
Sekarang ini Irfan juga Jasmine sudah pulang ke rumah karena acara juga akan segera berakhir, tiba di rumah mereka melakukan mandi bersama dulu hanya mandi tidak dengan main-main.
Sebenarnya Irfan inginkan itu, tapi melihat istrinya yang nampak kecapean akhirnya dia tahan enak enaknya. Irfan membantu mengeringkan rambut sang istri dan mereka saling tatap lewat cermin besar di hadapan keduanya.
"Mas, kenapa lihat Aku nya kaya gitu banget sih?" tanya Jasmiine
"Hm? tidak ada apa-apa sayang, memang salah ya Mas melihat istri sendiri?" kata Irfan
"Ya tidak salah juga sih, tapi tatapan mu itu seperti dalam banget." ujar Jasmiine
"Aku hanya merasa bangga saja sayang." kata Irfan
"Bangga, maksudnya mas?" Jasmin semakin melihat pada suaminya dengan penasaran.
"Itu benar sayang aku bangga karena Aku yang memiliki mu, aku menjadi suamimu."
"Mas, kamu terlalu berlebihan."
"Ini tidak berlebihan sayang, Aku serius." Irfan sedikit menekan tangannya di pundak Jasmine tanda ia serius dengan ucapannya.
"Lalu apa yang membuatmu merasa bangga memiliki aku?" tanya Jasmine
"Kau ini wanita yang cantik, baik, dan juga tulus. Itulah yang membuat ku bangga." Irfan terus memuji Jasmine
"Mas, sebenarnya aku pun merasa bangga jadi istrimu." mungkin kini saatnya Jasmine membanggakan suaminya juga.
__ADS_1
"Oh ya? Apa nih yang buat kamu bangga sama Mas?" kini tanya Irfan
"Kau tampan, kau juga baik dan kau adalah pria yang bertanggung jawab." gantian Jasmin memuji Irfan.
"Terima kasih kau sudah jujur kalau Aku ini emang tampan." ucap Irfan jadi narsis
"Dih, narsis banget kamu." tuh kan di ejek Jasmine.
Irfan hanya tertawa saja mendengar itu.
*******
Seorang pria tubuhnya penuh dengan keringat dan tidurnya terganggu dia pun merasa ketakutan dan bermimpi sangat buruk. Tubuh Pria itu gemetaran juga nafas yang memburu ngos-ngosan.
nNtttt nitttt... Begitu suara monitor terdengar nyaring di suatu ruangan. Dan seorang wanita tengah terbaring di dalam ruangan tersebut. Wanita tersebut baru saja melahirkan anaknya tapi setelah itu dia justru mengalami pendarahan hebat sehingga membuatnya tak sadarkan diri. Sang suami menunggunya dengan setia juga rasa cemas terus merasukinya, tentu saja dia khawatir sebab istrinya belum juga sadar.
"Sayang, apa kau tak ingin melihat putri kecil kita hm? Dia sangat mirip dengan mu sayang. Putri kita begitu cantik seperti mu." Dari pertama anak mereka lahir ke dunia ini, Jasmin belum melihatnya maka dari itu Irfan selalu mengatakan putrinya pada Jasmine berharap istrinya cepat sadar.
Tiiiiiiittttddddd
Tiba-tiba alat itu berbunyi keras dan istrinya kejang-kejang hal ini membuat si suami shock juga campur takut.
"Sayang, kau kenapa Jasmine?"
"Jasmin sadarlah," Pria itu memeluk mendekap kedua pipi si wanita.
__ADS_1
"Dokter, tolong istri saya!" Irfan memanggil dokter dengan gemetaran.
Kemudian dokter itu memeriksa Jasmine yang sudah diam tidak lagi kejang tapi jelas terpancar kecewa juga prihatin di wajah sang dokter.
"Bagaimana Dok?" tanya suster
Dan Dokter itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Inalillahi." gumam suster.
"Dokter, a-apa yang terjadi pada Istriku? D-dia baik-baik saja kan? Dia sembuh kan, Dok?" tanya Irfan dengan rasa cemas.
"Mohon maaf Tuan, kami sudah berusaha semampu kami. Tapi, nyonya telah tiada."
"Gak, gak gak mungkin. Ini tidak mungkin Dokter!"
****
"Tidak!"
"Tidak! Jasmine! Sayang .... "
"Sayang! Sayang! Ini mas sayang!"
"Kamu jangan pergi Jasmine!"
__ADS_1
"Tidakkkkk!"
Suara orang menjerit membuat seseorang di sampingnya itu langsung terbangun dan terkejut karena suaminya berteriak rupanya mimpi buruk. Tapi bagi Irfan ini seperti nyata.