Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Dinner (Menyenangkan hati Istri)


__ADS_3

"Maafkan Nenek, sayang." ucap Nenek Jasmin memeluk tubuhnya.


"Nenek kenapa minta maaf?" ujar Jasmin yang tak mengerti.


"Karena Nenek banyak salah kepadamu dan juga ibumu, sayang." kata Nenek dengan lirih dan linangan air mata.


"Nek, apa sebelumnya terjadi sesuatu pada Nenek dan Mama?" tanya Jasmin dengan hati-hati takutnya sang Nenek marah.


Nenek pun terdengar menghela nafasnya, "Benar sayang, dulu Nenek sangat marah pada ibumu." jawab Nenek


Jasmine mulai penasaran dan langsung menatap Neneknya dengan serius, "Aku boleh tahu tidak Nek, apa sebenarnya yang terjadi, dan sepertinya Nenek menyimpan rahasia." kata Jasmin.


"Dulu, Nenek ingin menjodohkan Ibumu dengan anaknya teman dari Nenek, tapi ibumu menolak dan memilih menikah dengan kekasihnya. Saat itu Nenek benar-benar marah pada Ibumu, sehingga menyuruhnya jangan menemui Nenek lagi. Lalu beberapa tahun kemudian, Ibumu datang dengan membawa mu Jasmine. Tapi Nenek tetap keras hati tidak menerima dia bahkan kamu juga sayang. Nenek begitu menyesal, beberapa tahun setelah kejadian itu Nenek mulai sadar dan merindukan, mencemaskan ibumu dan kamu. Tapi Nak, Nenek tidak menemukan kalian, lalu sekarang justru anak Nenek telah tiada, sungguh Nenek begitu tersiksa mendengar kenyataan ini ...


Jasmin, tolong maafkan Nenek sayang. Nenek benar-benar bersalah." Nenek pun menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi lagi dari Jasmine.


Jasmine pun hanya bisa diam terpaku dia tak tahu harus bersikap seperti apa, yang jelas dia sangat terkejut. Berarti selama ini ibunya berjuang sendirian menghidupinya sebelum ibunya pergi.


"Nak, Nenek tahu kamu sangat marah dan kecewa pada Nenek 'kan? Nenek menerimanya sayang. Tapi Nenek begitu berharap kau mau memaafkan kesalahan terbesar Nenek ini." ujar Nenek saat melihat Jasmiine hanya diam saja. Nenek merasa ini adalah karma baginya.


"Maaf Nek, aku tidak bisa berpikir untuk sekarang ini. Aku tak tahu harus gimana." ucap Jasmin dengan suara pelan.


"Tidak apa-apa sayang, Nenek menerima semuanya kau mau marah pada Nenek lakukanlah, hanya Nenek minta sekali saja maafkan lah nenek mu ini." balas Nenek.


Jasmine tak menjawabnya lagi, dan saat ini ia butuh sendirian.


Saat tengah melamun seorang diri, seorang pria menghampirinya dan memeluknya dari belakang. Hingga membuatnya tersentak.


"Hei sayang, kamu disini." ucap si Pria


"Mas," seru wanitanya.


"Kenapa hm?" tanyanya lembut


"Kenapa apa?" balas Jasmin bingung.


"Ya, kamu kenapa melamun saja disini? Apa yang lagi kau pikirkan Sayang?" ucap Irfan memperjelas.


''Em tidak apa-apa Mas." balas Jasmin


"Kamu bohong, apa yang ada dalam pikiran mu bilang padaku." rupanya Irfan tidak bisa di bohongi.


"Aku hanya merasa sedih, Mas." jawabnya lirih


"Sedih? Siapa yang membuat istriku ini sedih ?" kata Irfan dengan nada tidak suka.

__ADS_1


Kemudian Jasmiine menceritakan semuanya, apa yang terjadi pada ibunya waktu lalu. Tapi rupanya Irfan sedikit tahu tentang kejadian Bibi nya atau ibu dari istrinya ini. Memang dulu Bibi Lisa kabur dengan kekasihnya dan Menikah tanpa restu, disini Irfan tidak terlalu shock namun ia juga cukup pura-pura baru mendengarkannya.


"Yasudah semua itu kan telah berlalu, apa sekarang ini kamu akan bersedia memaafkan Nenek?" ucap Irfan namun tak memaksa istrinya.


"Entah Mas, tapi jujur aku masih terkejut." balas Jasmin


"Mas gak akan maksa kamu, tapi Mas berharap kau mau memberikan maaf untuk Nenek. Ingat sayang, nenek mu udah tua, dan sekarang beliau hanya punya kamu." Irfan memberikan pengertian pada istrinya itu.


****


Meninggalkan Jasmin yang masih dengan kecewa terhadap Neneknya. Di lain tempat dua anak manusia justru semakin dekat saja.


