Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Salah menuduh jadi kena tampar


__ADS_3

''Irfan .... Irfan dimana kamu, Irfan?'' teriakan seorang wanita yang seperti orang gila itu menggema di ruangan kantor punya Irfan, sambil memanggil kekasihnya.


''Irfan!! Dimana kamu hah?''


''Pak, Pak. Itu di sana ada kekasih Pak Irfan mencari keberadaan Bos.''' ucap salah satu staf kepada asisten Irfan yaitu Luky.


''Yaudah biarkan saja dia masuk.'' kata Luky yang biasa melihat Evelyn ke kantor ini.


''Tapi pak, Nona Evelyn datang dengan teriak-teriak di luar dan mencari Bos.'' beritahu orang itu lagi .


''Apa? Kenapa teriak dan mencari maksudmu gimana ? Bukannya sudah sering dia kesini?'' Luky menghentikan fokusnya itu pada layar komputer lalu menatap kearah staf tadi dengan serius, dan menatap bingung.


''Saya juga gak tahu Pak, tapi sebaiknya bapak lihat sendiri saja karena kami tidak berani mendekati pacar Bos.'' ucap staf tadi.


''Yaudah ayo kita lihat dan temui dia.'' Luky beranjak lalu pergi menemui Evelyn dan akan melihat apa yang dilakukan Evelyn disana kenapa berteriak mencari Irfan, kenapa juga tidak langsung masuk saja.


Saat mendengar suara teriakannya Evelyn cepat-cepat Luky menghampiri wanita itu.


''Nona ada apa? Kenapa Anda berteriak-teriak seperti ini?'' tanya Luky


''Luky, dimana atasan mu itu? Dinna Irfan dia ada di dalam kan?'' tanya Evelyn.


''Itu Nona, Tuan sedang tidak ada di kantor Tuan belum datang.'' jawab Luky


''Apa jadi dia belum datang ke kantor? Lalu dimana dia sekarang Luky ? Katakan!''


''Saya tidak tahu karena Tuan tidak mengatakan dia kemana atau mungkin berada di rumah Tuan Ronal,'' ayah Irfan.


''Jadi dia sedang tidak ke kantor ya, baiklah aku akan kesana oh ya Luky, kalau dia datang cepat surhtdia hubungi Aku! Ah tidak sebaiknya kau beritahu Aku kirim pesan pada-ku maka aku yang akan datang ok!'' pinta Evelyn.


''Baiklah Nona.'' angguk Luky


Evelyn ingin datang ke rumah besar miliki Papi Irfan. Segera Evelyn pergi ke rumah itu dia sangat ingin bertemu dengan Irfan banyak sekali pertanyaan yang ingin dia layangkan kepada Irfan.


Beberapa menit kemudian, Evelyn sudah sampai di halaman rumah besar itu dia buru-buru membuka pintu mobil dengan kasar dan memencet bel tak sabaran.


Ting tong

__ADS_1


Ting Tong


''Eh Non Evelyn, mari masuk Non.'' ucap Bibi yang buka pintu.


''Dimana Irfan, Bi? Dia ada di kamar nya kan?'' tanya Evelyn langsung sembari melangkah menuju kamar kekasihnya.


''Hei sayang, kamu kesini kenapa tidak bilang Tante dulu? Ada apa kau terlihat buru-buru sekali?'' Mami Irfan menghentikan langkah nya yang akan ke kamar Irfan.


''Tante iya maaf aku gak beritahu Tante dulu, karena aku sangat buru-buru ingin bertemu dengan Irfan, oh ya dia ada di kamarnya kan?'' ucap Evelyn.


''Kamu mencarinya Ev? Dia tidak ada disini, bahkan malam tadi pun dia tidak pulang. Tante pikir dia sedang bersamamu Ev.'' ungkap Momy Irfan mengejutkan.


''Apa? Jadi dia tidak ada disini juga begitu Tante?'' Evelyn kaget.


''Benar, dia tidak pulang semalam dan sampai sekarang belum kembali atau mungkin sudah kembali ke kantor mungkin.'' ujar Momy Irfan.


''Tidak Tante dia tak ada disana, aku baru saja ke kantornya dia sama sekali tidak ada disana,'' ucap Evelyn kini bingung memikirkan Irfan ada dimana.


''Jadi kamu baru dari kantornya dan Irfan tidak ada disana begitu Ev?''


''Lalu dia dimana? Kemana anak itu?''


''Entahlah aku sedang mencarinya Tante.'' jawab Evelyn


''Dan dia semalam bukan dengan mu Ev?'' kembali tanya Momy Irfan.


Oh iya Evelyn jadi lupa kan, tujuan nya datang kesini tuh untuk apa.


''Ya Tante, semalam dia bersamaku.'' ujarnya sembari menatap Momy Irfan.


