BUKAN KEKASIH GELAPKU

BUKAN KEKASIH GELAPKU
Akibat Drama


__ADS_3

Drama pura-pura akur sudah berjalan dengan sempurna selama satu minggu ini, mereka berdua akan menjadi pasangan suami istri sungguhan apabila dihadapan orang tuanya. Dan situasi itu membuat kesehatan Mami perlahan jauh lebih baik dari hari sebelumnya, Mami sangat merasa bahagia melihat anak dan menantunya akhirnya bisa aku juga.


Marva dengan telaten melayani suaminya menyiapkan makanan diatas piring Handi setiap makan pagi dan malam saat mereka semua sedang makan bersama di ruang meja makan. Handi dengan senyum terbaikmya sudah di pelajari mati-matian merespon tindakan Marva.


Handi juga pulang lebih awal dari jam biasanya dan menyempatkan waktu ikut mengebrol sore dengan orang tuanya. Satu ini, Handi melakukannya tidak sepenuhnya drama. Ia merasa bahagia melihat hubungannya dengan kedua orang tuanya terkhusus Papinya yang sudah merenggang selama bertahun-tahun, perlahan membaik dan saling bertukar pikiran layaknya sebagaimana ayah dan putranya.


Bila malam tiba, Handi dan Marva akan di suguhi oleh nasihat-nasihat dari orang tuanya, memberi mereka petuah agar tetap mempertahankan rumah tangga mereka. Tak jarang juga, satu-persatu dari anggota keluarga besar bermunculan menunjukkan dukungan mereka melalui vidio call memberi restu agar rumah tangga itu tidak berpisah. Tentu, itu semua tidak lepas dari ultimatum sang pewaris besar yaitu BertoMoa Hutama. Beliau menegatakan bahwa Marva adalah perempuan satu-satunya yang pantas menjadi menamtu keluarga itu dan masuk menjadi anggota keluarga Hutama, Marva sudah menjafi pilihan takdir menjadi menantu Hutama, terlepas latar belakang Marva bukan dari keluarga yang terpandamg atau sejenisnya.


Dan satu hal lagi yang mengejutkan. Sesuai waktu perkataan dokter tentang kondisi Mami yang sudah boleh beraktivitas kembali. Tidak kurang dari dua bulan lagi akan ada pesta besar-besaran di kota asal.


Keluarga Berto akan mengumkan secara resmi kehadapan publik tentang Marva, mengikut sertakan seluruh kolega bisnis dan seluruh anggota keluarga besar Hutama.


Keputusan Berto tidak bisa di ganggu gugat siapapun bahkan Handi sekalipun.


Yah, Drama yang mereka ciptakan sudah berdampak sangat signifikan untuk keluarga besar ini, tidak disangka akan terjadi sejauh ini. Kebohongan ini tidak mudah untuk di balikkan lagi.


Untuk Narra sendiri. Marva menciptakan konspurasi kecil-kecilan agar menghindari Marva untuk tidak terseret dalam drama kebohongan yang mereka ciptakan.


Asisten Pak Dian memperkenalkan putrinya Vida kepada Narra, tidak butuh waktu lama, kedua bocah yang berjarak usia terpaut dua tahun itu sudah berteman bahkan sangat kompak. Bulan ini, Narralah yang berkunjung bermain kerumah Vida, untuk bulan depan giliran Vida bermain kerumah Narra. Itulah janji persahabatan mereka berdua. Narra akan menghabiskan waktu siang hari di rumah Vida.


Untungnya, Omah dan Opahnya tidak menyadari akan hal itu, mereka tampak biasa saja dan tidak mempersalahkan-nya sama sekali. Marva dengan tingkat kemampuannya bisa menghendel Narra agar selalu belajar bersamannya setiap malam, menghindarkan Narra dari semua itu.


