Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Evelyn pingsan


__ADS_3

Evelyn mendatangi rumah orangtua Irfan untuk menanyakan keberadaan Irfan dimana dan apakah akan pulang atau tidak.


Memang Evelyn sudah kehilangan urat malunya, dia masih terang-terangan mengharapkan Irfan kembali.


Ting Tong


Dia memencet bel rumah.


Ceklek pintu Bibi buka dan melihat kedatangan Evelyn.


''Eh Non Evelyn, silahkan masuk Non.'' ucap Bibi mempersilahkan Bibi pikir mungkin Evelyn datang karena di undang Nyonya rumah.


''Bi, dimana Irfan?'' Evelyn langsung bertanya.


''Den Irfan, belum pulang Non.'' jawab Bibi


''Apa Bi? Jadi dia masih belum pulang juga. Apa Tante tidak menyuruhnya pulang ya.'' Evelyn sedikit marah.


''Bibi juga tidak tahu soal itu maaf Non.'' kata Bibi


''Yasudah lah sekarang katakan dimana Tante?''


''Ada apa Evelyn?'' tiba-tiba sahut Momy Irfan.


''Tante, apa Tante gak minta Irfan pulang Tan? Kenapa dia lama sekali pergi dan bagaimana nasibku ini Tante.'' ucap Evelyn membuat Momy Irfan terkejut.


''Apa maksudnya ini Evelyn? Kenapa kamu mengadukan nasibmu pada putraku, bukannya sudah jelas kemarin yang melakukan nya adalah Alex. Dan itu artinya kamu harus meminta pertanggungjawaban pada Alex bukan pada Irfan lagi.'' Momy menegaskan setiap ucapannya.


''Aku tidak mau dengannya Tante, karena ini semua gara-gara Irfan yang menyuruhku datang malam itu jadi semua Irfan lah yang bertanggung jawab.'' jawab Evelyn dengan tidak berpikir dahulu.


''Tante rasa kamu itu sudah tidak waras Evelyn, apa kamu gak bisa berpikir mana yang benar dan salah hah ku itu sudah dewasa, coba kamu pikir sendiri.'' ucap Momy tidak habis pikir pada kelakuan Evelyn.


''Kenapa sih Tante jadi belain anak Tante, asal Tante tahu ini juga gara-gara si Irfan yang tidak menyerahkan semua harta Kakek nya pada si Alex saja Tante. Mungkin aku tidak akan menjadi korbannya hikkss.'' kini Evelyn meluapkan semua amarahnya dia mengatakan isi hatinya sambil menangis.


Momy berpikir memang disini Evelyn adalah korbannya tapi tidak mungkin anaknya bersama Evelyn yang jelas telah bersama dengan Alex, namun Momy juga merasa kasihan pada Evelyn pasti hidupnya hancur.


''Lalu kamu mau seperti apa sekarang Ev?'' tanya Momy seraya mengusap bahu Evelyn agar tenang.


''Aku mau Tante dukung aku untuk kembali pada Irfan, buatlah dia kembali Tante aku ingin bersamanya.'' ucap Evelyn dengan meminta bantuan Momy Irfan.


''Tapi itu tidak mungkin terjadi, bukannya Irfan sudah memiliki istri selama ini Ev, bagaimana bisa kamu dengannya.'' Momy merasa kurang yakin.


''Itu urusan Tante, dan aku gak perduli karena yang aku inginkan adalah aku bersama Irfan lagi pokoknya Tante harus bantu aku.'' kukuhnya Evelyn dengan keinginannya.


''Baiklah tapi bila Irfan tetap tidak ingin dengan mu kamu harus bisa menerima itu, lagian sebenarnya sudah tidak akan ada pria manapun yang menginginkan mu Evelyn kamu sudah tidak gress lagi.'' Momy malah menyindirnya.


''Apa maksud Tante?'' Evelyn marah.

__ADS_1


''Kenapa kamu marah sudah lah itu kenyataannya kok, kamu mau Tante bantu gak? Jadi yang sopan pada saya!'' ucap Momy membalas ucapan Evelyn.


Evelyn langsung diam karena dia memang butuh bantuan untuk mendapatkan Pria nya lagi.


Sesudah menemui Momy Irfan, Evelyn pun memilih pergi ke kafe dia ingin duduk santai untuk menghilangkan masalah yang menimpa hidupnya walaupun tidak hilang semudah itu.


''Mau pesan apa?'' tanya pelayan.


''Saya pesan es capuccino saja.'' beritahu nya.


''Oh baik mohon di tunggu ya.'' pelayan pun pergi.


Evelyn melihat ruangan itu lalu menatap pada pepohonan yang terlihat dari dalam kafe ini langsung tertuju pada pohon-pohon di samping kafe itu.


Tapi tiba-tiba ada tangan yang menutupinya matanya secara tiba-tiba dan membuat Evelyn terlonjak kaget.


