Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Berdansa di acara pernikahan


__ADS_3

Seorang wanita tengah memakai dress berwarna merah maroon, terpancar senyuman dari bibirnya menatap penampilannya itu di cermin. Sambil menggerakkan tubuh ke kiri dan kanan.


"Bagus banget ini gaun yang di berikan Mas Irfan untukku." ucapnya sangat gembira.


"Hmm," seseorang berdehem.


"Eh mas." ucapnya melirik sang suami dari balik cermin.


"Kamu suka tidak sayang?" tanya si Pria


"Suka banget mas, tapi ini cocok tidak di pakai oleh ku?" tanya balik si isteri.


"Hmm," Pria tadi berjalan mendekatinya sambil menilai pakaian yang ia beli untuk sang istri.


"Ini sangat luar biasa sayang begitu pas dan cocok untukmu." pujinya tanpa bohong.


"Beneran Mas ini bagus untukku? Kamu gak lagi membual kan mas?" ucapnya.


"Mana. mungkin Aku membual si sayang, ini sudah sangat cocok untukmu dan kau terlihat semakin seksi." ucap si Pria tepat di kuping istrinya hingga meninggal remang-remang di bulu kuduk.


"Makasih mas," ucap si wanita


Kemudian keduanya mulai pergi ke acara pernikahan sang mantan dari Pria itu, dengan Irfan memakai jas berwarna merah dan kemeja berwarna merah tentu itu agar sama dengan yang istrinya pakai malam ini.


"Eh mas, ternyata kamu juga pakai kemeja merah ini kok kita bisa samaan ya mas." Jasmine baru sadar ketika melihat kemeja yang Irfan kenakan.


"Kamu kemana saja emangnya sayang? Sampai gak melihat apa yang Aku pakai, memang Aku sengaja ingin sama dengan kamu." kata Irfan.


"Hihihi iya maaf mas, Aku baru ngeh." kata Jasmiine


"Awas hati-hati sayang." dengan sigap Pria itu membantu istrinya turun dari mobil lalu mereka pun mulai masuk ke sebuah hotel yang mewah dan Irfan memberikan undangan kepada penjaga sebagai tanda dia adalah tamu disini.


"Silahkan masuk." ucap penjaga pada mereka.


"Wah mas, mewah sekali acara pernikahan ini." Jasmine menatap takjub pada pelaminan dekorasi juga tempat yang estetik yaitu karena berada di pinggir kolam.


"Kalau nanti kita menikah acaranya akan jauh lebih mewah dari ini sayang." celetuk Irfan


"Hah? Menikah? Kita kan udah nikah sayang." kata Jasmiine dengan bingung.

__ADS_1


"Ouh iya, maksudku gini kita lakukan lagi acara pernikahan kita kemarin kan kita menikah nya hanya sederhana gitu sayang." jelasnya Irfan.


"Ooh gitu, tapi mas aku malu kalau melakukan pernikahan lagi " ucap Jasmiine


"Kenapa kamu malu? Apa kamu gak ingin orang-orang tahu kita ini suami istri?" kata Irfan


"Bukan begitu hanya saja itu mas, kalau Aku melakukan acara pernikahan lagi dengan posisi perut buncit gini kok rasanya gimana gitu mas, kayak gak enak di pandang." ucap Jasmine dengan melirik Evelyn yang sudah hamil lebih besar dari nya.


"Ah iya juga, jadi mau nanti setelah melahirkan anak kita?" kata Irfan


"Ya gimana nanti saja deh Mas."


"Yaudah."


Irfan mengajak istrinya mendekati dua pengantin yang telah sah itu akhirnya. Dengan menggandeng wanita pujaannya Irfan dengan gagahnya berjalan lebih dulu.


"Hai, selamat ya atas pernikahan kalian." ucap Irfan pada sepupunya juga sang mantan.


"Ouh Fan, thanks Lo udah mau datang." mereka saling berpelukan dan menepuk pundak.


"Selamat Ev." ucap Irfan menyalami Evelyn


"Selamat ya." kini Jasmine menyalami Excel dan Evelyn


"Jasmin, saya ingin meminta maaf padamu atas yang terjadi dan perbuatan saya dulu sama kamu." ucap Evelyn


"Iya tidak apa-apa." balas Jasmine


"Dan ya tolong jaga selalu Irfan ya, dia adalah Pria yang sangat baik dia memang pantas untukmu." kata Evelyn lagi.


"Tentu Evelyn, itu memang tugasku dan Aku akan selalu menjaganya juga mencintainya." tanpa ragu dan malu Jasmiine mengatakan itu.


Evelyn sedikit tersenyum getir saat mendengar pernyataan cinta yang Jasmiine katakan.


Sebelum pulang semua tamu mencicipi dulu makanan yang sudah tersedia. Lalu setelah itu karena acara belum selesai pesta dansa pun dilakukan.


"Ayo sayang." ajak Irfan


"Apaa Mas ?"

__ADS_1


"Ya dansa."


"Hah dansa, aku gak bisa."


"Tidak apa-apa, biar mas ajarkan."


"Tapi Mas."


"Udah ayo."


Akhirnya Jasmine dengan Irfan berdansa juga tapi ada sepasang mata terus memperhatikan keduanya.


"Kenapa kau melihat kesana terus?" tanya seorang pria


"Ah itu, bukan apa-apa." jawab seorang wanita.


"Apa kau masih mencintainya."


"Tidak, bukan seperti itu hanya saja Aku iri padanya."


"Iri?" si pria bingung.


"Iya, dia sangat beruntung bisa bersama Irfan, dan mereka memang pasangan yang cocok."


"Kau juga sangat beruntung mendapatkan Aku, sayang." sambil merekatkan pelukan mereka.


"Apa? Aku beruntung mendapatkan kamu? Yang ada tuh aku rugi." sambil cemberut


"Kok rugi ?" si pria tak suka mendengarnya.


"Nih lihat, hasil perbuatan mu." dengan menunjuk perutnya yang membesar.


"Astaga, jangan kamu sebut dia merugikan, dia ini anugrah."


"Ah terserah kamu aja."ucap Evelyn


"Dia ini yang sudah menyatukan kita, Ev. Walaupun caranya Aku itu salah tapi percayalah dia ini yang akan membuat kita bahagia." ucap Excel.


"Iya iya terserah kamu."

__ADS_1


Evelyn harus menyingkirkan perasaan nya terhadap Irfan karena dia tidak mungkin memiliknya lagi sebab kenyataannya Pria di depannya ini lah jodohnya.


__ADS_2