Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Menghargai suami


__ADS_3

Brummmm


Mobil pun melaju dengan cepat untuk membeli keinginan si majikan.


Tapi tiba-tiba Irfan bingung harus pergi mencari kemana sebab dia tahu kalau di tempat yang ditunjukkan istrinya itu pastinya sudah tutup.


"Aku harus cari kemana ya ini, dimana yang ada lagi yang jualan ayam geprek?" pikirnya


Kemudian Pria itu mencari di ponsel pintarnya dan akhirnya menemukan yang buka dua puluh empat jam. Tapi sebelum ia kesana ia lebih dulu ke tempat yang diinginkan istrinya ini sekedar untuk menghilangkan rasa penasaran barangkali masih buka.


Dan benar saja terlihat hanya ada gerobaknya saja tapi si penjual dan dagangannya sudah tidak ada itu artinya memang di tempat yang diinginkan Jasmiine telah tutup.


"Tuh tutup kan, ngeyel sih dia tetap kukuh minta di tempat ini sudah tau gak buka dua puluh empat jam." sesekali Irfan mengomel sendiri.


"Sekarang aku pergi ke tempat itu dan membawa pulang ke rumah, hoamm mana dingin dan ngantuk kalau bukan untuk calon anakku ogah sebenarnya aku lakukan ini." ucapnya dengan terdengar menguap kemudian membelokkan mobilnya itu menuju yang jualan ayam geprek yang dia lihat di ponsel tadi.


Tiba di tempat itu rupanya masih ada beberapa orang juga tengah berada disana ya mungkin untuk membeli makanan juga.


Irfan keluar dari mobil nya kemudian berjalan masuk ke dalam tempat itu dan akan memesan. Ketika menunggu peranannya tak sengaja dia berpapasan dengan seseorang yang dia kenal.


"Lo disini juga?" tanyanya orang itu menyapanya.


"Hm," jawabnya sebenarnya agak malas bertemu orang ini tapi ini tidak sengaja.


"Lagi apa? Beli makanan jam segini Lo? Tumben.' apalagi sekarang orang itu terlalu banyak bicara.


"Ya apa lagi, bukankah ini tempat membeli makanan, pakai nanya lagi." jawabnya cetus biarkan saja dia masih marah pada orang itu.


"Lo kenapa judes amat sama gue, udah kayak cewek aja tahu gak. Btw Lo masih marah sama gue Fan?" ucapnya memang banyak bicara.


"Hm, gue emang marah sama Lo,".jawab Irfan apa adanya


"Astaga, udah punya bini juga Lo kenapa masih marah hah? Apa itu karena Lo masih cinta sama si Evelyn ? Lo masih gak rela gue rebut Fan?" ucap Alex benar rupanya dia adalah Alex berada di tempat yang Irfan datangi.


"Entahlah tapi bukan karena gue masih gak rela hanya saja gue benci cara licik Lo itu." balas Irfan


"Yaudah sih harusnya Lo ikhlaskan Fan, apalagi bukankah Lo udah punya bini kan? Udah biarin si Evelyn sama gue." ujar Alex


"Lo ambil aja dia gue udah gak peduli padanya, dan bukankah emang sekarang dia sudah sama Lo." balasnya.

__ADS_1


"Huum tapi gue lihat kayaknya Lo ini masih gak rela," ucap Alex


"Bukan seperti itu gue udah ikhlaskan dia untuk Lo, oh ya kalian masih belum menikah juga? Apa Lo masih gak mau halal-in si Evelyn Lex? tanya Irfan


"Siapa bilang gak mau, gue lagi berusaha tau hanya dia nya saja masih menunda-nunda waktunya." jawab Alex


"Mau sampai kapan? Sampai anak kalian berojol hah? Apalagi kemarin gue lihat perutnya udah cukup besar." ucap Irfan


"Gak tau lah mungkin dia masih ragu." kata Alex


"Tapi Lo serius kan sama dia? Maksud gue Lo gak lagi berniat balas dendam lagi kan? Gue harap Lo benar-benar tanggung jawab Lex." ucap Irfan


"Gak lah, gue gak lagi main-main, gue emang serius sama dia apalagi dia sekarang mengandung anak gue. Ya, cuma dia nya yang masih ragu kali." balasnya.