''Ah syukurlah, tapi kenapa sekarang kau mencarinya lagi? Lalu dia apa tidak bilang mau pergi kemana Ev?''


''Tidak Tante, dia tak mengatakan apapun bahkan dia tidak ada saat aku bangun. Tapi dia sudah melakukan hubungan intim dengan ku malam tadi Tante.'' ungkap Evelyn.


''A-apa maksudmu Ev? Hubungan apa yang kau maksud?'' Momy nya belum mengerti.


''Irfan dan aku sudah melakukan hal terlarang Tante, tapi dia pergi begitu saja sesudah mendapatkan kehormatan ku Tante. Dan Aku tidak terima itu! Aku tidak terima dia mencapakan ku makanya aku mencarinya dan aku sangat marah padanya!'' ungkap Evelyn dengan emosi.

__ADS_1


''Apa? Itu tidak mungkin! Tidak! Itu tidak mungkin Ev, anakku tidak seperti itu, dia bukan Pria yang bisa melakukanya apalagi kepadamu Ev.'' Momy sangat tak percaya Irfan bisa berbuat seperti ini.


Mommy menggelengkan kepalanya dia shock.


''Ok kalau Tante masih tak percaya, Tante bisa lihat ini adalah chat yang dikirim Irfan tadi malam padaku, dia menyuruhku datang ke club ini lalu dia ... Dia dan aku sudah melakukan itu, Irfan yang memulainya Tante. T-tapi ketika akan bangun dia justru meninggalkan ku di club itu, aku tidak terima!'' Evelyn sekali lagi memberikan bukti atas perbuatan dan suruhan Irfan kepadanya dari pesan tersebut.


''Ya Tuhan ini tidak benar, gak mungkin Irfan anakku melakukan itu. Aku tahu betul anakku, dia sangat menjaganya.'' Momy benar-benar tak dapat percaya.


''Tante masih percaya pada Putra Tante yang sudah menodai ku ini, apa Tante gak mengerti perasaan ku? Aku sakit hati sudah dicampakkan Irfan tapi begini tanggapan Tante, sungguh membuat ku kecewa.'' jerit Evelyn.


''Ah Evelyn, maaf bukan seperti itu maksud Tante. Hanya saja Tante masih benar-benar tidak percaya Ev. Irfan dia kenapa melakukannya,''


''Pokoknya aku ingin dia tanggung jawab dan segera menikahi ku!'' pinta Evelyn dengan serius dan masih dalam keadaan emosi.


''Iya iya, tapi kamu tenang dulu disini bukan cuma anak Tante yang bersalah kamu juga sama sepertinya kenapa kamu mau saja datang menemuinya, apalagi sampai melakukan itu Ev. Harusnya kamu tolak dia, karena itu perbuatan yang salah.'' ucap Momy Irfan menyudutkan Evelyn dan sebenarnya Momy sangat percaya pada Irfan walaupun itu awalnya dari pesan yang di kirim di ponsel Irfan.


''Itu .... Aku ... Aku juga gak nyangka Irfan akan mengajak aku melakukannya Tante, karena itu terjadi begitu saja, lagian ini semua karena aku sangat mencintainya jelas aku tak bisa menolaknya Tante.'' ujarnya Evelyn.


''Astaga walaupun kamu mencintai Irfan harusnya kamu sadar Ev, dan hentikan semuanya agar tidak jadi seperti ini.''


''Sudah lah Tante, aku tidak mau mendengar ceramah Tante. Aku kesini hanya ingin Irfan menikahi ku secepatnya !'' ucap Evelyn mulai berani membentak Momy Irfan.


''Ev,jaga sikapmu pada orang tua! Begini sikapmu yang sesungguhnya.'' tegur Momy


''Halah Tante sudahlah diam saja, sekarang bantu Aku untuk meminta Irfan bertanggung jawab !'' kembali ucap Evelyn suaranya masih meninggi.


'' Ada apa ini ribut-ribu? Dan kamu Ev ? Kenapa kamu bentak Mommy ? Berani kamu seperti itu pada Momy Aku.'' sahut seseorang hingga membuat Momy dan Evelyn menolehkan kepalanya melihat pada orang yang baru datang itu.


''Baguslah kamu datang, darimana saja kamu hah? Ninggalin aku begitu saja? Setelah apa yang sudah kau lakukan padaku Irfan! Dan aku ingin secepatnya kamu bertanggung jawab, nikahi Aku !'' pinta Evelyn membuat Irfan bingung juga agak terkejut.


''Apa yang kau katakan ? Apa ini aku tidak mengerti.'' ucap Irfan.


''Kau jangan mengelak dan berbelit-belit Irfan! Setelah kau puas meniduri ku, kau mau mengelak hah? Setelah kau merampas keperawanan ku, nikahin aku Irfan, nikahi aku .... ''


Plakkkkkkk!! Plakkkk!!


Justru dia kena tampar!?

__ADS_1


__ADS_2