Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Jasmine sudah sadar


__ADS_3

Irfan kaget ketika Bu Salma memintanya untuk membersihkan tubuh Jasmine. Ini adalah pengalaman pertamanya membersihkan tubuh wanita, dan meskipun Evelyn sering berpakaian cukup terbuka, Irfan tidak pernah melihat tubuh wanita yang telanjang. Mungkin itu karena Irfan berasumsi bahwa membersihkan tubuh artinya tidak mengenakan apa-apa. Namun, Bu Salma hanya meminta Irfan untuk membersihkan tubuh Jasmine, tanpa harus membuka semua pakaian Jasmine.


"Bisakah kamu membantu membersihkan tubuh Jasmine?" tanya Bu Salma.


Irfan terkesima, suaranya jadi berguncang. "Bagaimana caranya, Bu?" tanyanya.


"Kamu hanya perlu mengambil wadah dan handuk baru lalu membersihkan tubuhnya dengan lembut," jawab Bu Salma.


Irfan mengambil wadah dan mengisi air hangat, lalu membersihkan tubuh Jasmine dengan handuk yang basah. Ia melihat wajah dan tangan wanita itu dan terkesima oleh kecantikannya. Namun, ketika Bu Salma memintanya untuk mengganti pakaian Jasmine, Irfan terkejut karena harus mengganti pakaian wanita itu yang telanjangan. Tetapi ia memutuskan untuk membantu.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, dokter datang untuk memberikan kabar baik tentang kondisi Jasmine. Irfan senang mendengarnya dan memberikan dukungan pada Bu Salma dan Jasmine. Selama sebulan terakhir, Irfan telah terbiasa hidup dengan Bu Salma dan berada di rumah sakit. Meskipun ia merindukan Evelyn, dia selalu sibuk dengan pekerjaannya.


Hari ini, Irfan jatuh sakit dan terkejut ketika Evelyn datang menjenguknya. Mereka mengobrol sebentar sebelum akhirnya Irfan mengalihkan pembicaraan untuk membahas hal lain.


Meskipun Irfan mengalami beberapa kesulitan, gaya bahasa dan kebiasaan penggunaan kata asli dari teks tersebut tetap diperhatikan. Untuk itu, teks tersebut dapat lebih mudah dipahami dan jelas bagi pembaca tanpa mengubah gaya bahasa asli yang terdapat pada teks tersebut.


"Aku bawa bubur dan buah dari Tante Ros. Kamu tidak mau makan kan? Jadi aku membawakan ini untuk kamu. Ayo, aku akan memberi makan kamu, sayang," ucap Evelyn dengan penuh perhatian. Saat Evelyn berbicara seperti itu, tiba-tiba bayangan Jasmine muncul dalam pikiran Irfan dan seolah-olah Jasmine yang sedang berbicara, memintanya untuk makan. "Sayang, ayo buka mulut mu!" ucap bayangan Jasmine dalam pikiran Irfan.


Kejadian itu membuat Irfan terkejut karena sebelumnya ia memikirkan Jasmine dan pikirannya menjadi kacau. "Astaga, apa yang terjadi padaku? Kenapa tadi yang ada dalam pikiranku bukan Evelyn tapi ... wanita itu, Jasmine! Ini membuatku gila!" pekik Irfan dalam hati.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" tanya Evelyn saat melihat Irfan bengong.


"Ah, tidak apa-apa," balas Irfan dengan sikap biasa.


Ibu Irfan yang diam-diam melihat di depan pintu tersenyum lega karena Irfan akhirnya mau makan juga karena bantuan Evelyn. Tanpa disadari oleh ibunya, Irfan memakan semua itu karena bayangan Jasmine.


Di rumah sakit, tangan wanita yang lentik itu tiba-tiba bergerak dan semakin lama menunjukkan perkembangan yang baik. "Jasmine sayang, kamu sudah sadar, Nak?" ucap Bu Salma dengan senang.


Perlahan-lahan, mata Jasmine terbuka sedikit demi sedikit, dan akhirnya membuka matanya lebar. Ia meringis karena silau dari cahaya lampu yang menyakitkan matanya karena sudah lama tidak membuka mata. "Ssshhh," ucap Bu Salma dengan lembut. "Alhamdulillah, Jasmine, kamu sudah bisa membuka matamu. Nak, lihat ini, kamu bisa melihat ibumu, kan, Jasmine?" tanya Bu Salma.

__ADS_1


Jasmine melirik ibunya, kemudian mengangguk sebagai tanda bahwa ia dapat melihat.


__ADS_2