Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Asal usul Jasmine


__ADS_3

Momy Irfan tiba-tiba mengatakan seperti tidak asing dengan wajahnya Jasmine, bahkan kini Momy pun menatap dalam pada Jasmine.


''Apa maksud Momy?'' tanya Irfan bingung.


''Wajah istrimu ini seperti tidak asing lagi Fan, tapi Momy tidak yakin akan hal itu.'' ucap Momy


''Iya, lalu mirip dengan siapa Mom, memangnya?'' kembali ucap Irfan.


''Ya Tuhan.'' tiba-tiba Momy memekik sambil menutup mulut tak percaya.


''Mom, kenapa?'' Irfan kaget begitu juga dengan Jasmine mereka berdua sama-sama dibuat bingung.


''Apa ibumu, bernama Lisa?'' tanya Momy pada Jasmine


''Lisa?'' ulang Jasmine karena dia benar-benar tidak paham.


''Iya, nama ibumu Lisa kan?'' kembali ucap Momy


Jasmine langsung melirik pada Irfan, dia bingung harus menjawab apa?


''Mom, maksudnya Lisa siapa Mom?'' seru Irfan.


''Fan, ceritanya sangat panjang tapi Lisa adalah Adik sepupu Momy, yang sudah lama tiada.'' ucap Momy dengan suara melemah.


Mata Momy pun seketika berkaca-kaca saat mengingat adik sepupunya itu.


''Maaf Mom, tapi Irfan masih belum mengerti, jadi Momy punya Adik sepupu? Lalu kenapa Momy tidak pernah memberitahu Irfan tentang itu.'' ujar Irfan


''Karena Momy di bawa oleh Kakek mu yaitu Ayah Momy setelah meninggalnya Nenekmu, sehingga Momy berpisah dengan Lisa, hingga saat ini Momy tidak bisa menemukannya juga kabar terakhir yang Momy dengar Lisa hamil dengan suaminya tanpa restu orangtuanya.'' ucap Momy dan menceritakan yang terjadi.


Flashback...


Beberapa tahun yang lalu, Momy memiliki Adik sepupu bernama Lisa.


Hari itu tepat kepergian nya Nenek Irfan yang ke satu Tahun. Kakek Irfan ditugaskan untuk bekerja di kota lain oleh atasannya. Sehingga Kakek Irfan ini membawa serta anaknya ke kota itu yang tidak lain adalah Momy Irfan.

__ADS_1


Saat itu Momy bersedih karena harus berpisah dengan sang Adik yaitu Lisa.


''Lis, Aku harus pergi ikut Ayah,'' ucap Momy kala itu


''Jadi kamu mau ninggalin Aku, gitu Kak?'' ujar Lisa dengan perasaan sedih.


''Iya Lis, maafin Aku ya harus ikut Ayah dan ninggalin kamu. Tapi Aku janji akan datang kesini untuk menemui mu satu bulan sekali.'' ujar Momy sambil memeluk adiknya.


''Hikks, Iya Kak jangan bohong ya, Kak. Jangan lupakan Aku.'' dua wanita itupun saling menangis dan masih berpelukan.


''Huum Lisa, mana mungkin Kaka melupakan mu. Pokoknya kamu harus tunggu Kakak datang ya.'' suruh Momy


''Baik Kak, Aku selalu nunggu kedatanganmu.'' balas Lisa mengangguk.


Umur Momy kala itu sudah cukup untuk menikah hingga bertemu dengan Daddy Irfan, dan akhirnya mereka menikah. Juga Momy selalu menepati janjinya yaitu menemui Lisa sebulan sekali.


Tapi ketika Momy waktu itu ternyata dinyatakan hamil dan kondisinya cukup parah yaitu selalu mengalami morning sickness. Hingga Momy tidak bisa lagi bertemu dengan Lisa.


Dan saat Momy melahirkan Irfan, Momy tetap tidak bisa bertemu dengan Lisa karena Daddy Irfan pekerjannya berpindah cabang dan jaraknya cukup jauh dari kota Lisa.


Ketika malam tiba, sebelum Momy datang. Lisa lebih dulu datang ke rumah ibunya dengan membawa anaknya yang cantik.


''Bu,'' Lisa ingin menyalami tangan ibunya tapi langsung ditepisnya oleh sang ibu dengan kasar.


