Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Perduli pada Nenek


__ADS_3

Sekarang Jasmine dan juga Irfan tengah berada di tempat makan namun Jasmine hanya mengaduk makanannya saja tanpa memakannya dan Irfan sadar akan hal itu.


"Sayang, ayo di makan." ucap Irfan menyuruh istrinya untuk makan.


"Ouh iya Mas," sahut Jasmine hanya menyuap sekali dan kembali melamun.


"Ada apa?" kembali ujar Irfan


"Eee tidak ada." katanya sambil tersenyum


"Tapi dari tadi aku melihatmu hanya melamun. Apa yang sedang kau pikirkan?" ucap Irfan


"Mas," panggilnya


"Iya, ada apa?" balasnya


"Mas, apa kamu janjian datang kesini dengan mantan kekasih mu itu?" tanyanya tiba-tiba.


"Apa? Apa yang kau katakan sayang, kau menuduhku?" kata Irfan


"Bukan menuduh hanya bertanya saja, jadi apa kalian benar janjian bertemu disini atau tidak?" ulang Jasmine.


"Astaga jelas bukan lah sayang, ngapain aku janjian dengannya itu sama sekali tidak benar, aku gak pernah berhubungan lagi dengannya." ucap Irfan tidak membenarkan tuduhan Jasmiin.


"Tapi kenapa tadi kita bertemu dengannya?" ucap Jasmine

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu, tapi mungkin dia memang lagi disini juga, bukankah ini tempat umum yang siapapun bisa berada disini." ucap Irfan.


Jasmine mencerna jawaban Irfan ya mungkin itu benar, ini memang tempat umum yang siapapun bisa datang ke tempat ini bukan hanya dirinya dan Irfan saja.


"Kenapa hm?" ujar Irfan


"Hah maksudnya?" tanya balik Jasmine


"Iya kenapa tiba-tiba menanya itu, apa kau lagi cemburu?" celetuk Irfan


"Apa? Cemburu, itu sama sekali tidak ya!" segera Jasmine menepisnya.


"Ah masa tidak, tapi kelihatannya kamu gak suka aku ketemu lagi dengan Evelyn." kata Irfan


'Apaan sih kenapa namanya harus disebutkan juga.' dalam hati Jasmine menggerutu.


"Hmm tinggal katakan saja sih kamu emang lagi cemburu lagian pada suami sendiri ini juga tidak apa-apa kali di cemburu-i." Irfan pun kukuh ingin Jasmine ngaku.


"Apa sih, kenapa bahas itu." Jasmine protes


"Kamu sendiri yang membahas ini duluan, dengan menuduh ku janjian dengannya juga." balas Irfan


"Yaudah maaf kalau aku udah nanya itu sama kamu mas." Jasmine mengalah dan mengakhiri perdebatan ini.


"Eh kamu jangan minta maaf," ucap Irfan dengan cepat.

__ADS_1


"Loh kenapa jangan ?" Jasmine pun bingung.


"Iya biar mas yang minta maaf padamu, kamu mah gak ada salah kok." jelas Irfan.


"Oh gitu," Jasmine langsung memalingkan wajahnya dengan tersenyum dia merasa tersentuh dengan ucapan suaminya tadi, tapi apakah benar dia itu sedang cemburu?


Setelah makan dan membeli beberapa pakaian tadi kini saatnya mereka pulang namun sebelum itu Jasmiine meminta Irfan untuk membelikan makanan untuk Neneknya juga yang saat ini tinggal bersamanya.


Irfan merasa senang dan jadi lebih cinta pada Jasmine karena masih peduli pada Neneknya bahkan dulu sempat tak menerimanya itu tapi sekarang Jasmiine seolah-olah tidak balas dendam kejahatan pada Neneknya.


"Kenapa mas malah melamun, ayo kita beli makanan untuk Nenek." ulangnya sambil mengajak Irfan ke tempat makan.


"Oh iya iya ayo sayang, tadi mas itu merasa kagum padamu loh." kata Irfan seraya mengajak Jasmine pergi.


"Kagum gimana ah?" tanya Jasmine tak mengerti.


"Iya kagum, setelah kamu tahu tentang perbuatan Nenekmu dulu tapi sekarang kamu masih perduli itu sangat jarang loh Aya orang yang seperti kamu, makanya aku begitu kagum pada istriku ini." jelas Irfan.


"Ah Mas, sepertinya kamu terlalu berlebihan deh, dan aku yakin di dunia ini masih banyak juga kok orang baik yang tidak menaruh dendam apalagi ini kepada orang tua, sudah pasti Aku akan menghormatinya." jawab Jasmine.


"Walaupun Nenekmu pernah tidak mau menerima mu hm?" ucap Irfan sekali lagi ingin tahu jawaban istrinya.


"Yaa iya, kenapa tidak? Beliau nenekku, sudah pasti Aku harus menghormati dan menyayanginya walaupun beliau dulu pernah berbuat hal yang menyakiti Mama ku." kata Jasmine ketika saat menyebut Ibunya Jasmine nampak sedih.


"Maaf aku mengingatkan mu pada ibumu lagi tapi Aku tak bermaksud seperti itu." ucap Irfan dengan sesal.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Mas, dan tidak perlu minta maaf." sahutnya tidak menyalahkan Irfan.


Setelah selesai semuanya maka mereka pun kembali pulang dan mungkin akan melanjutkan aktivitas membuat anak, itupun kalau Jasmine nya mau dan tidak kecapean. Kalau Irfan tak perlu ditanya, Pria akan selalu siap kalau sudah menyangkut per- ranjang-an.


__ADS_2