"Dan ya, kalau gue gak serius gue ogah kali datang kesini malam-malam ini tuh demi dia dan anaknya." lanjut Alex.


"Wahh jadi maksudnya Lo disini tuh karena permintaan si Evelyn gitu ?" Irfan terkejut


"Huum,ini karena dia minta dibelikan ayam goreng kremes." kebetulan disana juga ada ayam goreng kremes keinginan Evelyn.


"Benarkah malam-malam gini?" Irfan memastikan karena ini terasa lucu saja kenapa bisa barengan dengan keinginan istrinya, apakah orang hamil seperti ini semua? Pikirnya.


"Iya, Lo sendiri bukannya lagi beli makanan juga kan malam-malam gini." balas Alex


"Apa? Wah kok bisa barengan ya, minta di tengah malam gini." gantian Alex kini yang terkejut.


"Huum gue juga merasa heran dan rasanya lucu juga." kata Irfan jadi lebih santai sekarang ngobrol dengan sepupunya ini.


"Iya juga lucu ya tuh cewek yang lagi hamil, ehh tunggu! Apa Istri Lo artinya dia lagi hamil juga Fan ?" Alex belum tahu tentang Jasmiine yang memang sedang hamil baru Lima bulan.


"Hmm Istri gue emang sedang hamil juga udah Lima bulan kandungan nya." jawab Irfan.


"Waaah rupanya udah gede juga, selamat ya Fan." Alex memberikan ucapan dengan tulus.


"Hm thanks Lex." balasnya


"Permisi Mas ini pesanan nya sudah siap." pelayan datang dan memberikan pesanan Alex yang sudah jadi.


"Oh baik makasih Mbak," ucap Alex sambil mengambil pesanannya.

__ADS_1


"Fan, gue pulang duluan ya keburu malam nih." pamitnya.


"Oh iya, hati-hati Lex." ucap Irfan


"Hm," sahutnya dengan berlalu.


Tak lama pesanan Irfan juga sudah datang setelah itu Irfan pun pulang dengan membawa pesanan si orang hamil yang menunggunya di rumah.


Beberapa saat kemudian tiba di rumah rupanya Jasmine tertidur lagi karena mungkin menunggu Irfan terlalu lama.


"Sayang kamu tidur." bisiknya


"Eeeh Mas kamu udah kembali." Jasmine bergumam dengan setengah sadar.


"Iya nih ayam geprek nya." ucap Irfan


"Mana mas, aku udah nunggu dari tadi kamu nya lama yasudah aku nunggu sambil tidur." ujar Jasmiine sambil bangun.


Irfan menuangkan makanan nya ke dalam wadah begitu juga dengan nasinya. "Mau mas suapin?" ucapnya


"Tidak usah mas, biar aku makan sendiri oh ya ayo mas makan juga, eh iya ini ayam geprek yang di jalan itu kan mas?" tanya Jasmiine sambil mencubit ayam nya yang renyah.


Uhukkk!


"Iya iya di tempat itu kok." hampir saja Irfan tersedak air liur nya sendiri.


"Kamu kok jadi gugup?" tanyanya


"Ah tidak sayang, mas hanya agak kedinginan saja." jawab Irfan sambil ekspresi yang kedinginan.


"Hm gitu, maafkan aku ya mas udah buat kamu capek dan kedinginan gitu, nanti aku berikan kehangatan deh mau gak?" ujar Jasmine


Glekk! Kehangatan?


"Iya mau mau." jawabnya dengan cepat dan bersemangat.


Jasmine jadi terkekeh geli.


Saat suapan pertama dia seperti menikmatinya tapi ketika ia menyuapkan lagi mulai merasakan ada yang beda.

__ADS_1


'Loh ini kenapa rasanya jadi beda ya, bumbunya juga jadi beda, apa benar ini mas Irfan beli nya di jalan itu?' batin Jasmin berbicara, tadinya Jasmin ingin menanyakan itu tapi ketika melihat wajah lelah suaminya wanita itu tidak jadi bertanya karena menghargai suaminya.


'Aku tau pasti dia berbohong, tapi aku tidak bisa marah padanya dia sudah rela beli di tengah malam yang dingin begini demi aku.' akhirnya Jasmin mengatakan ini sangat enak dan tentunya berterima kasih pada Irfan.


__ADS_2