BUKAN KEKASIH GELAPKU

BUKAN KEKASIH GELAPKU
Surat Restu


__ADS_3

Darwin dan yang lainnya pergi meninggalkan Marva dalam kesendirian di depan makam Franda, mungkin banyak cerita yang ingin disampaikan Marva yang butuh ruang privasi.


Tadi setelah sarapan pagi bersama, Mereka langsung menuju makam Ftanda untuk menyekar dan mendoakan Franda dialam sana.


Berlinang air mata membasahi wajah Marva sambil mengelus nisan Franda dengan lembut, menatap nanar gundukan tanah yang ada di hadapannya.


Bayangan-bayangan kebersamaan mereka terlintas diingatan Marva berganti dari satu tempat ke tempat yang lain, semakin mengingat semakin banyak tangisan yang keluar dari matanya.


Marva menyadari bahwa tak sepenuhnya persahabatan mereka berjalan lancar seperti lagu yang terputar tentang tali persahabatan, mereka berdua tak jarang saling berdebat perbedaan pendapat dan selera, tak jarang juga mereka seperti anak-anak tidak saling tegur sapa saat sedang tidak saling bicara.


Tetapi dengan kehadiran Franda yang mampu membuat dunia petualangan Marva bertambah. Memperkenalkan Marva tentang dunia gemerlap, membawa Marva keliling kota menikmati fasilitas umum yang menjadi agenda kegiatan mereka diakhir pekan.


Franda sangat menjaga Marva dari orang-orang yang ingin melukainya, mengingat Marva bukan perempuan tangguh seperti Franda.


Segala sisi mereka jauh berbeda. Jika Franda mempunyai kepercayaan diri yang tunggi, lain lagi dengan Marva yang cendrung penalu dan kaku di depan orang banyak. Jika Franda selalu bernampilan glamor dan seksi, Marva lebih suka berpakaian biasa saja yang nyaman ditubuhnya. Franda yang selalu menulis daftar kemana mereka harus berlibur, sedangkan Marva lebih banyak menurut tidak mau membantah. Franda akan terang-terangan mengakui kejengkelannya pada Marva, sementara Marva selalu menutupi apa bila ia jengkel pada Franda. Hal itulah yang selalu membuat Franda kecewa pada Marva, padahal Franda ingin Marva lebih jujur padanya.


"Aku tidak butuh hadiah apapun darimu, Va. Cukup kau memberi waktumu untukku, cukup kau bisa menerima aku sebagai sahabatmu. Karenamu aku lebih menghargai orang yang berada di bawahku, kau bisa menjaga rahasia burukku pada dunia."


Marva akan selalu mengingat perkataan Franda padanya sewaktu ia memberi hadiah ulang tahun Franda.


Jika boleh dikata, Marva sangat beruntung pernah bersahabat dengan Franda, ia murni berteman dengan tulus.


Sampai di mana akhirnya Franda jatuh cinta pada seorang pria lalu memperkenalkannya pada Marva. Jujur, Marva pernah menyimpan rasa suka pada pacar sahabatnya itu, pria itu baik pada Franda sebagai kekasihnya. Tetapi Marva bisa dengan teguh menyimpan perasaan itu demi persahabatan, lagi pula pria itu tidak pernah melirik Marva sedikit pun.


"Maafkan aku, Framda. Aku,,,,,hiks hiks hiks." Marva tidak bisa melanjutlan perkataannya. Ia menutup wajah dengan kedua tanganya, menamgis sesenggukan meluapkan kesedihannya.


"Maafkan aku."


🌹🌹🌹


"Apa ini, Bu?" tanya Marva pada Ibu Darwin. Mereka sedang berada dikamar Ftanda sekarang setelah Marva puas menangis dimakan Franda.

__ADS_1


"Bukalah," Beliau tersenyum simpul memberi sebiah kotak berwarna biru pada Marva. "Ini ibu terima dari Franda saat Franda masih hidup, Nak."


ucapnya lembut.


"I-iya, Bu. Terima kasih. Aku akan membukanya." Marva membuka penutup kotak menyingkirkannya kelain sisi.


"Ayahmu memberi semua barang kenangan kalian sewaktu bersahabat dulu, menceritakan semua tentang kedekatan kalian." ucap Beliau setelah Marva menyenentuh seluruh isi kotak dan tampak barang kenangan mereka di dalam.


"Ini surat, Bu. Apa aku boleh membukanya?" kertas itu terselip diantara benda.


"Tentu,"


"Marva, aku memang tidak bisa mengingat lagi tentang perteman kita. Dan banyak hal yang sudah kulupakan tentang dirimu, maafkan aku ya.


Dan juga ada satu hal lagi yang harus kau tahu. Lelaki yang sering mengaku sebagai keksasihku ternyata adalah suamimu dan juga mantan pacarku. Papah sudah bercerita semuanya padaku.


Aku tidak akan mungkin menjadi kekasih seperti yang sering dikatakan lelaki itu, dia sering membual kepadaku.


Jadi kumohon padamu, pertahankanlah rumah tanggamu. Percayalah pada waktu yang akan bisa mengubah segalanya. Aku sudah pergi dan tak akan kembali, kau hanya perlu bersabar untuk mengambil hatinya. Kau pasti bisa.


AKU MERRSTUI KALIAN.. '


Bu Darwin mengusap pundak Marva yang bergetar karena menangis dipelukannya, meberi kekuatan pada Marva.


"Ibu harap dengan kau membaca surat ini, kau dapat mengurangi rasa bersalahmu pada Franda. Jangan terus membebani dirimu lagi, ya, Nak." bisiknya lirih pada Marva yang masih menangis.


Sampai pada akhirnya Marva mengantuk kelelahan dipangkuan Ibu Darwin.


🌹🌹🌹


Dilain tempat kediaman Handi. Entah datang dari mana, Mami ingin membangunkan sendiri putranya yang masih tertidur di dalam kamar mereka.

__ADS_1


Pintunya tidak dikunci, Mami masuk ke dalam kamar melihat tubuh putranya yang masih terbungkus dalam selimut.


"Hey Handi, bangun sudah pagi ini," Mami merasa kesal karena putranya tidak mau bangun.


Beliau mencoba cara lain dengan berjalan membula gorden, cahaya matahari dapat menyilaukan pandangan Handi.


Saat membuka tirai gorden di samping lemari, Mami terbelalak melihat gulungan tikar dan ambal berdiri di samping lemari.


Inisiatif Mami mengendus bau ambal itu, aroma khas badan putranya menempel diambal itu.


"Mami." Mami terkesiap mendengar suaranya dipanggil dari arah belakang badannya.


"Coba jelaskan semua ini, Handi. Mami sangat mengenalmu, ada yang kalian sembunyilan dari Mami?"


Siall.


Handi tidak menyangla Maminya masuk kekamar ini dan harus melihat kejanggalan dari apa yang mereka buat. Andai ia cepat bangkit dari tidurnya tidak bermalasan seperti tadi, pasti Mami tidak sejauh ini. Ia tahu Maminya sudah tidak mudah percaya seperti dulu yang bisa ia perdaya. Pasti. Maminya sudah menebak-nebak apa yang terjadi sebenarnya.


Apa yang harus ia katakan pada Maminya?


"Kau tidur diambal. Iya, kan?"


👇👇👇


Buto ijo bertarung dengan betmen,


merusak pagar merusak gedung,


Sudilah buat like dan coment,


ealau cerita sedikit tidak nyambung.

__ADS_1


hehehehe......


__ADS_2