
Irfan sedang mengantar Papa nya yang lagi sakit menuju rumah sakit, dengan mengendarai mobil pribadinya.
"Mama mu akan pulang Fan." ujar Papa saat di perjalanan.
"Benarkah Pa?" Irfan nampak senang itu artinya dia akan berjumpa dengan sang Putri.
"Hm, Papa menyuruhnya pulang." kata Papa lagi.
"Bagus lah Pa, Aku ingin cepat bertemu Yasmine." ucap Irfan.
"Kalau anakmu sudah kembali Papa minta berhentilah bermain wanita Fan, kembali menjadi anak Papa yang membanggakan orang tua!" pesan Papa.
Irfan diam berfikir sejenak lalu dia pun mengangguk kepada Papa.
"Janji sama Papa, Fan!" kembali pinta Papa kali ini serius.
"Iya Pa," jawab Irfan mantap.
Tapi pada kenyataannya justru Mama tidak membawa Yasmine pulang, Mama masih takut Irfan akan kasar pada anaknya.
Entah siapa sebenarnya disini yang salah.
Sementara di tempat lain Mama sudah akan berpamitan pada Aruna beliau akan pergi sekarang.
"Aruna, Ibu pergi sekarang, ibu titip Yasmine ya." ucap Mama pada Aruna.
"Iya baik Bu, ibu tenang saja saya akan menjaga Yasmine disini, ibu hati-hati dan kalau sudah sampai kabarin saya." balas Aruna.
"Baiklah Aruna nanti saya hubungi kamu bila udah sampai ya, saya pergi Aruna."
"Yasmine sayang, kamu gak mau ikut Oma pulang?" walaupun Mama tidak membawa Yasmine cucunya tapi Mama mengajak lagi Yasmine barangkali mau ikut.
Namun anak itu menggeleng, "Gak Oma, Yasmine sini sama Tante." jawabnya mantap.
"Baiklah kalau kamu gak mau ikut, kamu disini baik-baik ya sama Tante Aruna, jangan bandel sayang nurut apa kata Tante Aruna." pesan Mama
"Baik Oma," jawab anak itu.
Mama Irfan sudah berlalu dengan sopir pribadinya, tiba di rumah sakit Mama langsung pergi ke ruangan Papa yang sebelumnya sudah bertanya kepada resepsionis rumah sakit.
"Pa," ucap Mama masuk kedalam.
__ADS_1
"Ma, udah sampai." balas Papa dengan suara pelan tapi menatap heran pada Mama yang datang sendiri.
"Iya Pa, Mama baru aja sampai. Gimana kondisi Papa sekarang? Mama cemas sekali saat mendapat kabar dari Bibi." tanya Mama duduk di kursi samping Papa.
"Biasa Ma, dada Papa sesak lagi jadi Papa minta di antarkan ke rumah sakit dan juga minta Bibi mengubungi Mama agar pulang. Tapi Ma, dimana cucu Papa?" akhirnya tanya Papa yang penasaran.
"Ouh Yasmine dia masih disana Pa, dia katanya gak mau ikut pulang." kata Mama
"Loh kenapa gak ikut aja Ma, Papa kan' ingin bertemu dia. Irfan juga dia udah senang bisa bertemu anaknya." kata Papa
"Mama sengaja sih Pa gak bawa Yasmine pulang, dia masih belum mau bertemu Irfan Yasmine masih takut pada Ayahnya Pa," ujar Mama
"Apa anak itu masih ingat kelakuan Ayahnya? Bukankah itu sudah lama dia masih kecil dulu kan' lalu Ma, sekarang dia sama siapa?" Papa jadi cemas.
"Sama tetangga Pa, tapi gadis itu orangnya baik ramah dan suka pada anak kecil Pa. Bahkan dia bos dekat sekali dengan Yasmine, yaudah Mama titip aja sama gadis itu." jelas Mama
"Aduh Ma, kenapa Mama nitipin cucu kita ke sembarang orang sih Ma. Emang orang itu bisa di percaya Ma? Gimana kalau dia orang jahat berbuat yang tidak-tidak pada cucu kita. Mama ini gimana sih, kenapa bisa semudah itu memberikan Yasmine pada orang asing." disini Papa shock dan langsung memarahi Mama.
"Pa, tenang dulu dong. Dia orang baik Pa, selama dua bulan ini dia gak pernah melakukan hal aneh pada Yasmine justru Mama melihatnya dia ikhlas kok main sama cucu kita. Dan ya Pa, Mama itu gak sebodoh yang Papa kita, Mama gak mungkin meninggalkan Yasmine pada orang yang tidak bertanggung jawab Pa, Mama tahu itu ." Mama membela diri.
