
''Jawab aku ini kita mau kemana?Kamu akan membawa ku kemana Kak?'' tanya Jasmine masih menginginkan jawaban dari Irfan.
''Sudah kamu cukup diam saja jangan banyak bertanya pokoknya kita akan ke suatu tempat dimana disana hanya akan ada kita saja.'' balas Irfan justru semakin membuat wanita itu takut.
''Gak mau pokoknya turunkan Aku juga, cepat hentikan mobil ini aku mau turun.'' jerit nya memaksa, Jasmine pun menggedor-gedor kaca mobil dan dia memaksa buka kunci mobil itu.
''Hei Jasmine kamu kenapa? Tidak usah takut Jasmin, Aku tidak akan berbuat hal yang jahat Kok.'' balas Irfan menarik tangan Jasmine.
''Tidak Kak lepaskan aku lepas, aku mau turun cepat hentikan mobilnya.'' pinta Jasmine berteriak histeris
Kemudian Irfan menepikan kendaraannya di pinggir jalan, lalu Jasmine mulai tenang tapi masih berusaha membuka pintu mobil.
Irfan menurunkan kursi yang di duduki Jasmine sehingga membuat wanita itu memekik ''Aaaaa kenapa ini, Kak?'' ucapnya kaget sampai refleks menarik baju Irfan yang justru membuat pria itu hampir jatuh menimpanya.
Irfan membungkuk di depan tubuh Jasmine jarak keduanya begitu dekat hingga aroma dari tubuh mereka masing-masing tercium jelas.
Mata keduanya pun saling bertemu Jasmine melihat mata tajam namun penuh kasih sayang itu dengan jelas, begitu juga dengan Irfan melirik mata bulat dan berbulu lentik itu begitu indah.
''Jasmine.'' Irfan memanggilnya
''I-iya?'' balasnya terbata
''Kamu ... Sangat cantik.'' puji nya sambil tangan membelai pipi Jasmin.
Jasmine tidak tahu harus merespon seperti apa, tapi yang jelas dia merasakan pipinya panas dan mungkin saja memerah.''
''Hei Jasmine, aku ingin mengatakan sesuatu hal padamu.''
''A-apa?''
''Kau adalah wanita yang sangat baik, dan kau sudah sukses membuat mu hadir dalam hatiku ini,'' menyentuh dada nya ''Kau kini ada disini dan aku ... '' Irfan sengaja menggantung ucapannya, sambil menatap Jasmin dalam.
''Kamu apa?''
''Aku mulai mencintai mu,'' ungkapnya
''Apa?'' Jasmin terkejut
''Lalu Wanita itu bagaimana? Bukankah dia---''
''Dia memang pacar ku, tapi sekarang rasa cinta ku padamu lebih besar di bandingkan rasa cintaku padanya.'' potong Irfan.
''Benarkah? Tapi kenapa bisa?'' sungguh Jasmine tidak percaya apakah kehadirannya yang baru beberapa bulan ini bisa begitu cepat menggeser posisi Evelyn yang katanya sudah tiga tahun ini bersama Irfan. Rasanya Jasmine berpikir mungkin Pria ini hanya membual.
''Iya memang seperti itu kenyataannya Jasmin.'' Irfan menegaskan
''Tidak mungkin, aku sangat gak percaya padamu.'' ucap Jasmine kemudian mendorong tubuh Irfan agar menarik tubuh itu dari atas nya.
__ADS_1
''Aku serius aku sangat menyukai mu.'' ujar Irfan dan hal tak terduga pun terjadi kembali Irfan tiba-tiba mencium bibir Jasmine dan ini adalah ciuman kedua mereka.
''Mmmm ... Mmm ... '' Jasmine berontak tapi lama-lama menikmatinya karena permainan pria ini sangat pelan namun menuntut.
Irfan terus mencumbu Jasmine kemudian tangan Irfan pun menari-nari di buah dadanya.
''Sshhh, kakkk.''
Irfan jadi tersenyum melihat Jasmin mengeluarkan suara indah, dan menutup mata menikmati, baru juga main di gunung udah kayak gitu. Apalagi sampai Irfan menerobos gua yang hangat.
''Kita bisa lanjutkan lagi nanti di sana, jangan di teruskan di dalam mobil.'' ucap Irfan dengan buru-buru menghentikan ciumannya karena tidak ingin berlanjut di mobil.
'Heh apa maksudnya?' Jasmine bertanya-tanya dalam hati.
Dia pun malu karena sudah menikmati ciuman dari Irfan bahkan tadi sepertinya dia sampai mendesah segala, sungguh naif rasanya itu yang ada dalam pikirannya saat ini.
Karena malu akhirnya Jasmine memilih untuk memejamkan matanya dan pura-pura tidur saja. Eh taunya dia justru ketiduran beneran di dalam mobil.
