Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Membaca isi suratnya Lisa


__ADS_3

Masih flashback...


Kondisi Lisa kritis dan ternyata Lisa mempunyai penyakit yang cukup serius dan ia tidak mengatakan tentang penyakitnya ini kepada siapapun, juga alasannya datang ke rumah orangtuanya itu karena dia ingin memberikan sang Putri kepada orangtuanya. Sebab Lisa tengah hidup dalam penyakit yang parah.


Seorang Ibu tengah menggendong anak Lisa di luar ruangan dimana Lisa dirawat saat ini. Tapi tiba-tiba sang perawat masuk keluar ruangan dengan ekspresi yang panik dan sepertinya terjadi sesuatu pada Ibu muda itu.


''Sus, Sus. Ada apa ini? Kenapa terlihat begitu panik ya?'' tanya Ibu yang menolong Lisa.


''Ini Bu, kondisi pasien saat ini benar-benar kritis bahkan kini beluau sudah tidak sadarkan diri.'' beritahu si Perawat.


''Ya Tuhan, lalu bagaimana Sus? Dan tolong sembuhkan ya Sus, kasihan dia punya anak kecil.'' mohon Ibu tadi.


''Tentu saja Bu, kami akan berusaha semaksimal mungkin juga Ibu doakan saja agar semua berjalan lancar.'' ujar Suster.


''Iya Sus, saya pasti doakan untuknya.'' sahut Ibu yang menolong Lisa tadi.


''Yasudah saya permisi Bu.''


''Iya iya.''


Kemudian mata Lisa tiba-tiba terbuka dan menanyakan anaknya, ''J-jasmine J-as-mien anakku.'' ucapnya dengan kesusahan bicara.


''Nona, syukurlah Anda sadar.'' ucap Perawat


''A-anakku mana?'' tanya Lisa menatap pada Perawat


''Anak Nona, oh ada di luar.''


''A-aku mau a-anakku, Jasmine.'' pintanya dengan terbata.


''Nona tunggu disini biar saya panggilkan dulu ya.'' ucap Perawat tadi dan langsung memanggil ibu yang tengah menggendong anaknya Lisa.


''Permisi Bu, itu pasien sudah sadar dan sekarang menanyakan anaknya sebaiknya Ibu masuk kedalam.'' beritahu nya


''Oh syukurlah, iya saya masuk Sus.'' Ibu tersebut merasa lega karena akhirnya Ibu dari bayi ini sadar juga.


''Nak, kamu udah sadar syukurlah Ibu begitu khawatir.'' ucap Bu Salma nama ibu tersebut.


Lisa balas tersenyum tipis ada yang mengkhawatirkan nya juga ternyata dan itu membuat hatinya terenyuh.


Sepertinya ibu ini orang yang baik, beliau rela menggendong Jasmin dan menungguku disini. Arghh Aku sudah tidak kuat lagi, Tuhan. ucap hatinya.


''B-bu.'' panggilnya dengan nada gemetar

__ADS_1


''Iya Nak, kamu baik-baik saja kan?'' Bu Salma panik


''Bu, a-apa Ibu bisa menolongku tidak?'' ujar Lisa


''Tentang apa Nak, selagi Ibu mampu pasti ibu akan menolongmu.'' kata Bu Salma.


''Bu, tolong rawatlah anak saya ini.'' ucap Lisa membuat Bu Salma terhenyak.


''Apa maksudmu Nak?'' Bu Salma jelas tak mengerti


Kemudian Lisa mulai bercerita tentang dirinya yang ternyata memiliki penyakit yang serius yaitu punya penyakit kanker payudara dan ini susah kronis.


''Ya Tuhan, kamu serius Nak? Kamu tidak sedang mengada-ngada ini kan?'' Bu Salma sangat terkejut


Lisa menggeleng tanda ia sedang tidak main-main dengan ucapannya tadi.


''Aku serius Bu, tolong ibu rawatlah Jasmine. Aku rasa umurku tidak lama lagi Bu. Tolong Bu Aku mohon.'' pintanya sekali lagi.


''Kamu jangan bicara seperti itu Nak, kamu pasti akan sembuh. Lalu apakah kamu tidak punya keluarga, maaf Ibu menanyakan ini.'' tanya Bu Salma penasaran.


Lisa pun langsung menunduk sedih dan tak terasa air matanya pun menetes.


''Maafkan Ibu Nak, sudah bertanya itu.'' Bu Salma mengusap pundaknya Lisa untuk menenangkan.


''Jadi Bu, saya mohon kabulkan permintaan terakhir saya Bu. Tolong jaga dan rawatlah Jasmine seperti anak Ibu sendiri, Aku ... Aku rasa sudah tidak kuat lagi Bu, argggghh.'' Lisa pun mengaduh kesakitan.


