Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Irfan mengungkapkan pernikahannya


__ADS_3

''Kamu jangan pura-pura tidak mengerti Irfan! Aku minta sama kamu segera nikahi aku, atas semua perbuatan mu kepadaku malam tadi.'' ucap Evelyn


''Yang kulakukan padamu? Memang apa yang sudah aku perbuat Evelyn ?'' tanya Irfan bingung.


'' Apa kamu bilang ? Setelah kamu merampas dan menikmati tubuhku ini kamu masih bisa berkata kaya gini?'' kata Evelyn.


Irfan yang mulai geram dan muak akhirnya dia sampai menampar pipi Evelyn.


Plakkkk!!


''Fan!'' pekik Evelyn terkejut sembari memegang pipinya yang perih, menatap marah pada Pria di depannya.


''Kamu sudah keterlaluan Evelyn! Apa sebelum bicara seperti itu kamu tidak memikirkan nya dulu hah? Aku benar-benar bingung apa yang merasuki mu saat ini.'' seru Irfan.


''Hikkss, hikkss. Aku menyesal sudah mau pergi ke tempat itu demi kamu, aku juga nyesel sudah memberikan kehormatan ku ini padamu kalau akhirnya kamu mengelak Seperti ini aku menyesal!'' teriak Evelyn meluapkan rasa sakit hati.


''Cukup sudah cukup Evelyn! Aku tidak tahu apa yang sedang kamu katakan ini. Ku rasa kau perlu istirahat dan pulang lah !'' kata Irfan.


''Lihat ini lihat! Bukannya kamu yang menyuruhku datang ke club ini? Dan kita memadu kasih semalam Sayang, kamu ingat kan bagaimana kamu menyentuhku malam tadi. Irfan ayo katakan!'' bentak Evelyn sembari menunjukkan pesan yang dikirim dari nomor Irfan.


Sontak saja Irfan terkejut bukan main, apa apaan ini dia sama sekali tidak pernah mengirimkan pesan pada Evelyn dengan menyuruh datang ke suatu club yang di sebutkan dalam isi pesan itu.


Bahkan kenyataannya Irfan justru ketiduran di kantor dia sampai tidak pulang.


''Tidak Ev, aku tidak pernah mengirim itu padamu aku gak merasa sudah menyuruhmu datang, kau salah mengira itu bukan dari Aku yang mengirimnya.'' kata Irfan, berharap Evelyn sadar.


''Apa? Kamu bilang ini bukan kamu yang kirim lalu siapa? Lihat Irfan ! Ini dari nomor kamu!'' jerit Evelyn benar-benar isi kepalanya mau meledak saja rasanya.


''Tapi aku sama sekali tidak mengirim pesan apapun padamu, bahkan aku ketiduran malam tadi di kantor.'' kata Irfan dan memang itu kenyataannya.


''Lalu siapa orang itu yang sudah meniduri ku jelas-jelas itu kamu Fan, kamu lah yang menyuruhku datang.'' Evelyn ngotot dengan isi pikirannya walaupun Irfan sudah mengatakan bahwa itu bukan dia.


''Sudah sudah kalian bicarakan ini dengan tenang ayo duduk lah Evelyn, Tante rasa kau begitu kelelahan dan sangat kacau ayo duduk dulu.'' Momy Irfan menyuruh Evelyn dan anaknya untuk tenang agar dapat menyelesaikan masalah ini.


Evelyn pun menurut karena dia sangat lelah juga pikirannya begitu kalut, Evelyn takut dia sudah tidur dengan orang asing dan parahnya takut orang itu bawa penyakit.


''Nih minum dulu, agar kamu tenang.'' Momy datang lagi sambil membawakan air minum untuk Evelyn.


''Makasih Tante,'' Evelyn meminumnya dengan cepat tenggorokannya itu memang terasa tercekat dan kering.


''Ev, ku mohon kamu ceritakan dengan pelan apa sebenarnya yang terjadi? Aku masih bingung.'' Irfan mulai bicara dengan tenang, karena bila sama-sama marah tidak akan menemukan titik temu.


''Fan, tadi malam sekitar jam sebelas aku mendapatkan pesan dari nomormu dan disana kau menyuruhku untuk datang ke club itu. Kamu juga menyuruhku cepat datang karena kamu ingin mengatakan hal yang penting. Akhirnya aku datanglah kesana karena ku pikir kamu ada masalah ...

__ADS_1


Tapi, hikssss ternyata kamu mencumbu ku dan kita melakukannya Fan, bagaimana bisa kamu tidak ingat itu?'' Evelyn menangis dengan perasaan campur aduk dia menatapku Irfan nanar.


''Sssttt, sudah jangan menangis lagi kamu tenangkan dirimu.'' Irfan menenangkan Evelyn yang terisak-isak.


''Kamu sudah ingat kan kalau kita memang melakukan itu?'' Evelyn menatap Irfan lagi menunggu jawaban iya dari Irda.


''Maaf Ev, tapi aku tidak merasa berkirim pesan padamu aku bersumpah Ev, bahkan sudah ku katakan Aku ketiduran di kantor.''