Jika sudah berada didalam kamar, Marva dan Handi akan kembali seperti semula. Handi tidur dibawah beralaskan tikar dan ambal tebal sebagai penghangat tidurnya. Sementara Marva tidur diatas kasur empuk milik Handi. Keheningan akan tercipta setiap malamnya, tanpa ada satupun dari mereka berdua yang berniat terlebih dahulu bersuara. Sungguh sangat menggelikan 'Kan?

__ADS_1


🌹🌹🌹


Marva mengusap kasar wajahnya yang tampak kusam, dari tadi ia tidak fokus bekerja. Mendesah nafas frustasi dan sesekali berdecak malas, ini tidak seperti dirinya yang biasanya. Tadi, Tina sudah mengantarkannya teh herbal buatan gadis itu sendiri, membujuknya agar minum. Marva akan sangat senang menerima teh itu juga langsung meneguknya, tapi entah kenapa cangkir itu tidak ia sentuh sama sekali. Oh ya, teh herbal yang biasanya ia buatkan untuk Maminya adalah atas ajaran dari. Tina, gadis keturunan penjual dan peramu jamu herbal.


"Ck, Marva. Apa yang harus kau lakukan sekarang? Kau akan semakin sulit meminnta pisah dari Handi, kesempatannya cukup kecil." Gumamnya bermonolog sendiri, kemudian menyandarkan badannya ke sandaran kursi. "Rencana Papi memperkenalkan aku ke publik, akan mempersempit ruang gerakku. Kenapa drama yang di cetuskan Mas Handi justru semakin menyulitkan semuanya? Apa memang harusnya kami tidak pusah? Tapi, aku tidak ada rasa sama sekali untuk Mas Handi. Ck, Ahk. Semuanya membuat kepalaku semakin sakit saja."


Jika benar pesta itu akan diadakan, sudah pasti semua akan mengetahui Marva sudah sah menjadi keluarga Handi Hutama, tak ada lagi cap wanita penghancur hubungan orang lain atau samacamnya. Kalau dulu, ia akui ingin sekali dapat pengakuan itu, tapi sekarang sudah tidak lagi. Saat perasaannya sudah mati untuk mempertahankan Handi, justru impian itu datang tidak tepat waktu.


Marva sudah ingim bebas dari keluarga sombong yang menjunjung nama baik martabat Hutama itu, ia ingin hidup tanpa bayang-bayangan nama Hutama, ia ingin kelak putrinya Narra hidup sebagaimana normalnya saja.


Tapi menghadapi kenyataan yang ada didepan mata, Papi martuanya tidak bisa terbantahkan. Yang sekarang ia pikirkan, Bagaimana ia menolak untuk tidak mengadakan pesta itu?


Ddrett.,,,!


Marva terkesiap mendengar getaran dari ponselnya, ia sudah menunggu nama orang yang memanggilnya saat ini.


"........"


"Jangan takut, Marva. Aku dan Ibu Darwin akan menjagamu dari amarah Om. Darwin. Kau hanya perlu menyiapkan dirimu saja."


"Baiklah, Lisa. Aku akan kosongkan waktu ku untuk jadwal keberangkatan kita nanti."


"Ingat, suamimu dan martuamu jangan sampai mengetahui hal ini. Berilah alasan lain untuk kepergianmu, kau paham?"

__ADS_1


"Paham, Lisa. Terima kasih atas informasinya, dan semua bantuanmu."


"Hum. Asalkan... "


"Apa?"


"Kau tentu tahu perasaan kakaku padamu bukan? Kuharap, kau jangan memberinya harapan palsu."


"........"


"Yah, malah diam. Yasudah yah. Intinya jangan lupa yang ku beri tahu tadi, ok. Aku tutup teleponnya yah. Byee"


Marva memejamkan mata merasakan kelelahan didalam pikirannya.


Masalah yang ia hadapi sangat banyak. Tentang Franda, rumah tangganya, dan perasaan Lefrando.


👇👇👇


Ada tikar yang bergerigi,


besok mampir lagi.


Ikat kuncir mendayu-dayu,

__ADS_1


yang mampir semoga sehat selalu.


Muuacchhhh... ❤❤❤


__ADS_2