharap akan seperti ini tapi kekecewaan tidak boleh ditunjukan pada Amara.


Amara mengurai pelukan Mirna.


“Tapi informasi pernikahan Pak Randy dengan Hana sudah dipublish hari ini. Semua tahunya Hana istri Pak Randy dan sekarang aku hamil anak Pak Randy. Mereka akan menduga aku pelakor atau simpanan Pak Randy. Aku nggak mau Bun, aku nggak siap harus berada di situasi ini.”


"Sabar sayang, yang penting sekarang kesehatan kamu dan jaga kehamilan kamu dengan baik. Masalah yang lain kita cari solusinya bersama."


"Aku ingin cuti kuliah kalau perlu pindah kampus saja," usul Amara.


"Kita bicarakan itu nanti. Sekarang kamu mandi dan makan malam lalu istirahat," titah Mirna kenudian meninggalkan kamar putrinya.

__ADS_1


Sejak tadi, Mirna berusaha menahan kesedihannya berusaha lebih tegar untuk Amara. Berharap kisahnya tidak terulang, di mana suaminya memilih meninggalkan keluarga dan hidup dengan wanita lain. Ternyata Amara hampir mengalami hal yang sama karena harus berbagi suami.


...***...


"Maafkan saya Mas, seharusnya saya tidak menuruti permintaan Abi untuk menikah dengan Mas Randy. Sampaikan juga maaf saya untuk Amara," tutur Hana sambil menunduk.


Randy mengantarkan Hana ke orangtuanya, kondisinya sudah lebih baik setelah menyayat tangannya.


"Jangan abai dengan jadwal terapi dan konsultasi dengan psikiater, demi kebaikanmu."


Hana mengganggukan kepalanya.


"Aku akan kembali lagi untuk menalakmu dan aku harap saat itu psikis kamu sudah siap. Semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan seperti yang pernah kita rencanakan meskipun bukan dengan aku."


Randy meninggalkan kediaman Kyai Amir untuk kembali ke Jakarta. Pria itu mengkondisikan rumahnya untuk ditempati bersama Amara hanya dengan Amara. Perlengkapan milik Hana sudah tidak ada.


Bahkan beberapa furniture dan perabot rumah tangga ada yang diganti juga di rubah penempatan dan posisinya, untuk membuat suasana baru.


Randy menatap ruang keluarga dan ruang tamu yang msih kosong dengan foto keluarga dan menyadari tidak punya foto pernikahannya dengan Amara bahkan cincin pernikahan pun sampai sekarang dia belum berikan untuk Amara.


"Amara, maaf untuk yang sudah lewat, Berikutnya aku akan pastikan kamu hanya akan mendapatkan kebahagiaan bersamaku."


Sedangkan di tempat berbeda, Amara baru saja turun dari mobil. Menatap sekeliling dan memandang bangunan di depannya.


"Selamat datang, mari masuk. Tuan sudah menunggu," ujar seorang pria paruh baya yang bertutur sopan bahkan agak membungkuk seakan mengormati dua orang dihadapannya yaitu Amara dan Mirna.

__ADS_1


"Ayo, semoga kamu betah di sini."


 


__ADS_2