Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Pujian berujung ribut


__ADS_3

Hati seorang wanita menghangat ketika dia tahu bahwa suaminya mengajaknya makan malam di luar alias dinner bareng. Wanita mana yang tidak akan bahagia tentu saja semua pun akan senang, apalagi ini di ajak oleh Irfan si pria tampan incaran para gadis.


Tiba juga di Mall Irfan tak langsung menuju tempat makan namun dia lebih memilih mengajak istrinya ini berbelanja.


"Loh kenapa ke toko pakaian Mas?" tanya Jasmin bingung


"Tidak apa-apa kan kita kesini dulu sebentar." ujar Irfan


"Em iya gak apa-apa sih, terserah kamu." sahut Jasmine


"Kamu bisa lihat lihat dulu, pakaian yang kamu suka, sayang." ucap Irfan tiba-tiba


"Hah?" Jasmin bergumam


"Kenapa hm? Kita kesini kan untuk membeli pakaian jadi, ayo pilihlah yang kamu mau." ulang Irfan lebih tepatnya menjelaskan.


"Eh Mas, pakaian ku masih banyak yang belum Aku pakai, juga semua masih pada bagus Mas, kenapa sekarang harus beli lagi." ujar Jasmin dengan suara pelan karena malu kedengaran pelayan tokonya.


"Tidak apa-apa lah sayang, sudah kamu nurut sama Mas ya, ayo pilih sayang!" Irfan tak mau di bantah, kemudian Jasmine pun di bantu pelayan toko memilih baju dan beberapa dress padahal Jasmine jarang bepergian ke pesta atau semacam itu, namun Irfan menyuruhnya mencoba beberapa dress.


Tak terduga Evelyn dan Alex datang ke toko itu juga tentunya karena Evelyn menginginkan membeli pakaian baru, beda dengan Jasmine tadi yang harus dipaksa dulu oleh Irfan. Justru Evelyn yang datang dengan suka rela ke toko itu.


"Em, yang ini cocok gak untukku pakai?" seorang wanita berbicara dan Irfan mengenali suara itu maka Irfan langsung mendongak mencari asal suara.


Benar saja itu adalah Evelyn sang mantan .


Dia disini,


"Ya, itu bagus untuk kamu pakai. Dan memang selalu cocok di tubuhmu." balas si pria yang tidak ingin Irfan lihat sebenarnya, namun ini semua diluar kendali nya.


"Kamu itu gombal saja." kata Evelyn seperti tersipu malu.


"Mas, Mas!" Jasmine telah kembali dengan dress-nya yang di pinta Irfan untuk ia pakai namun suaminya itu justru tak merespon panggilannya.


"Hei Mas!" kali ini Jasmine bicara dengan nada cukup tinggi.


"Ah ya, apa sayang." Irfan tersentak

__ADS_1


"Kamu kenapa? Lagi melihat siapa hm?" Jasmine pun melirik pada arah tadi Irfan lihat, rupanya disana ada dua orang berbeda jenis tapi wanita itu sepertinya pernah Jasmiine lihat.


Mata Jasmine memicing untuk mengingatnya,


Gawat!!


"Oh ya sayang, gaun ini sangat pas untukmu kau terlihat begitu cantik sayang." ucap Irfan memujinya.


"Benarkah Mas?" ucap Jasmin namun sesekali pandangannya mengarah pada Evelyn.


"Iya sayang, masa sih Mas bohong." Irfan menarik dagu Jasmin agar menatapnya dan berhenti memperhatikan Evelyn juga Alex.


"Sayang Aku disini." ujar Irfan


"Em iya," sahutnya menatap Irfan.


"Sudah selesai pilih pakaiannya, ayo kita pergi makan." tiba-tiba ajak Irfan namun seperti terlihat buru-buru.


"Hm sudah, tapi kamu kenapa Mas?" tanya Jasmine


"Baiklah,"


Irfan telah membayar semuanya, kini dia akan membawa Jasmine untuk makan. Tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya.


"Hei Irfan!" ucap orang itu.


Membuat langkah kaki Irfan dan Jasmine terhenti.


"Lo disini, Fan?" ucapnya lagi kini orang itu berdiri di hadapan Irfan.


