
Irfan sangat ketakutan Jasmine menunggunya pulang padahal kenyataannya Jasmine lupa bahwa Irfan berkata dia akan pulang dan mau tidak pulang juga Jasmine merasa wajar, mereka tak ada hubungan yang spesial selain kepura-puraan dalam pernikahan ini.
''Kalau di pikir-pikir kok dia mau saja ya, di paksa sama Ibu untuk menikahi ku padahal selama aku sakit dia sudah bertangungjawab biaya rumah sakit semua dia yang bayar, bukannya itu sudah cukup ya? Hm, Aku jadi penasaran sebenarnya apa juga alasan Ibu menyuruh kami menikah seperti ini. Bu, aku jadi rindu padamu.'' ucap Jasmine berbicara sendiri tapi tiba-tiba ketika mengingat ibunya wanita itu langsung rindu ingin bertemu.
Kemudian dia teringat kata-kata yang Irfan keluarkan dari mulutnya kemarin, kalau Jasmine harus meminta izin nya dulu bila mau pergi ke rumah Bu Salma ataupun kemanapun itu.
''Nanti kalau dia datang aku mau memberitahu mu kalau aku ingin menemui ibu.'' ucap Jasmiine pelan.
Bruaakkk
Pintu di buka dengan keras dan sepertinya orang itu datang dengan tergesa-gesa, pelakunya adalah Irfan si pemilik tempat ini.
''Astaga apa yang kau lakukan ?'' tanya Jasmine sampai melongo kaget, Pria itu datang dengan rusuh dan seperti habis di kejar setan saja.
Baru juga Jasmine mengingat Irfan dan akan minta izin, eh ... Orangnya justru sekarang sudah datang.
''Kamu, kamu gak marah kan?'' tanya balik Irfan, sampai ngos-ngosan begitu.
Jelas dahi Jasmin langsung mengernyit bingung, ''Marah? Maksudnya ?'' ucap Jasmine
''Iya kamu marah gak sama Aku ?'' ucap Irfan
''Nggak, aku gak marah dan kenapa harus marah.'' ujarnya Jasmin.
''Ah syukurlah, makasih kamu gak marah ya.'' Irfan duduk di samping Jasmine dengan nafas lega.
''Kamu sendiri kenapa datang-datang kaya kesetanan gitu?'' ucap Jasmine dia penasaran.
''Aku buru-buru dari kantor kesini, karena aku ingat kamu juga aku takut kamu ngambek sama aku---''
''Tunggu, aku ngambek ? Ini agak membingungkan, aku gak marah gak juga ngambek dan kenapa harus ngambek.'' Jasmine langsung memotong ucapan Irfan.
''Karena kan kemarin Aku janji ke kamu, kalau aku bakal pulang, tapi nyatanya aku malah ketiduran di kantor, itulah aku cepat-cepat datang kesini karena ku pikir kamu akan marah menungguiku semalaman.'' Irfan pun menjelaskan alasannya dia datang dengan kerusuhan tadi.
__ADS_1
Jasmine lagi di buat melongo oleh Irfan tapi detik kemudian dia langsung tersenyum agak bahagia nih hatinya.
Ah dia ternyata sangat so sweet juga, . Bahkan dirinya sampai memikirkan perasaan ku yang katanya aku takut marah karena dia sudah janji akan pulang, tapi dia malah ketiduran. Hihihi padahal aku tidak mengingat itu semua, Aku juga gak ada pikiran untuk marah toh mungkin dia sibuk atau pulang ke rumahnya. Astaga kenapa pria ini membuat pipiku memanas. batin Jasmine
''Dengar, aku sama sekali gak marah kok jadi kamu jangan berpikiran aku ngambek kamu juga jangan menyalahkan dirimu sendiri, mungkin kamu kelelahan Kak, jadinya kamu ketiduran.'' ucap Jasmine bijak .
''Em iya mungkin aku kelelahan sampai gak ingat aku bisa ketiduran seperti itu.'' gumamnya Irfan tapi dia seperti mengingat sesuatu sebelum dia tertidur itu bukannya dia sedang ngobrol sambil minum bersama Alex.
Ah aku tidak mengingat yang lebih lagi, apa yang kulakukan setelah itu yang jelas saat malam tadi aku benar-benar merasa mengantuk. hanya itu yang Irfan ingat.
Irfan dan Jasmine pun lanjut ngobrol-ngobrol pagi itu lalu mereka sarapan bersama begitu Bibi Ida menyuruh majikannya untuk makan karena menu sudah Bibi Ida siapkan.