Mereka adalah Alex dan Evelyn, kini Evelyn sudah mulai membuka hati untuk Alex. Apalagi melihat Alex yang cukup memberikan perhatian kepadanya ini, membuatnya merasa nyaman.


"Aku ingin keluar." ucap Evelyn


"Keluar kemana?" tanya balik Alex yang tengah berada di kediaman Evelyn.


"Ya, apa aja jalan-jalan kek." seru Evelyn


"Jangan jalan-jalan itu bahaya." protes Alex tiba-tiba.


"Hih, bahaya apa?" Evelyn mendelik.


"Ya ampun cuma jalan-jalan dan itu pelan juga, kamu tuh terlalu berlebihan. Orang Dokter saja tidak melarang, ini kamu siapa? Sok larang!" balas Evelyn


"Itu kan kata Dokter, tapi yang harus kamu dengarkan itu kataku!" tegasnya


"Apa? Ngapain aku ikutin katamu." ucap Evelyn


"Ngeyel kamu, apa kau lupa dia ini anakku juga. Sudah sepantasnya aku menjaganya." kata Alex menunjuk pada perut Evelyn.


"Yaudah nih Lo aja yang hamil, kenapa jadi gue sih yang dilarang." Evelyn menggerutu dan manyun.


Alex jadi merasa kasihan lalu bertanya, "Kamu ingin banget pergi jalan-jalan?" ucapnya


"Ya! Kenapa nanya lagi." jawabnya cetus


"Baiklah, Ayo kita keluar. Tapi ingat, jangan sampai kelelahan ok!" kata Alex akhirnya menyetujui keinginan Evelyn.


"Hm ok, asal bisa pergi." sahutnya dengan tersenyum.


Evelyn pergi di temani Alex tentunya, dan memilih pergi ke Mall. Rupanya jiwa sosial Evelyn belum hilang, tentu saja ia adalah anak orang terpandang.


Sementara itu, Irfan merasa ia harus mengajak istrinya ini pergi dinner di luar, untuk mencairkan suasana hati Istrinya. Daripada hanya merengut di dalam rumah saja, mending Irfan mengajaknya pergi.

__ADS_1


"Bersiap-siaplah!" bisiknya.


"Hm, maksudnya?" tanya sang istri


"Ayo bersiap, kita akan pergi keluar." jelasnya


"Hah kemana? Dan kenapa mendadak?" ucap Jasmin


"Sudah siap-siap saja gih, nanti kamu juga tahu." kata Irfan


"Baiklah, tunggu bentar."


"Hm."


Jasmin pun beranjak dan berganti pakaian, bila Irfan mengajaknya keluar maka Jasmine sudah pasti harus memakai pakaian yang cukup modis, kalau hanya di dalam rumah, ia selalu memakai pakaian longgar dan bukan pakaian yang mewah.


"Ayo Mas, aku udah siap." beberapa saat kemudian Jasmine telah siap.


"Ckkk," Irfan berdecak dan geleng-geleng kepala melihat perubahan Istrinya Maksudnya berubah tambah cantik, .


"Mas kenapa?" Jasmine tak nyaman di tatap seperti itu.


"Oh tidak sayang, hanya kau begitu cantik." pujinya membuat si wanita bersemu merah.


"Mas ihh, jadi gak nih keluarnya? Malah gombal kamu!" kata Jasmin mengalihkan pembicaraan.


"Ya jadi jadi dong sayang, ayo!" Irfan meminta Jasmin menggandeng lengannya.


Dengan malu-malu Jasmine menyahut uluran tangan suaminya dan mereka berjalan beriringan menuju pintu.


"Kau benar-benar cantik, apa kamu ini seorang bidadari?" ucap Irfan sembari menyetir mobil. Ya, mereka tengah di perjalanan.


"Mass ih, udah stop gombalnya. Aku jadi malu." sahut Jasmine mungkin tak kuat mendengar gombalan ini.


"Hahaha, lucu sekali Istri Mas ini." Irfan terkekeh melihat wajah Jasmine yang sudah memerah.


"Oh ya Mas, kamu ini mau ngajak aku kemana, kamu belum mengatakannya." tanya Jasmin jelas ini untuk mengalihkan pembicaraan lagi.


"Kita akan makan bersama di luar atau istilah nya dinner sayang, kita akan ke Mall." beritahu nya.


Jasmine hanya manggut-manggut namun dalam hatinya ia bergembira.


Jadi Mas Irfan, akan mengajakku makan di luar, dia sangat romantis sekali dan ia juga selalu bisa membuat hatiku kembali senang dan tenang. Terima kasih Mas, terimakasih Ibu, ini semua berkatmu. Ibu sudah memberikan jodoh yang terbaik untuk anak mu ini Bu.


.

__ADS_1


__ADS_2