''Ya ampun Nak, yang kuat Nak kamu harus sembuh demi anakmu.'' Bu Salma begitu panik dan terkejut melihat Lisa kesakitan.


''Bu, jaga Jasmine dan ini adalah alamat rumah Neneknya. Bila ia besar beritahu tentang identitasnya tolong ya Bu.'' setelah menyerahkan kertas putih bertuliskan tentang identitas Jasmine tubuh Lisa melemah dan kembali tak sadarkan diri.


''Nak bangun Nak, Suster, Dokter tolong!'' Bu Salma berteriak cemas.


Dokter juga Suster pun datang lalu memeriksa kondisi Lisa.


Setelah itu keadaan Lisa pun semakin parah, hingga akhirnya nyawanya sudah tak tertolong lagi dan Lisa pun meninggal dunia, menyusul Ayah Jasmine yang lebih dulu tiada. Kini, Jasmine menjadi yatim piatu di usia yang masih begitu kecil.


Setelah almarhum Lisa di makamkan dengan layak oleh Bu Salma,


Kabar meninggalnya Lisa belum diketahui oleh keluarganya karena ini permintaan dari Lisa sebelum ia pergi.


Juga Momy Irfan kehilangan jejak sang adik yang telah lama hilang terakhir mendapatkan kabar yaitu tentang kawin larinya Lisa.


Kini Jasmine telah menjadi anak dari Bu Salma sampai usianya menginjak dewasa lalu bertemu dengan Irfan yang telah menabraknya waktu lalu.

__ADS_1


Sekarang semua sudah terkuak bahwa Jasmin dan Irfan rupanya masih bersaudara.


Flashback off.


''Lalu sekarang Lisa Ibumu dimana Nak?'' tanya Momy dengan berderai air mata.


''Aku tidak tahu.'' jawab Jasmine pelan karena dia juga tidak tahu dimanakah ibunya. Justru sekarang ini memang ia ingin mencari keberadaan orangtuanya kandungnya.


''Loh kamu gak tahu Ibumu dimana? Lalu selama ini memangnya kamu tinggal dengan siapa?'' ucap Momy bingung.


''Dengan Ibu Salma, yang ternyata beliau bukan Ibu kandungku.'' ucap Jasmine


Momy melirik pada Irfan karena butuh jawaban yang lebih.


''Mom, selama belasan tahun ini ternyata Jasmine tinggal dengan seorang Ibu yang hanya merawatnya menjadikan nya anak angkat. Karena kenyataannya Jasmine ini bukan anak kandung Bu Salma. Lalu kami belum tahu dimana keberadaan Bibi Lisa ini.'' ucap Irfan menjelaskan.


''Oh ya Nak, kamu lahir tahun berapa ?'' Momy ingin memastikan.


''Dua puluh dua tahun yang lalu.'' jawab Jasmiine.


Maaf kalau othor salah. .


''Saya yakni bahwa kamu ini anaknya Lisa, karena dulu terakhir kali saya dapat kabar tentangnya dua puluh dua tahun yang lalu.'' ucap Momy dan langsung memeluk Jasmin.


Memeluknya terasa seperti Momy tengah memeluk adiknya Lisa. Bahkan dari lekuk tubuhnya Jasmine ini tidak diragukan begitu mirip dengan Lisa.


''Saya yakin kamu adalah anaknya Lisa.'' kekeh Momy


''Tapi apa Tante tahu tidak dimana keberadaan ibu saya itu, Tante?'' tanya Jasmine berharap bisa ketemu dengan ibunya.


Momy langsung membuang nafas ke udara .


''Maafkan Momy Nak, Momy kehilangannya sejak saat itu sampai detik ini pun Momy sebenarnya masih mencarinya tapi Momy tak menemukannya.'' ucap Momy dengan penuh sesal karena ia masih tak menemukan kebenaran Lisa.


Jasmiine pun tampak semakin murung.


''Oh ya, bukannya ibumu oh maksud Momy Ibu yang merawatmu selama ini mengenal Lisa bukan. Kenapa tidak kamu tanyakan saja keberadaannya pada Ibu itu.'' ucap Momy menatap Jasmine lalu beralih melirik Irfan.


''Ibu sudah tiada dua hari lalu, tapi Ibu memberikan surat ini kepalaku dan katanya disini ada identitas ku.'' ujar Jasmine menunjukkan surat yang masih terlipat di tangannya pada Momy.


''Boleh Momy melihatnya?'' pinta Momy


''Silahkan.'' seru Jasmine dan Momy pun mengambil surat itu lalu mulai membacanya.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Momy shock, ''Lisa! Tidak Lisa!'' Momy mendadak histeris memanggil Lisa adiknya.


__ADS_2