BUKAN KEKASIH GELAPKU

BUKAN KEKASIH GELAPKU
Promosii


__ADS_3

Iseng aja gitu kontrak-in novel ini kan,,padahal udah tamat tahun kemarin..yang waktu pertama kali coba, kan gagal dan banyak revisi,,terus ku perbaiki, ku coba kontrak lagi,,,ehh berhasil woiii!!,,Ini novel udah lama bet tamatnya, tapi berhasil kontraknya sekarang. Ya sutralah...


Kalo ada yang minat baca, terima kasih banyak,,,,.masih sepi pembaca, ya nggakpapa..Niat lanjutin cerita ini season 2??? Tergantung minat aja lah...aku lagi nulis novel lagi on going..


PROMOSI KARYA BARU



Cuplikan Bab 1:


Ketukan pintu menghentikan aktifitas Gharda, pria duda matang itu sedang menata berkas pekerjaannya untuk dibawa rapat penting pagi ini. "Masuk!" suara dinginnya membuat pria yang baru saja membuka pintu itu sedikit segan.


"Tu-tuan Gharda, apakah anda ti-tidak berniat mengantar Nona Jelita ke sekolahnya?" Choki Rivzal Dean Putra, panggil dia Rivzal, asisten pribadi Gharda.


Mengesah napasnya kasar, Gharda berpikir sejenak. Pada akhirnya ia lebih memilih rapatnya dari pada putri semata wayangnya.


Cuplikan bab 2:


Memuatar badannya Afrinda mulai menyisir lembut rambut gadis ini. Sembari mengikat rambut Jelly, Afrinda kembali bertanya "Miss boleh tau tidak siapa namanya, mengaSayang?"


"Kan'tadi Oma Bibi sudah beritahu siapa nama aku."

__ADS_1


Nyesss..


Sepertinya anak ini sulit didekati, pikir Afrinda. "Iya juga ya. Tapi Miss mau tahu langsung dari kamunya langsung."


"Jawabannya pasti sama saja, namaku tidak akan ganti." Suaranya memang imut tapi ucapannya sangat menohok.


Afrinda gemas sendiri tapi dia tidak akan menyerah mendekati gadis ini. "Baiklah, Miss kalah. Jelly, nama kamu Jelly, J-e-l-l-y!"


Cuplikan Bab 3:


"Hhuekkk!!" Jelita memuntahkan makanan dari mulutnya ke dalam tangan Tiffany yang memang berada di bawah bagian rahang Jelita.


"Jelita," Gharda mendesis tajam. Sementara Jelita menunduk takut air matanya mulai tumpah.


"Minta maaf sekarang juga, Jelita." Gharda tanpa sadar membuat Jelita semakin ketakutan karena suara ayahnya yang terdengar mengancam.


"Jelita!"


"Gharda!" Syeni berdiri membentak putranya menatap tajam. Tangannya memeluk Jelita yang sudah menagis sesenggukan.


"Kau membentak putrimu!"

__ADS_1


Cuplikan Bab 4:


"Gunakan hati kamu untuk merasakannya, bukan logika kurang sehat kamu ini!" seru Syeni menunjuk-nunjuk kening Gharda. "Menyimpulkan sendiri tanpa mencari kebenarannya, menelentarkan anak sendiri tanpa tahu apa alasannya. Gharda, kamu akan menyesal telah melakukan ini, kamu sudah menolak Jelita, kamu menolak kebenaran. Pria yang tewas bersama Araz bukan selingkuhannya, dan Tiffany bukan wanita yang baik."


"Cukup, Mah."


"Kamu akan menyesal setelah tahu kebenarannya, ingat ucapan mamah. Jika kamu masih tidak mencari kebenarannya, maka jangan pernah menangis jika kamu datang terlambat." Syeni pergi meninggalkan Gharda di dalam ruang kerjanya.


Cuplikan bab 5:


"Kamu yang bernama Juaradan Pratama Ikshandar?"


"Benar. Apakah anda yang diutus pihak majalah untuk bertemu dengan saya?" Ardan balik bertanya pada seorang wanita rekan bisnisnya.


"Saya adalah pemiliknya langsung."


Jawaban wanita ini membuat Ardan tertegun, apakah ini jalan yang baik?


....................


Cuplikannya segitu dulu ya gaess ya,,kalau penasaran, langsung berangkat ke sana aja,,bagi vote like dan komennya ya..Semoga yang membaca panjang umur dan sehat selalu..

__ADS_1


MANTTAP MEENNN👍👍🥰


__ADS_2