''Tidak mungkin Fan, tidak! Lalu siapa yang sudah melakukan itu padaku? Siapa yang telah merampas kehormatan ku ini Fan? Aku takut.'' tanya Evelyn ketakutan.


Irfan pun mengusap usap bahu Evelyn.


Irfan mengingat tadi malam, tepat di jam setengah sebelas juga Irfan masih di kantor dia sedang memeriksa beberapa dokumen lagi lalu ia niatnya akan pulang, tapi tiba-tiba saja Alex datang kedalam kamarnya. Lalu Alex meminta izin nya karena dia harus pergi untuk beberapa hari .


Semua tidak ada yang aneh dan salah, lalu OB datang membawakan minum yang ternyata sudah disuruh oleh Alex.


Seketika mata Irfan menajam, dan rahangnya mengeras dia menahan amarah.


''Aku tahu siapa dia pelakunya.'' ucap Irfan


''Hah? Apa maksudmu?'' tanya Evelyn


Kemudian Irfan merogoh saku celananya dia mengambil ponsel miliknya, lalu di tunjukkan pada Evelyn.


''Ya karena mungkin saja kamu yang menghapusnya.'' balas Evelyn


''Tidak Ev, bukan aku tapi seseorang yang berbuat ini dengan sengaja.'' kata Irfan


''Siapa orangnya yang bisa mengontak atik ponselmu hah? Aku rasa orang lain tidak bisa semudah itu mengambil ponselmu Fan.'' Evelyn meragukan Irfan.


''Benar kamu benar dia tidak akan bisa dengan mudah mengambil ponselku tapi ternyata dia licik dan melakukan cara kotor, Evelyn malam tadi si Alex datang ke ruangan ku secara tiba-tiba lalu dia ... '' Irfan pun menceritakan semuanya dari awal Alex datang dengan sikap yang beda menjadi cukup menghargai Irfan, ternyata itu pura-pura karena Alex memilliki rencana jahat.


''Apa? Jadi maksudmu Alex lah pelakunya? Tapi kenapa dia melakukan ini padaku?'' pekik Evelyn


Irfan pun meminta Luky untuk mengirimkan bukti cctv di dalam ruangan rahasia nya dimana semua akan terbongkar jelaas.


Ting


Pesan yang diminta Irfan sudah Luky kirim padanya.


''Kurang aj4r!'' pekik Irfan saat melihat Vidio dimana Alex menyuruh OB membawakan minum yang sudah di campur dengan obat tidur.


Semua jelas terlihat begitu Irfan meminumnya dan langsung tidur begitu saja, hingga tidak bangun-bangun lagi. Kemudian Alex mengambil ponsel Irfan dan terbukti Alex lah pelakunya.

__ADS_1


''Sialan kau Lex,'' jelas Irfan marah


''Hiksss aku gak terima semua ini aku tidak terima, tidak sudi aku dengan si Alex. Fan, aku benci padanya.'' ucap Evelyn dengan perasaan hancur.


''Aku akan memberinya pelajaran kamu jangan bersedih Ev, aku tidak akan membiarkan dia kabur.''


''Fan, aku minta satu hal padamu.'' ucap Evelyn


''Apa?''


''Nikahi aku, Fan. Nikahi aku! Bertanggung jawab lah atas perbuatan Alex, ini semua salahmu.'' ucap Evelyn permintaannya itu mengejutkan.


''Apa? Tidak mungkin Ev.'' Irfan terkejut


''Kenapa tidak mungkin? Ayo nikahi lah aku Fan, aku mau kamu tanggung jawab Fan kamu mau kan?'' Evelyn mendesak.


''Aku tidak bisa Ev,'' balas Irfan


''Kenapa tidak bisa Fan? Pokoknya Aku mau kamu nikahi aku!'' kekeh Evelyn.


''Evelyn benar Irfan, nikahi saja Evelyn.'' tiba-tiba Momy menyahut dan setuju pada Evelyn.


''Momy, apa maksud Momy? Aku gak bisa menikahi Evelyn Mom.'' ucap Irfan menegaskan.


''Kenapa Fan? Apa karena aku sudah ternoda?'' kata Evelyn sambil menangis.


''Bukan gitu Ev.'' Irfan bingung bagaimana dia menjelaskan.


''Sudah lah Fan, jangan banyak mikir kamu nikahi saja Evelyn.''


''Mom, aku gak bisa!''


''Ya kenapa Irfan? Kamu jangan banyak alasan.''


''Aku tidak bisa menikahi Evelyn Mom. pertama karena dia sudah di jamah oleh Alex. Dan bagaimana kalau Evelyn hamil anak Alex maka yang berhak menikahinya adalah Alex! Dan yang kedua karena aku ... ''


''Kamu apa Fan?'' tanya Evelyn


''Karena sebenarnya Aku ... Aku sudah menikah diam-diam dengan seorang gadis.'' akhirnya Irfan mengungkapkan nya juga semuanya .


''Apa?!'' Momy terkejut


''A-apa kamu s-udah menikah, i-ini tidak mungkin! Kamu bohong Fan, kamu bohong kan sayang tidak mungkin!?'' Evelyn menjerit histeris.

__ADS_1


__ADS_2