''Pergi kamu dari sini, ngapain hah datang ke rumah saya.'' cetus ibunya


''Bu, maafkan Lisa. Tapi Lisa sangat cinta pada suami Lisa, dan ini Bu, cucu ibu.'' ujar Lisa


''Cucu? Cucu apa yang kau maksud hah, saya tidak pernah punya cucu apalagi itu dari kamu.'' ibu masih berbicara dengan cetus.


''Hikks, ibu kenapa masih marah padaku Bu? Tapi kenapa ibu harus bicara seperti itu pada putri kecilku Bu? Dia cucu Ibu.'' Lisa menangis karena sakit hati anaknya tak diakui.


''Sekarang kamu nangis nangis kayak gitu tidak ada gunanya, jadi pergi kamu dari rumah saya ini. Kamu bilang sakit hati karena anakmu tidak dianggap oleh saya iya? Harusnya kamu juga sadar kalau kamu sudah membuat saya sakit hati dengan tingkah kamu yang kabur dengan laki-laki miskin.'' ujar ibunya Lisa


''Bu, kenapa ibu masih menyimpan dendam kejadian yang sudah lama berlalu Bu? Aku minta maaf kalau telah menyakiti hati ibu. Tapi tolong Bu, jangan benci pada anak ini dia tidak berdosa.'' Lisa masih memohon pada Ibunya.

__ADS_1


Lisa tidak direstui dengan Pria pilihannya yang bukan dari kalangan berada, sehingga ibunya enggan menerima Jasmine kecil.


Malam itu Lisa tidak dimaafkan oleh ibunya, dan dia pun diusir dari rumah sang Ibu atau Nenek Jasmiine. Dengan langkah tertatih dan hati teriris Lisa pergi dari rumah sang Ibu membawa Jasmiine yang masih begitu kecil.


''Nak, ini semua salah Mama. Yang dulu menyakiti Nenek mu, sehingga dia kini membencimu juga. Tolong maafkan Mama sayang.'' ucap Lisa sembari menangis di jalan dan memeluk tubuh Jasmine kecil.


''Arrgghh.'' tiba-tiba ditengah jalan Lisa merasakan sesak nafas dan memegang dadanya kuat.


''Ya Tuhan, kenapa rasa sakit ini datang kembali.'' ucapnya menahan sakit.


Lisa langsung terduduk dengan lemas di pinggir jalan raya, dan untuk kembali ke rumahnya itu tidak mungkin karena sudah berjalan cukup jauh dari jarak rumah ibunya juga Lisa tak kuat lagi untuk berdiri apalagi berjalan.


Sebuah mobil angkot berhenti sehingga membuat mata wanita itu silau karena cahaya lampu mobil.


''Ada apa Pak, kenapa berhenti?'' tanya seorang ibu paruh baya pada sopir angkot.


''Itu Bu, di depan ada seorang wanita duduk membawa anaknya.Tapi sepertinya lagi kesakitan Bu.'' beritahu sopir si Ibu tadi pun melihat kedepan dan benar saja seorang wanita menggendong anak kecil malam-malam dan di pinggir jalan.


Lalu keluarlah wanita paruh baya dari mobil tadi menghampiri Lisa.


''Ya Tuhan Nak, kamu kenapa?'' tanya wanita itu


''Ahhhk, dada saya s-sakit Bu.'' jawab Lisa dengan kesusahan.


''Ayo kita ke rumah sakit Nak, sini anaknya biar Ibu yang gendong.'' ucap Ibu itu menawarkan Lisa untuk ke rumah sakit.


''Ah tidak Bu, terimakasih sebelumnya.'' tapi Lisa menolak dengan sesekali meringis.


''Kenapa Nak? Kamu jangan takut ya, saya bukanlah orang jahat kok saya bisa menolongmu.'' ucap Ibu itu


''Maaf Bu, bukan seperti itu hanya saya tidak mau merepotkan.'' ujar Lisa


''Sama sekali tidak merepotkan kok Nak, sudah ayo saya justru cemas melihat mu apalagi meninggalkan mu disini.''


Akhirnya Lisa pun di bawa oleh ibu tadi ke rumah sakit, dan segera ditangani. Sementara Jasmine kecil di gendong oleh si ibu itu.

__ADS_1


Namun sayang tiba-tiba kondisi Lisa langsung kritis dan apa yang terjadi selanjutnya?!


__ADS_2