***
Di tempat yang berbeda,
Subuh tadi seorang Pria beranjak dari tempat tidur hanya bertelanjang bulat tak memakai apapun, lalu dia membersihkan dirinya terlebih dahulu sesudah selesai Pria tadi memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai.
Alex tersenyum jahat melihat wajah lelah itu, dia benar-benar puas bagaimana tidak? Alex mendapatkan yang pertama menerobos kepemilikan Evelyn dan bukan Irfan.
Jelas Alex sangat bahagia dan bangga, dia benar-benar sudah menghancurkan Irfan sekarang ini maka itu artinya tujuannya untuk berbalas dendam sudah berhasil.
''Aku puas dengan mu malam tadi baby, untuk besok-besok nya lagi aku jadi ingin bersamamu lagi, kau sangat nikmat.'' bisiik Alex pada Evelyn.
Tangannya menepuk-nepuk pelan pipi Evelyn, bahkan sebelum pergi dia mencium sekali lagi bibir Evelyn dengan beringas.
Saat Evelyn merasa terusik dan bergerak, Alex menghentikan aksinya kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan Evelyn sendirian di club itu.
Menjelang siang hari barulah Evelyn bangun dari tidur panjangnya.
''Euuhh,'' dia melenguh merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
''Sssshhhh, aku kenapa ?.Kepalaku sangat pusing tubuhku juga benar-benar sakit semua.''
__ADS_1
Perlahan matanya terbuka dia melihat ruangan yang beda, ini tempat asing dimana dia?
''Astaga dimana aku.'' pekiknya shock
''I-ini tempat apa? Ah kepalaku sangat sakit.
Evelyn bangun dari berbaring nya kemudian matanya langsung terbelalak lebar saat menyadari selimut itu melorot hingga pinggang dan dia tak memakai baju.
''Hahhh, kenapa dengan ku?'' rupanya Evelyn belum sadar apa yang terjadi.
''T-tidak, bagaimana bisa!'' dia menggeleng cepat
Kemudian memegangi kepala sambil mengingat semuanya, akhirnya sedikit sedikit dia pun cobalah ingat ternyata Evelyn datang karena disuruh Irfan, lalu dia minum dan mulai hilang kesadaran tapi Evelyn ingat dia sudah bercinta dengan sosok yang dia yakin itu Irfan.
''Iya aku ingat sekarang, Irfan yang menyuruhku datang lalu dia mulai mencumbu dan bercinta dengan ku, tapi sekarang dimana dia?'' Evelyn pun terkejut ketika sadar Irfan tidak ada disana.
''Ah mungkin di kamar mandi.'' pikirnya lantas Evelyn beranjak sambil membalut tubuhnya dengan selimut memegang nya erat.
Dengan berjalan agak tertatih karena rasa sakit di area intimnya itu membuat Evelyn kesusahan melangkah.
''Aww, ini sangat sakit sekali apa sebenarnya yang dilakukan kamu sayang sampai aku kesakitan luar biasa kaya gini.'' bahkan Evelyn sangat percaya Irfan lah yang sudah menyetubuhinya malam tadi, ya memang siapa lagi? Evelyn belum tahu yang sebenarnya.
Dia membuka pintu kamar mandi rupanya kosong tidak ada siapapun.
''Sayang, sayang kamu dimana?'' Evelyn memanggil nya
''Sialan dia tidak ada disini, Irfan! Dimana kamu?'' Evelyn berteriak kencang dia merasa sudah di permainkan oleh Irfan.
Wanita itu mencari ponselnya kemudian segera menghubungi Irfan, dan sialnya lagi nomor Irfan justru tidak aktif.
''Kurang ajar! Apa ini maksudnya hah? Apa dia sedang bermain-main dengan ku!'' dada Evelyn bergemuruh dia benar-benar marah, kalau Irfan sengaja melakukan itu dengan nya semalam karena mau sama mau, lalu kenapa pagi ini Irfan justru tidak ada, disaat Evelyn masih tidur bahkan Irfan tak membangunkan nya dulu tadi, malah meninggalkan nya begitu saja.
''Apa dia sengaja melakukan ini lalu pergi begitu saja setelah puas ? Tapi, Irfan yang ku kenal tidak seperti ini, lalu kenapa ini terjadi apa ini maksudnya ?'' sekali lagi Evelyn menjerit geram.
__ADS_1