
Irfan tengah menikmati teh manis hangat buatan istrinya yaitu Jasmine, dan entahlah pria itu jadi kesenangan menyebutnya Istri. Mungkinkah Irfan mulai membuka hati?
Pria itu melihat jam yang melingkar di tangannya hari sudah siang dan Irfan memutuskan untuk pergi ke kantornya sekarang.
Namun sebelum ia pergi, dirinya menemui Jasmine dulu karena ingin berpamitan.
''Bi, apa Bibi lihat Istriku ?'' tanyanya pada Bibi Ida yang sedang menyetrika.
Bibi menoleh, ''Oh Non Jasmine, itu mas di belakang katanya tadi mau ngasih ikan makan.'' beritahu Bibi
''Ok Bi, makasih.'' Irfan berlalu menemui Jasmine rupanya benar wanita itu sedang memberikan ikan-ikan makan.
''Sedang apa ?'' tanya Irfan tepat berada di belakang Jasmine sehingga wanita itu terlonjak kaget.
''Kamu ngagetin aja, ini lagi kasih ikan makan.'' jawabnya menunjuk pada ikan dalam kolam.
''Aku akan pergi ke kantor dulu, kamu disini sama Bibi Ida, jangan kemana-mana.'' ujar Irfan
''Iya, memang aku akan kemana? Tiap hari juga aku disini.'' ucap Jasmine
''Bagus lah, Aku takut saja kamu pergi diam-diam ke rumah ibu mu lagi.'' ucap Irfan
''Apa itu maksudnya? Kamu lagi nyindir Aku? Karena kemarin pergi gak bilang kamu?'' Jasmiine menatap jengkel pada Irfan.
''Aku hanya khawatir sama kamu, kalau mau pergi itu setidaknya kabari aku dulu. Maaf bukan aku mau ikut campur dengan hidup mu tapi aku gak mau kamu kenapa kenapa, kamu paham kan maksud ku?'' ujar Irfan berharap Jasmine mengerti.
''Baiklah iya, aku sangat mengerti maksud kamu. Lain kali aku akan beritahu mu kalau aku akan pergi.'' ucap Jasmiine.
''Bagus, yaudah aku pergi dulu ya istriku. Tunggu aku kembali nanti aku akan pulang kesini.'' ucap Irfan dengan sedikit godaan untuk Jasmine.
''Hei, berhenti sebut aku kaya gitu.'' Jasmine berteriak dan protes tapi Irfan sudah keburu pergi.
''Issh nyebelin kamu, Kak.'' Jasmine menghentakkan kakinya ke lantai.
Bisa-bisanya Pria itu hari ini nyebut aku kaya gitu terus, kesambet apa ya dia? Ngelantur nya aneh, ucap batinnya Jasmin keheranan.
**
Sementara itu di tempat yang berbeda, seorang Pria nampak kesal dan uring uringan karena dia kesusahan bertemu dengan Evelyn. Al hasil dia juga susah melancarkan aksinya.
''Sial si Evelyn kenapa dia jadi jarang sekali ke kantor untuk menemui si Irfan. Gue jadi susah untuk melanjutkan rencana gue kan, ah sebaiknya gue cari ide.'' gumam Alex dengan tersenyum jahat
__ADS_1
''Ok kita mulai.'' ucapnya bersemangat
Tok
Tok
Alex mengetuk pintu ruangan Irfan, dan hari juga sudah mulai malam.
''Siapa?'' tanya Irfan dari dalam.
''Ini gue, boleh masuk kan?'' ucap Alex menjawab.
''Oh, masuk saja Lex.'' sahut Irfan
Alex membuka pintu kemudian berjalan masuk lalu duduk di salah satu kursi di ruangan Irfan.
Ruangan yang luas, rapi, dan juga dominan warna abu itu ciri khas seorang laki-laki.
Agak sesak hati Alex bila masuk ke ruangan ini, dia sangat memimpikan untuk bisa menguasai ruangan juga perusahaan ini, tentu ingin sekali menyingkirkan Irfan.
Alex pun coba menahan sikapnya di tidak akan menunjukkan nya hari ini.
''Ada apa Lex? Tumben Lo ke ruangan gue?'' tanya Irfan memulai percakapan.
''Soal apa Lex, pekerjaan di kantor semua baik-baik saja kan?'' yang Irfan kembali.
''Bukan Fan, ini bukan urusan kantor dan semua baik disini,''
''Lalu?''
