
Ting
Suara pesan yang masuk kedalam ponselnya.
Wanita itupun melihatnya, dan tenyata pesan itu dari nomor kekasihnya.
[Kamu bisa datang ke club xx, Aku tunggu kamu disana ya, setengah jam lagi kamu harus ada disana. Pokoknya aku tunggu kamu, dan ini sangat penting.] begitu pesan yang dikirim dari nomor Irfan.
''Loh tumben dia ngajak ketemu di club ? Gak biasa deh si Irfan mau bertemu di sana.'' Evelyn awalnya merasa heran dan tak percaya, tapi ketika dia membaca lagi pesan itu yang mengatakan ini sangat penting.
Akhirnya Evelyn pergi juga, dia penasaran campur cemas.
Tak lama kemudian, Evelyn sudah tiba di kamar yang Irfan sebutkan, yaitu kamar VIP dengan alasan karena ini sangat privasi. Jadi Irfan tak mau ada yang ganggu mereka ngobrol makanya dari pesan yang ditulis nomornya itu mengatakan kamar tersebut.
''Permisi, kamar nomor 225 dimana ya?'' Evelyn bertanya pada waiters yang bekerja disana.
''Oh ituu belok kiri saja mbak.'' beritahu si waiters tadi
''Ok, thanks ya.''
''Sama-sama.'' balasnya
Evelyn pun berjalan menuju kamar yang di tunjukan si waiters rupanya benar sekarang dia sudah menemukan kamar itu.
Tok
Tok
Terlebih dahulu dia mengetuk pintu karena takutnya di kunci.
Pintu di buka dari dalam, seseorang berdiri di sekitar belakang pintu dan agak remang-remang ruangan itu, sehingga Evelyn sedikit kesusahan melihat wajah yang membuka pintu atau Evelyn pikir mungkin itu adalah Irfan.
Orang itu memang seperti laki-laki namun memakai topi, tak menaruh curiga Evelyn pun segera masuk lalu tak terduga pria itu menutup pintu dengan menguncinya.
''Kenapa di kunci segala sayang? Dan ini ruangan nya kok gelap? Dimana tempat nyalain lampunya yang?'' tanya Evelyn.
Namun orang itu diam saja tak mengeluarkan sepatah katapun sehingga Evelyn agak takut.
''Sayang i-ini kamu kan?'' kembali tanya Evelyn suaranya bergetar ketakutan.
Kemudian Pria itu memeluk Evelyn dari belakang dan masih tidak bersuara juga, tangannya tak tinggal diam, bergerilya kemana-mana.
''Aahhh sayangggg.'' tak sadar Evelyn menikmati nya saat tangan itu meremas dada nya.
__ADS_1
Si pria pun tersenyum puas mendengar lenguhan Evelyn dan semakin gencar bermain sana sini, meremasnya dengan pelan tapi menagihkan.
Kemudian bibirnya mencipok leher Evelyn dan menggigit nya sehingga ada kemerahan, tangan nya masih ******* ***** sehingga si wanita menggeliat keenakan.
''Aaaaahhh ... Ahhhhh!'' dia pikir itu adalah Irfan dan dia menikmatinya.
''Emmmhh,'' Evelyn menggigit bibir bawahnya saat si pria menjilatii daun telinganya sehingga menimbulkan sensasi yang enak.
Pria itu membalikkan badannya Evelyn hingga kini menghadapnya lalu tak buang waktu dia mencium bibir ranum itu yang awalnya pelan penuh perasaan tapi makis kesini semakin liar cumbuan itu.
Hal ini membuat Evelyn tersentak dia jadi teringat pada seseorang yang pernah melakukan ciuman ini pada bibirnya.
Ah itu tidak mungkin, bagaimana bisa dia jadi si Alex? Sudah jelas yang menyuruhku datang itu si Irfan, mungkin ini hanya perasaan ku saja, batinnya Evelyn dan menepis tangan itu lalu meyakinkan dia bahwa yang kini bermain dengannya adalah Irfan.
Lalu si Pria membalikkan lagi tubuh Evelyn jadi membelakangi pria itu dan Alex mendorong tubuh Evelyn sehingga merapat ke tembok.
Alex menghimpit tubuh Evelyn di tembok dia mulai menggesek-gesekkan batang nya ke bokong Evelyn yang besar, semok dan aduhai. Tangannya dengan enak memeras dua gunung itu.
''Ahhhh.'' Alex melenguh nikmat.
Begitu juga dengan Evelyn jadi tidak sadar dengan apa yang diperbuat Alex, padahal permainan belum seberapa dan masih panjang.