"Ah Papa gak mau tau, Papa sedikit kecewa sama Mama. Kenapa gak Mama bawa aja Yasmine Ma? Papa tuh takut dia kenapa-kenapa gimana coba." Papa masih kecewa.
"Ternyata Mama yang egois Ma, pantas anak kita jadi Pria nakal dia marah sama Mama yang udah tega memisahkan anak dan Ayah, disini Mama yang salah." Papa lebih menyalahkan Mama lagi.
"Apa? Kenapa Papa nyalahin Mama. Mama lakukan ini tuh demi cucu kita Pa."
"Iya tapi Mama tidak memikirkan mereka, Mama pikirkan Irfan juga dong." ucap Papa
"Tapi Pa, Mama juga gak mau Yasmine disakitin lagi oleh Irfan."
"Papa yakin Ma, Irfan udah berubah."
"Mama hanya takut."
Irfan yang baru kembali ke kamar rawat Papa nya seperti mendengar keributan di dalam, dan saat ia masuk ternyata Mama nya sudah datang tapi kenapa orang tuanya ini ribut?
"Ma,Pa, ada apa ini?" tanya Irfan.
Kedua orangtuanya melirik kearahnya.
"Biar Mama mu yang katakan." ucap Papa
__ADS_1
"Ma, ada apa? Kenapa kalian ribut tadi?" tanya Irfan lagi.
"Dan dimana anakku Ma?" lanjutnya saat Mama masih diam saja.
"Itu ... Fan, anakmu dia ... " Mama jadi kesusahan bicara.
"Apa Ma? Mana Yasmine?" Irfan menegaskan.
"Yasmine tidak ikut Fan." ucap Mama
"Tidak ikut maksudnya Ma?" Irfan bingung
"Em iya dia masih disana gak Mama bawa."
"Apa?" Irfan memekik terkejut.
"Astaga Mama apa ini Ma? Irfan sudah berharap Mama akan membawanya pulang tapi ini apa maksudnya? Mama sungguh keterlaluan. Lalu Putriku dia sama siapa Ma?" tanya Irfan dengan menahan amarah bila tak ingat yang ada dihadapannya ini adalah Ibunya mungkin Irfan bakal semakin marah.
Sekali lagi Mama menceritakan kalau Yasmine saat ini di titipkan pada tetangga Mama disana yaitu penjual bunga depan rumah.
"Mama sangat keterlaluan, apa Mama percaya begitu pada orang asing Ma? Gimana kalau Yasmine dia culik Ma? Atau anakku orang itu menjualnya. Sungguh Mama sudah keterlaluan Ma? Kenapa tidak Mama bawa pulang anakku." Irfan berteriak keras.
"Kamu jangan lancang seperti itu sama Mama Fan, Mama melakukan ini karena ulah mu yang tidak mau mengurus anakmu. Kamu ingat itu Fan, kamu pernah menyakiti Yasmine dan Mama hanya takut kamu melakukan hal yang sama kepada Yasmine, apalagi kamu sekarang ini malah bermain wanita." ucap Mama
"Aku seperti ini karena Mama, aku kaya gini karena Mama memisahkan aku dengan anakku. Jadi Mama jangan menyalahkan ku." Irfan membela diri dia memang depresi udah di tinggal Jasmine beberapa tahun lalu, eh anaknya di bawa pergi.
"Sudah cukup kalian malah berdebat disini gak ada gunanya, Fan kamu sekarang ambil anakmu bawa dia pulang." usul Papa
"Tapi Pa, Mama gak enak sama Aruna dia udah Mama titipin kepercayaan." Mama masih dengan keputusannya.
"Papa benar, Aku harus menyusulnya dan membawa Putriku pulang. Ma, katakan dimana selama ini Mama menyembunyikan anakku?" tanya Irfan.
"Ma, beritahu saja. Papa yakin anak kita sekarang akan berubah karena dia juga menyayangi Yasmine." ucap Papa.
"Yasmine di kota Malang Fan." akhirnya Mama memberitahu alamat Mama tinggal selama ini.
"Tapi Fan, kamu minta anakmu baik-baik sama Aruna jangan kasar Fan, dan jangan memaksa anakmu juga." pesan Mama.
"Aku gak janji apalagi kalau dia tidak memberikan anakku padaku." ucap Irfan sambil berlalu pergi untuk segera membawa anaknya.
Simak kelanjutannya bagaimana Irfan bertemu dengan Aruna. .
__ADS_1