''Jadi gini Fan, gue mau ijin sama Lo, kalau gue ada urusan dan gue mau minta cuti untuk beberapa hari ini.'' ucap Alex
''Ada acara apa Lex, kalau boleh gue tahu?'' ucap Irfan
''Biasa lah acara pernikahan teman gue, tapi di adakan di luar kota. Gimana Fan, Lo kasih cuti ke gue kan?'' kembali ucap Alexander meminta jawaban Irfan.
Irfan sedikit merasakan aneh dengan sikap Alex hari ini, bagaimana tidak bisa berpikiran seperti itu? Karena ini adalah pertama kalinya Alex menganggap Irfan sebagai petinggi di perusahaan..
Karena biasanya, Alex akan berbuat sesuka hatinya dimana dia sering tidak bertanggung jawab pada pekerjaan nya, keluar masuk kantor sesuka dia tanpa menghargai keberadaan Irfan.
Namun hari ini tiba-tiba saja adik sepupunya itu minta izin, tapi Irfan tidak berpikir banyak dan baguslah kalau Alex mulai berubah tahu akan tanggung jawab dan kesopanan.
__ADS_1
''Iya gue beri Lo izin untuk cuti, tapi ingat Lex ini hanya untuk tiga hari saja Lo di sana, dan setelah itu Lo harus kembali bekerja!'' Irfan mengingatkan dengan tegas.
''Yaudah thanks Fan, Lo emang sepupu yang baik.'' Alex langsung memeluk tubuh Irfan tanda dia benar-benar berterima kasih.
Tak lama kemudian, ada seorang OB yang mengetuk pintu ruangan Irfan,
''Permisi Pak, ini minuman nya.'' ucap si OB dengan sopan
''Saya gak pesan minum kok.'' ucap Irfan dengan bingung.
''Iya ayo bawa saja kedalam, Fan itu gue minta dia buatkan minuman untuk kita malam ini, anggap saja ini ucapan terima kasih gue sama Lo.'' rupanya Alex lah yang memesan minuman itu.
OB pun meletakkan nya di atas meja setelah itu dia berlalu pergi, sesudah di beri kode oleh Alex.
''Saya permisi Pak Irfan, Pak Alex.'' ucap OB.
''Ya, pergilah.'' sahut Alex.
''Astaga, gue rasa Lo berlebihan deh Lex sampai kaya gini segala.'' ucap Irfan
''Gak ada berlebihan Fan, pokoknya Lo terima ini gue tulus loh Fan, ngasih buat Lo.'' kekeh Alex ingin Irfan menerimanya.
''Baiklah gue terima, thanks you Lex.'' Irfan tak menaruh curiga apapun dan dia langsung meminumnya sebelumnya mereka bersulang dulu.
Hingga hampir setengahnya Irfan meminum air yang di berikan oleh OB, dengan suruhan Alex tentunya. Kepala Irfan jadi terasa pusing juga penglihatan nya pun berkunang-kunang, dia memegang kepalanya dengan tangan.
''Ada apa Fan?'' tanya Alex pura-pura kaget juga panik.
''Kepala gue agak pusing nih .'' beritahu nya
''Mungkin Lo kecapean Fan, sebaiknya Lo istirahat saja.'' Alex membantu Irfan berbaring di tempat tidur yang ada di ruangan itu.
''Gue ngerasa ngantuk nih Lex, gue ingin tidur.'' gumam Irfan karena kesadarannya sudah mulai kabur.
''Iya Fan, mending Lo tidur saja Lo istirahat lah.'' ucap Alex
Dia menunggu Irfan sampai benar-benar tidur pulas dan Tiga puluh menit kemudian, sesudah di rasa Irfan benar-benar tidur Alex langsung melancarkan aksinya melakukan ide yang sudah dia susun dengan rapi.
Kemudian Alex mengambil ponsel Irfan jarinya langsung mengetikkan pesan pada seorang wanita dari ponsel Irfan. Setelah wanita itu membalasnya Alex menghapus jejak pesan tersebut lalu menyimpan kembali ponselnya Irfan di tempat semula.
''Heh, tidurlah yang nyenyak sampai besok sepupuku yang bodoh.'' ucap Alex tersenyum puas sudah membuat Irfan tidur tak bergerak lagi.
__ADS_1
Alex meninggalkan Irfan yang tertidur, dan saatnya dia menemui orang yang dia kirim pesan tadi lalu ia tak sabar melancarkan aksinya untuk bersenang-senang malam ini.