
Saat ini Momy tengah membaca isi surat yang dibawa oleh Jasmine, dan Momy sangat mengenali tulisan ini yaitu tulisan milik Lusi.
''Ternyata benar ini kamu Lisa.'' ucap Momy lirih
''Ya Tuhan Lisa, kamu ... Kamu hikss.'' Momy tiba-tiba menangis histeris.
''Mom,'' Irfan mendekati Momy nya yang menangis sesudah membaca isi suratnya.
''Kesini Nak.'' perintah Momy pada Jasmin
Jasmiine yang bingung melirik pada Irfan lalu setelah suaminya menganggukkan kepala barulah Jasmine berjalan mendekati Momy.
Momy mengusap-usap rambut Jasmine merasa sakit dalam hatinya karena menyesal baru mengetahui hal besar ini.
''Nak, kamu memang anaknya Lisa adik Momy. Maafkan Momy ya, yang sudah lama tidak bisa menemukan mu.'' Momy langsung memeluk Jasmine sambil menangis terisak.
''Jadi Ibuku adalah saudara Tante?'' ucap Jasmiine mulai mengerti dan ikut menangis.
''Benar Nak, Ibumu sepupunya Momy dan kita masih satu keluarga. Oh ya, jangan panggil Tante Nak, tapi panggil saya Momy karena kamu adalah menantu ku.'' perintah Momy pada Jasmiine.
''Em baik Tante, e-eh Momy.''
''Mom, jadi Aku dan Jasmine masih ada satu hubungan begitu? Tapi Bun, bagaimana dengan hubungan kami sekarang ini karena kita sudah menikah apa itu bukan suatu masalah kan Mom?'' ucap Irfan menanyakan hubungannya dengan Jasmine sekarang ini takutnya mereka tidak diperbolehkan menjalankan hubungan ini.
''Menurut Momy, kalian sah sah saja untuk menikah karena kalian juga bukan saudara kandung asli. Jadi tidak masalah dengan pernikahan kalian.'' jelas Momy
''Syukurlah Mom, Aku takut saja kalau hubungan kami ini salah.'' ujar Irfan.
''Tidak Nak, kamu jangan cemas karena kalian tidak bersalah.'' Momy pun memeluk Jasmiine dan juga Irfan.
''Lalu sekarang dimana ibuku Momy?'' tanya Jasmine
''Ibumu dia sudah meninggal Nak.'' ungkap Momy
''Apa? I-itu tidak benar Mom, bahkan Aku belum melihat wajahnya, tidak.'' sekarang Jasmine yang histeris.
__ADS_1
''Apa Momy tidak lagi bercanda kan?'' Irfan juga terkejut.
''Tidak Fan, Momy juga shock tapi inilah kenyataannya lihat, dia menuliskan semuanya disini.'' ujar Momy
Jasmiine langsung mengambil kertas tersebut lalu dia membacanya dengan tangan bergetar dia benar-benar terkejut, dunianya terasa runtuh.
''Ma ... Kenapa Mama harus meninggalkan ku kenapa Mama pergi bahkan Aku tidak pernah melihat wajahmu Ma?'' jerit tangis Jasmine pecah membaca isi surat, dimana Lisa menuliskan ia meminta maaf pada Jasmine, karena ketika anaknya itu membaca surat ini mungkin sat itu juga Lisa sudah tiada untuk selamanya.
''Sabar sayang tenanglah.'' ujar Irfan
''Mas, kenapa jadi seperti ini Mas? Mama ... Mama kandungku Mas, udah pergi hikkss.'' adunya pada sang suami.
''Ssttt, udah sabar sayang.''
Kini saatnya Jasmine, Momy dan Irfan pergi ke rumah sang Nenek yaitu Ibunya Lisa. Tapi Jasmiine penasaran kenapa ibunya tidak memberikannya pada sang Nenek sejak kecil dulu, tapi justru memberikan dia kepada orang asing seperti Bu Salma. Sungguh ini membuat wanita itu bertanya-tanya dan ada apakah ini.