Tatapan Irfan dan Evelyn pun bertemu begitu juga dengan tatapannya Jasmine dengan Evelyn beradu.


Kenapa mereka ada disini, apa mereka sedang jalan-jalan juga, sialan. batin Evelyn menggerutu dan dengan jelas wajahnya ia tunjukkan penuh benci pada Jasmine.


Oh ya, wanita ini aku ingat sekarang , dia kan pacarnya Mas Irfan, oh maksudku mantan pacarnya.


Ucap hati Jasmin.

__ADS_1


"Siapa ini Fan, apa dia istri Lo?" tanya Alex sambil melirik Jasmin.


"Ya! Dia Istri-ku, tapi stop melihat istriku seperti itu, Lex!" peringat Irfan dengan tegas.


"Oh Sorry Fan, gue gak bermaksud hanya saja gue bangga sama Lo." kata Alex


"Apa maksud Lo?" ucap Irfan mulai meradang.


"Gue harus mengatakan ini, Lo pandai sekali pilih cewek Fan, selalu cantik." terang-terangan Alex memuji Jasmine di hadapan Irfan dan Evelyn.


Evelyn pun tubuhnya langsung panas dia tidak suka Alex memuji orang lain selain dirinya.


"Apa Lex? Apa yang Lo bilang tadi hah? Kurang ajar Lo Alex, berani muji cewek lain dihadapan gue lagi, dasar buaya Lo!" Evelyn marah dan mengumpati Alex.


"Sorry Ev, gue cuma bilang apa adanya, tapi Lo tenang Lo juga cantik kok Ev." dengan entengnya sekarang Alex memuji Evelyn setelah memuji Jasmine duluan.


"Ah dasar Lo itu buaya kampret, Lo udah muji Pelakor ini, sekarang Lo muji gue. Cihh, gak tau diri Lo!" Evelyn marah besar.


"Kalau kamu marah sama dia silahkan Evelyn! Tapi jangan sekali-kali mengatai Istriku! Berani sekali kau menjelekkan istriku yang sempurna ini, siapa kau hah? Urus saja urusan kalian berdua tapi jangan pernah membawa-bawa Istriku ini! Ayo sayang, kita pergi tinggalkan dua manusia tak berguna ini." Irfan menyahut perkataan Evelyn dan dia memarahi Evelyn karena tadi sudah mengatai Jasmine Pelakor, padahal kenyataannya tidak seperti itu.


Irfan menarik tangan Jasmine agar pergi dari sana meninggalkan dua manusia tidak berguna itu.


"Irfan! Kau tega sekali." teriak Evelyn merasa terhina dua kali.


Irfan jauh lebih baik daripada Alex yang mata keranjang itu, tentu Evelyn sadar dua Pria itu amat sangat berbeda, Irfan adalah Pria yang setia tidak pernah dan tidak suka melirik wanita lain. Beda dengan Alex yang kelihatan tukang bermain wanita. Maka Evelyn merasa sesak mengingat kenyataan bahwa dia dan Irfan sudah tak bisa bersatu.


"Oh Evelyn kamu jangan marah sayang, tadi itu aku hanya bercanda sayang Evelyn." ucap Alex membujuk Evelyn sekarang.


"Diam! Pergi dari hadapan ku sialan!" Evelyn mengusirnya.


"Kamu jangan marah Ev, tadi itu Aku hanya ingin si Irfan kesal karena Aku telah memuji wanitanya tadi itu saja Ev, aku mau mereka bertengkar." kata Alex menjelaskan.


"Apa hah jadi kamu ingin membuat mereka bertengkar gitu hah, tapi dengan memuji si Pelakor di hadapanku, sungguh gil4 kamu Alex! Kau memujinya dihadapan ku sialan " Evelyn tak henti mengumpat, apalagi melihat Irfan dan Jasmine sama sekali tidak bertengkar tadi dan justru dia dengan Alex lah yang saling ribut, maka wanita itu benar-benar marah benci pada Alex.


Evelyn langsung pergi meninggalkan Alex tanpa mau mendengarkan penjelasan atau panggilan dari Pria itu.


sementara itu Irfan minta maaf pada istrinya karena ini diluar kendalinya harus bertemu mantan kekasihnya disini.

__ADS_1


__ADS_2