Beberapa jam kemudian mobil Irfan sudah tiba di suatu tempat yang terbuat dari bambu namun walaupun begitu rumah ini memiliki nilai jual sangat tinggi apalagi berada di suatu puncak.
Kemudian pria itu menepuk pipi Jasmine guna akan membangunkan nya tapi rupanya Istrinya ini sudah seperti kebo saja, susah sekali di bangunkan nya.
''Ok sayang, mungkin kau ingin aku gendong ya, baiklah.'' ucap Irfan dan langsung menggendong nya yang masih terlelap bahkan tidak merasa terusik sedikitpun.
''Ahhh kau cukup berat juga sayang.'' keluh nya sembari menidurkan Jasmine di atas tempat tidur dalam kamar itu.
Saat Irfan mandi barulah Jasmine bangun dari tidurnya dan melihat bangunan aneh juga asing.
''Eh, ini aku dimana?'' pekiknya sembari duduk
''Astaga apa aku mau di jual olehnya? Kemana lagi dia, kenapa tidak ada.'' Jasmin memikirkan hal yang menakutkan.
Pikiran Jasmine sudah berkelana ke hal-hal yang menyeramkan.
''Tidak mungkin, dia 'kan sudah janji pada Ibu kalau dia akan selalu menjagaku tapi masalahnya ini dimana.'' monolognya berbicara sendiri.
Kkkkrrrrkk
Pintu kamar mandi di buka rupanya seorang pria keluar baru selesai mandi, terlihat dari dada bidang nya yang kelihatan karena belum pakai baju dan juga air bekas mandi masih bercucuran membasahi tubuh bagian atasnya.
Jasmin melongo melihat penampakan itu tubuh yang begitu bagus terawat dan sangat perfek!
Glekkk
'Tuhan ... Pahatan yang sempurna, ciptaan mu ini sungguh sempurna luar biasa.' pujinya
''Iya iya, aku tahu aku ini memang tampan dan sempurna kan? Tapi kenapa harus menatap ku dan perutku seperti itu hm? Kalau kau mau raba saja ini.'' ucap Irfan tiba-tiba sudah berada di atasnya entah kapan Pria itu berjalan mendekati nya.
__ADS_1
''Aaaaaaaa, apa yang kamu lakukan menjauh dariku!'' jeritnya.
''Kalau aku tidak mau pergi bagaimana?'' Irfan justru semakin senang menggodanya.
''Itu ... Awas ah!'' Jasmine mendorong tubuh Irfan dengan tangannya hingga akhirnya justru dia menyentuh kulit itu.
Tapi kekuatan Irfan tidak bisa di kalahkan oleh kekuatan Jasmine yang hanya seorang wanita.
''Sudah jangan banyak melawan Aku tahu tenaga mu sudah hampir habis kan.'' ejeknya
''Haaaa, sudah tahu aku ini wanita yang kekuatannya tak sebanding dengan mu lalu kenapa masih diam saja hah? Menyebalkan sekali.'' umpatnya.
''Heiii, jangan mengumpati suami tidak boleh itu!'' kata Irfan.
''Ah terserah mu saja aku capek berdebat.''
''Ya ya, kalau sudah capek makanya diam saja kan sudah ku katakan dari tadi diam dan turuti Aku, wahai Istri.'' bisik nya membuat bulu halus berdiri.
''Aw, geli.''
''Ya ampun gitu saja udah mendesah.'' ejeknya lagi
''Apa? Siapa yang kamu sebut mendesah, tidak ya!'' balas nya mengelak.
''Itu kan tadi kamu desah loh, oh ya gimana nih?''
''Gimana? Gimana apa?'' tanya Jasmine bingung
''Itu yang tadi di mobil kita lanjutkan lagi yuk sekarang, mumpung aku sedang tidak pakai baju loh!'' ucapnya
Sontak saja Jasmine langsung membulatkan matanya dia terkejut dan panik, ''Tidak!'' seru nya dengan nada tinggi.
''Kenapa? Kita sudah halal.''
''Tidak! Karena kamu pacar orang, aku tidak mau jadi perebut laki orang!'' jawab Jasmin tegas.
''Tidak ada yang seperti itu Jasmine, kamu bukan perebut.''
''Tapi kamu milik dia kak.'' ucapnya lirih
''Sekarang tidak lagi, dan hanya kamu milikku!'' Irfan menegaskan kemudian Irfan mulai mendekatkan wajahnya pada wanita itu lalu mencumbu Jasmine lagi.
Cumbuan turun ke lehernya dengan memberikan tanda kepemilikan.
Kemudian setelah dirasa Jasmine rileks dengan permainan Irfan langsung mengarahkan miliknya pada inti Jasmine.
''Tahan sedikit sayang.'' bisiknya
__ADS_1
''Aaaaaaa!'' Jasmine langsung memekik berteriak keras, merasakan sakit pada miliknya.