''Aaa siapa ini? Hei lepaskan sialan.'' teriaknya memukul tangan orang itu.


Ketika dirasa ini seperti tangannya seorang pria tiba-tiba Evelyn jadi ingat pada Irfan dan berpikir mungkin saja itu adalah Irfan.


''Sayang apa ini kamu? Ah iya, ini kamu kan sayang kamu datang? Ah akhirnya.'' Evelyn sangat antusias.


'Sayang?' gumam pria itu dengan mengernyit bingung tapi detik kemudian dia tersenyum miring ini akan menjadi permainan yang seru, pikirnya.


Kemudian tak terduga pria itu mendekatkan kepalanya kearah Evelyn dan dia langsung mencium pipi Evelyn.


Muahh


''Ih sayang kamu so sweet sekali, aku suka.'' lanjutnya terkekeh.


''Hm jadi kau suka sayang?'' ucap si pria dengan berbisik di telinga Evelyn namun suaranya sangat terdengar berat.


Evelyn tentu langsung diam tidak berkutik saat mendengar suara orang ini. Tubuh Evelyn juga langsung tegang dan si pria tentu tertawa tanpa suara.


''Heh siapa kamu?'' tanyanya lalu dengan satu tarikan Evelyn menepiskan tangan itu lalu dia menatapnya tajam.


''Kau!'' si wanita memekik.


''Ya ini Aku, sayang.'' Alex mengejek


''Sialan kurang ajar kau, ngapalin kau disini hah? Ganggu bahtera sih tau gak.'' cetus Evelyn sambil buang muka.


''Diam! Berani sekali kau mengatakannya itu, pergi kamu dari sini.'' Evelyn menunjuk pada pintu keluar.


''Ini tempat umum jadi saya juga berhak ada disini.'' balasnya Alex


''Ok kalau Lo gak mau keluar biar gue yang pergi.'' kata Evelyn dan langsung melangkah

__ADS_1


''Eh eh tunggu dulu, mau kemana hah saya kesini karena punya berita bagus untukmu.'' kata Alex sambil menahan tangan Evelyn hingga wanita itu berhenti melangkah.


''Apa maksudmu?'' ucap Evelyn menatapnya bingung.


''Ok duduk dulu,'' kata Alex menyuruhnya duduk.


''Gak aku gak mau.'' Evelyn menolak


''Benar gak mau ini tentang Irfan.'' kata Alex sambil menyebut nama Irfan.


''Hah Irfan kenapa dengan dia? Apa lagi yang kau lakukan padanya brengsek?'' Evelyn justru marah pada Alex.


''Oh wow tenang dulu bisa kan? Saya tidak melakukan apapun pada Pria mu itu , cuma saya tahu keberadaan dia dimana.'' kata Alex dengan wajah yang dibuat seserius mungkin.


''Apa yang benar Lo tahu dia dimana?'' kata Evelyn antusias.


''Iya benar Lo mau tahu kan dimana keberadaan si Irfan?''


''Yaudah cepat katakan dimana keberadaannya, jangan banyak bacot.'' kata Evelyn tak sabaran.


''Permisi ini minuman nya.'' pelayan datang sambil membawakan minuman pesanan Evelyn.


''Oh iya thanks.'' kata Evelyn.


''Heh ayo katakan dia ada dimana?'' Evelyn bertanya pada Alex lagi.


''Ada di suatu tempat, kalau Lo mau melihatnya ayo ikut gue akan gue antarkan.'' Alex menawarkan.


''Tunggu dulu, Lo ini serius kan gak lagi bohongin gue lagi kan Lo ? Gue gak percaya sama Lo.'' ucap Evelyn ragu.


''Kali ini gue bener gue gak bohong, tapi yaudah deh kalau Lo gak percaya dan gak mau ketemu sama si Irfan.'' ucap Alex


''Ok ok yaudah ayo bawa gue kesana tapi awas saja kalau Lo bohongi gue lagii, tak akan gue maafin Lo.'' ancamnya.


''Sstt iya gue serius.''


Sebelum pergi Evelyn minum dulu minuman yang baru dia pesan karena dia benar-benar haus tapi ini rasanya tidak enak justru terasa bau hingga dia ingin muntah.


''Hoekk.'' Evelyn mual-mual.


''Hei kau kenapa?'' tanya Alex panik mendekati wajah Evelyn.


''Aaaa kau menjauhlah dariku, kau sangat bau.'' Evelyn mendorong tubuh Alex.


''Sialan Lo ngatain gue hah.'' Alex tersinggung


''Aduhh pusing aku ingin muntah, hoekk.'' kepala Evelyn terasa beda dan dia pun langsung jatuh pingsan.

__ADS_1


''Oh astaga kenapa dengannya ini, dia pingsan heh bangun Evelyn.''


Dengan sigap Alex menggendong Evelyn dan membawanya ke klinik terdekat hingga disana justru Alex mendapatkan kabar mengejutkan tentang kondisi Evelyn.


__ADS_2