
''Aaaaa!! Apa yang kau lakukan?'' pekik Jasmin kaget dengan perbuatan wanita asing itu, yang tiba-tiba menghampirinya lalu menarik rambutnya.
''Kesini kau Pelakorr! Akan ku habisi kau!'' Evelyn kalap dan menyerang nya lagi. Dan mereka jadi saling tarik menarik rambut.
''Heh wanita tidak waras, lepaskan tangan mu dari rambutku.'' teriak Jasmin
''Aku tidak akan membiarkan mu tenang, kau Pelakor sudah merebut Irfan dariku.''
''Evelyn, stop!'' teriak Irfan mencegah Evelyn agar tidak menyakiti Jasmin lagi.
''Kamu jangan membela nya Fan, biarkan aku merusak wajah wanita tidak tahu diri ini sudah merebut kamu dariku.'' ucap Evelyn
Karena dirasa kekuatan Jasmin mulai lemah juga dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya akibat kaki yang terlalu menahan serangan Evelyn, akhirnya Jasmine mengeluarkan kekuata terakhirnya.
Jasmine mengangkat tongkat yang sedari tadi menahan keseimbangan tubuhnya itu lalu dengan sangat kuat di arahkan nya tongkat tadi tepat pada kaki Evelyn.
Baghh
Bighhh
Buuugggggh
''Aaaaa ....
Awww , Awww apa ini sialan?'' jerit Evelyn kaget melihat Jasmine melawannya hanya dengan tongkat. Sehingga Evelyn mengaduh kesakitan, kakinya pasti biru-biru karena pukulan cukup keras.
''Mundur! Aku bilang kau mundur atau aku akan memukul mu lagi dengan ini!'' ancamnya
__ADS_1
Evelyn mundur dengan mata masih menatap marah pada Jasmine.
''Sebenarnya kau itu siapa? Kenapa tiba-tiba datang lalu menyerang ku?'' tanya Jasmine masih dengan kebingungan dan nafas yang terengah-engah habis melawan Evelyn dengan brutal.
''Jadi kau tidak tahu aku siapa ya? Baiklah akan aku jelaskan kepada mu dengan sejelas nya.'' ucap Evelyn sembari mendekati Irfan lalu memeluk lengan Pria itu dan menempel padanya.
''Aku adalah kekasih Irfan, kami sudah menjalin hubungan selama tiga tahun.'' Evelyn menekan kata tiga tahun.
''A-apa?'' Jasmine terkejut
Deg .....
Hatinya langsung nyeri.
Wanita itu menatap Irfan tak percaya.
''Tidak ... Itu tidak mungkin!!'' jerit Jasmine marah dan tak menyangka.
''Jasmine ... '' panggil Irfan khawatir padanya dan akan mendekati Jasmine tapi buru-buru di tahan Evelyn untuk tetap di sampingnya.
''Kak, katakan padaku apa yang dikatakan wanita ini bohong kan? Itu ... Gak benar kan Kak? Jawab kak.'' tanya Jasmine lirih suaranya mulai hilang terbawa keterkejutan.
''Itu ... Jasmine, aku ... Aku minta maaf Jasmine.'' ucap Irfan suaranya terputus-putus .
''Aku apa Kak? Kamu tega sekali bohongi aku Kamu benar-benar jahat!'' pekik Jasmin sambil menangis.
''Tidak Jasmine aku tidak bermaksud seperti itu, aku Aku bisa jelaskan---''
__ADS_1
''Cukup!! Aku sudah tidak ingin mendengar semua ucapan dan bohongmu itu.'' Jasmine memotong ucapan Irfan kemudian wanita itu tiba-tiba saja melangkah kan kakinya, menuju pintu keluar.
Dengan langkah lebar Jasmin keluar dari apartemen Irfan lalu meneruskan jalannya untuk pergi menjauh dari Irfan.
''Jasmine tunggu Jasmine, kau mau kemana?'' teriak Irfan memanggilnya dan langsung mengejar sebelum Jasmine pergi.
Di luar apartemen mereka saling berhadapan, dengan Jasmine yang di tahan oleh Irfan agar tidak pergi kemana-mana.
''Tunggu kamu akan kemana? Jangan pergi dan jangan seperti ini ku mohon, ijinkan aku jelaskan semuanya tolong!'' pinta Irfan memohon agar Jasmin mengerti dan dia akan jujur tentang semuanya.
''Jangan cegah aku untuk pergi Kak, dan biarkan aku keluar dari sini. Aku tidak ingin lagi mendengar apa yang akan kamu ucapkan, biarkan aku pergi.'' Jasmine pun memaksa Irfan jangan mencegah dan menahan kepergian nya.
''Tidak Jasmine! Aku gak akan biarkan kamu pergi dariku.'' tak di sangka Irfan justru menarik Jasmine dan langsung membopong tubuh itu dan di panggul nya bak karung beras.
''Aaaaa apa yang kau lakukan Kak, turunkan Aku!'' teriak Jasmine dia kaget dengan perbuatan Irfan.
Irfan tidak mendengarkan teriakan dan permintaan Jasmine yang mau di turunkan dari gendongan nya ini, Irfan semakin berjalan cepat menuju lantai bawah kemudian di lift barulah Jasmine di turunkan.
Setelah itu Irfan langsung membawanya lagi entah menunju kemana yang jelas dengan menyebut Irfan membawa Jasmine lari.
''Kau mau membawa ku kemana ini?'' tanya Jasmine agak takut apalagi Irfan diam saja.
''Kita aakan ke tempat yang sangat aman, dimana tidak akan ada orang yang menemukan kita dan hanya akan ada kita berdua saja disana, kita akan memulai hidup baru di tempat yang sangat jauh.'' ujarnya Irfan dengan nada yang sangat serius.
''A-apa? T-empst yang jauh dan ... Itu hanya ada kita?'' ucapnya dengan terbata, dia sekarang jadi semakin takut pada Irfan.
'Apa dia akan melakukan hal aneh padaku, oh Tuhan tolonglah Aku.'
__ADS_1