
Tibalah juga sekarang mereka di tempat yang berjualan kerak telor yang di inginkan Jasmine. Dan tadi Irfan dengan cepat mengejar wanita itu lalu membawanya ke tempat ini.
"Pak, saya ingin kerak telor nya ya." ucap Jasmine kepada si penjual yang umurnya sudah sedikit tua itu.
Si pedagang melihat pada Jasmine kemudian balas bertanya, "Mau beli berapa porsi neng?" begitu kata si Bapak.
Jasmiine melirik pada Irfan lalu berkata, "Mass, kamu mau juga gak?" tanya Jasmine.
"Tidak ah sayang, kamu pesan satu aja untukmu." jawab Irfan yang memang tidak ingin.
"Ouh yaudah, Pak. Saya pesan satu porsi aja ya." kata Jasmiine.
"Baik neng, di tunggu ya. Neng sama mas nya bisa duduk dulu." si Bapak mempersilahkan mereka duduk sambil menunggunya membuat pesanan Jasmine.
Kemudian setelah beberapa saat selesai juga pesanan Jasmine itu dan mereka kembali ke kantor dikarenakan Irfan masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan hari itu.
"Sayang, emang kerak telor itu enak ya?" tanya Irfan sambil melihat istrinya memakan dengan lahapnya.
"Hmm mas, ini enak sangat enak, ayo coba mas." jawab Jasmine dengan menawarkan sekali lagi pada suaminya.
"Em tidak ah." dan pria itu lagi menolaknya.
"Kenapa mas? Oh apa kamu gak suka?" tanya wanita itu heran.
"Bukan tidak suka lagi tapi Aku belum pernah mencicipinya." jawab Irfan.
"Apa? Serius kamu mas? Belum pernah coba?" jelas wanita itu terkejut.
"Ya!" Irfan mengangguk.
"Astaga, kok bisa? Maksudku ini kan makanan umum yang siapapun pasti pernah mencobanya." pikir Jasmin.
"Tapi emang Aku gak pernah nyobain makanan kayak gitu, sayang." kata Irfan.
"Padahal ini enak loh Mas, kenapa kamu gak pernah nyoba ya? Apa emang orang kaya mah gak suka makanan pinggir jalan?" tebaknya.
"Eh tidak bukan seperti itu kok hanya saja ... " Irfan ingin menepis ucapan Jasmine tapi dia bingung sendiri hanya menjawab apa, karena kenyataannya dia tidak pernah membeli ya makanan di pinggir jalan.
"Sudah gak perlu dijawab mas, tapi Mas Aku ingin kamu coba ini sedikit saja ya, mau ya Mas!" tiba-tiba Jasmine mendesak agar Irfan mau memakan kerak telor itu.
__ADS_1
"Apa?" Irfan justru jadi tercengang.
"Huum, ayo mas, ini anakmu yang minta." pintanya dengan mengusap perut.
"Serius kamu?"
"Huum, ayo dong ini enak dan gak beracun."
"Yaudah."
Jasmine mulai menyuapi Irfan kerak telor tadi dan ternyata rasanya memang enak Irfan sedikit nyesel tadi tidak beli.
"Gimana enak bukan?" ucap Jasmine dengan menahan tawa karena rupanya Irfan doyan juga yang tadinya so so'an menolak.
"Em iya enak sayang."
"Hahaa dasar ya kamu tadi aja nolak udah tau ini tuh emang enak Mas." akhirnya tawa Jasmin pecah.
Satu bulan kemudian..
Irfan di undang oleh Excel ke pernikahan nya dengan Evelyn malam ini dan Pria itu memberikan undangan tersebut kepada istrinya yang juga di undang tentu saja.
"Itu undangan pernikahan." jawabnya sembari duduk di samping Jasmin
"Undangan pernikahan, siapa yang mau menikah?"
"Evelyn."
"Evelyn, mantan kamu?"
"Ya."
"Sama siapa? Oh apa sama sepupu mu itu?" tebaknya
"Hm benar, dan mereka mengundang kita, tapi kalau kamu keberatan untuk datang tidak masalah sayang, kita tak usah datang." kata Irfan dengan penuh pengertian.
Jasmine pun berfikir dengan kata-kata suaminya. Kemudian melirik Irfan, "Mas."
"Hm?" Irfan balas menatap.
__ADS_1
"Kita datang saja ke acara mereka." ucapnya.
"Kamu serius mau datang, sayang?"
"Iya kenapa tidak, kita datang saja toh mereka juga udah ngundang kita kan? Mungkin ini adalah awal dari kebahagiaan dan ketenangan hubungan kita." ucap Jasmine dengan bijak.
"Apa tidak apa-apa kita datang? Maksudku kamu --- "
"Tidak mas, iya gapapa mas Aku yang ingin datang." Jasmine memotong ucapan Irfan dengan cepat.
"Yasudah kita akan datang." kata Irfan.
Sebelum malam tiba Irfan berpamitan untuk pergi ke suatu tempat.
"Dia mau pergi kemana, kok gak ajak Aku sih." Jasmine yang tadi mengijinkan Irfan keluar justru kini dia jadi berfikir macam-macam sambil wajahnya di tekuk merasa kesal ditinggalkan suaminya.
"Ah daripada mikir yang tidak-tidak mending Aku rebahan sambil nonton." tak lupa cemilan tersedia di sampingnya hingga tidak terasa dia pun ketiduran dengan TV masih menyala.
Beberapa jam kemudian Irfan sudah pulang dengan membawa paper bag di tangannya, dan masuk ke rumah melihat istrinya lagi berbaring juga tertidur.
Cuppp
Pria itu mencium pipi istrinya.
"Sayang bangun jangan tidur di waktu sore." katanya memperingati.
"Ah ngantuk mas." gumam Jasmine
"Yaudah tapi lima menit lagi kamu harus bangun ingat gak baik sayang." peringat nya kembali.
"Hmm." Jasmine menjawab dengan mata terpejam.
Irfan pun melengos pergi ke kamar untuk menyegarkan tubuhnya serta menyimpan yang dia bawa.
Tanpa dia sadari Jasmiine sedikit membuka mata melihat suaminya membawa sesuatu di tangannya.
"Apa yang dia bawa?" dan kembali tidur memang si ibu hamil ini bawaannya pengen bobo terus.
Halo assalamu'alaikum..
__ADS_1
Terima kasih banyak untuk semua yang masih setia di cerita Jasmine dan Irfan suaminya ya, othor mau meminta maaf sebelumnya karena sudah lama tidak update, tapi insyaallah dari tgl satu besok di usahakan update. Sekali lagi mohon maaf dan terima kasih bila masih mau di cerita mereka 😍😍