Lalu dia membawa Evelyn pada Sofa di ruangan itu, mendudukkannya di Sofa tadi tangan Alex menuangkan minuman ke dalam gelas lalu di sodorkan nya pada Evelyn.
Alex tak menjawab tapi dia langsung mendekatkan gelas itu kearah mulut Evelyn.
''Fan, minuman apa ini kok bau nya aneh.'' ucap Evelyn.
Alex terus memaksanya untuk minum hingga akhirnya dengan terpaksa Evelyn meminumnya hingga tersisa setengah gelas.
Si pria menunggu reaksi Evelyn sampai agak mabuk maka dia akan melancarkan aksinya lagi untuk enak-enak.
''Emmh, sayang kepala ku pusing ahh.'' Evelyn mulai meracau efek dari minuman nya, dia memegangi kepala yang pening.
Alex kembali mencumbu Evelyn hingga ciumannya sangat kasar dan terdengar suara erotis dari si wanita membuat hasrat Alex memuncak.
Tangan Alex terus meraba-raba yang dia mau sambil menciumnya gemas. Tangan kanan mulai membuka celana milik Evelyn dan mengunci pergerakan di wanita agar tidak dapat berontak, sepertinya Alex ini sangat berpengalaman sekali.
Perlahan dia mulai membuka celana nya Evelyn sehingga kini wanita itu sudah tak memakai bagian bawah, lalu Alex memberikan lagi minum pada Evelyn agar wanita itu semakin kepanasan.
Lagi tangan Alex menyingkap baju atas milik Evelyn kemudian, happ bibirnya langsung menyedot yang tumbuh kecil warna agak ke pink-an.
Menyedotnya bagai anak bayi, mengisapnya sehingga terasa geli bagi si wanita.
__ADS_1
''Aahhhh ahhhh,'' Evelyn terus mengeluarkan suara indah.
Wanita itu menjambak rambut Alex merespon yang di lakukan Alex, menikmati dan seolah menyuruh Alex melakukan lebih lagi.
Kini keduanya sudah tak memakai apapun, pakaian mereka berserakan di lantai dan itu ulah Alex.
Alex tersenyum lebar ketika dia meraba milik si wanita sudah lembab, tak buang waktu dia langsung memasukkan miliknya dengan agak cepat tapi sayang ini susah sekali untuk dia masuk ke sarang yang hangat.
''Ahhh sakit.'' pekik Evelyn
''Kita coba sekali lagi baby, gue yakin ini gak akan sakit malah ini bakal buat Lo keenakan.'' ucap Alex terkekeh sendiri.
Srekkkk
Ada yang robek dan itu ulah Alex.
''Aaaaahhhh sakitt!'' kembali jerit Evelyn mencakar punggung Alex .
''Oh siall, apa dia masih perawan?'' ucap Alex tapi karena ini enak akhirnya Alex meneruskan nya lagi dan lagi .
''A ... a ... a ... a ... ahh ini enak, ahhhhh sakit, ah stop!'' Evelyn meracau tak jelas kadang dia kesakitan kadang pun menikmati.
Hentakkan itu semakin kuat sehingga dua gunung bergerak seperti ada ombak dan badai yang membawa nya hingga bergoyang.
''Siall, ini gila. Ev, Lo sangat enak Lo buat gue puas.'' bisik Alex masih menikmati Evelyn
Hingga subuh barulah Alex berhenti menjamah Evelyn karena dia kelelahan juga mengantuk, Evelyn pun sedari tadi dia justru sudah tidak sadarkan diri.
**
Seorang pria membuka mata karena hari sudah pagi, lalu dia tersentak kaget dirinya bisa-bisanya tidur di kantor.
''Astaga aku tidur disini semalaman,'' ucapnya lirih
Irfan berjalan ke kamar mandi dia pun mencuci wajah untuk menyegarkan matanya itu.
''Bukannya kemarin aku sudah janji akan pulang ke apartemen, Jasmine dia ... Apakah dia menungguku pulang? Jangan-jangan dia kecewa karena Aku ketiduran di sini.'' ujar Irfan memikirkan Jasmine dan belum ingat bagaimana bisa dia ketiduran seperti ini.
Maka Irfan langsung pergi ke apartemen dan dia akan bicara pada Jasmine kalaupun Wanita itu marah tentu Irfan akan minta maaf.
Tanpa Irfan tahu justru kekasihnya sudah bercumbu dan memadu kasih bersama Pria lain yang nyatanya adalah Alex, sepupunya.
Bagaimana sikap Irfan bila dia mendengar masalah ini? Sudah pasti marah besar itu akan terjadi .
__ADS_1