''Apa kamu ingin bertemu dengan Nenek mu sayang?'' ucap Momy pada Jasmin sebelum tadi memutuskan pergi.
''Jadi nenekku masih ada?'' tanya balik Jasmine
''Masih Nenekmu masih ada.'' jawab Momy
Tiba di rumah yang tidak terlalu besar itu keluarlah seorang Nenek tua dari dalam menyambut kedatangan mereka.
''Itu Nenek mu, sayang.'' bisik Irfan memberitahu Jasmiine.
''Jadi itu nenekku?'' ulangnya.
''Hm.'' Irfan mengangguk.
''Tante, gimana kabar Tante?'' ucap Momy menyalami tangan
''Risa, kamu datang Tante baik Ris, kamu datang sama Irfan.'' ucap Nenek tua itu
''Benar Tante.'' ujar Momy
__ADS_1
''Nek, sehat Nek.'' kini Irfan menyalami tangan Ibunya Lisa.
''Fan, kamu sudah besar ternyata Nenek sehat gimana kabar mu.'' ujarnya Nenek
''Alhamdulillah baik Nek.'' balas Irfan
Kemudian Nenek samar-samar melihat pada Jasmine karena pandangannya sudah mulai rabun.
''Ya Tuhan.'' tiba-tiba Nenek memekik seperti terkejut melihat kedatangan Jasmin, mata Nenek pun langsung berkaca-kaca.
''Tan, kenapa?'' ucap Momy
''R-risa, apa itu Lisa? Lisa anak Tante? D-dia datang Ris?'' tanya Nenek dengan suara terbata-bata dan menunjuk Jasmine.
''Tante, dia bukan Lisa.'' kata Momy
''Gak mungkin Risa, Tante masih bisa jelas melihatnya lihat lah Ris, dia Lisa wajahnya bukankah mirip dengan Lisa.'' kukuhnya menganggap Jasmine adalah anaknya yang telah lama pergi tanpa ada kabar lagi.
''Iya dia ini wajahnya memang mirip dengan Lisa, karena dia adalah anaknya Lisa Tante.'' akhirnya Momy mengungkapkan nya juga.
''A-apa anaknya Lisa? Kamu cucuku?'' ujar Ibunya Lisa
''Benar.'' Jasmine mengangguk kecil.
''Cucuku.'' Nenek pun langsung memeluk Jasmine kemudian Nenek tiba-tiba teringat dengan kejadian puluhan tahun lalu dimana beliau dulu tidak mau menerima Jasmin bahkan mengusir Lisa.
''Kemana Ibumu Nak? Dimana dia? Kenapa tak ikut menemui Nenek?'' tanyanya teringat pada Lisa.
Jasmiine tak mampu menjawabnya dan hanya menangis, ''Tante, Lisa dia sudah tiada.'' Momy yang menjawabnya.
''Apa? Itu gak mungkin Risa tidak! Tidak Lisa ... Lisa anakku. Kenapa kamu meninggal secepat ini.'' Nenek sangat shock hingga jatuh pingsan.
''Nek bangun Nenek.'' ucap Jasmin
''Ya Tuhan Nek, bangun.'' kata Irfan
__ADS_1
Kini hanya ada penyesalan dalam diri Nenek karena dulu beliau sudah sangat kejam pada Lisa anaknya. Akibat kekerasan hatinya saat itu hingga Nenek tak mau menerima kehadiran Jasmin kecil. Dan sekarang anaknya sampai telah tiada pun Nenek baru tahu, saat ini Nenek hanya ingin menebus kesalahannya dengan menghabiskan sisa hidupnya bersama Jasmiin.
''Maafkan Nenek Jasmiine cucuku, maafkan ibu Lisa, maafkan semua kesalahan keegoisan ibu ini.'' Nenek benar-benar menyesal.