Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Mengumumkan pernikahan


__ADS_3

Sesudah selesai makan ayam geprek ibu hamil itupun langsung tidur karena perutnya sudah kenyang, dia pun ikut berbaring di samping suaminya untuk sudah lebih dulu ke alam mimpi.


"Kasihan suamiku ini dia pasti capek udah beli makanan untukku, Mas makasih ya kamu udah rela pergi demi aku dan anak kita." ucapnya sambil memeluk Irfan dan ikut tidur.


Pagi pun datang. Dua pasangan itu bangun dan keluar dari kamar untuk sarapan pagi.


"Sayang mungkin nanti malam aku bakal telat pulang." ucap Irfan memberitahu Jasmiine


"Memang kamu akan kemana Mas?" tanya Jasmine


"Ada yang harus aku kerjakan beberapa file di kantor dan memang pekerjaan ku ini lagi banyak, tidak apa-apa kan aku tinggal?" jelasnya


"Ya mas tidak apa-apa kok," balasnya


"Tapi kalau kamu ingin ikut ke kantor ayo, ya aku gak mau kamu bosan di rumah saja." ajaknya


"Tidak ah Mas aku di rumah saja, lagian aku disana ngapain paling cuma diam juga kan." kata Jasmine


"Kan kamu bisa nemenin aku sayang di kantor, jadi penyemangat saat kerja." ucap Irfan


"Ih mas apa sih, lebay kamu." Jasmin jadi malu


"Loh malah di sebut lebay sih, gimana mau ikut gak, sekalian aku kenalkan kamu pada semua staf ku di kantor, Aku belum ngenalin kamu pada mereka kan." ucap Irfan


"Aku malu mas." kata Jasmine lirih


"Malu, kenapa?" tanya Irfan


"Malu saja mas, karena aku bukan anak dari orang terpandang tidak seperti kamu." jawabnya mungkin lupa kalau dia ini lahir dari rahim almarhum Risa yang merupakan anak orang berada.


"Sayang apa kamu lupa, kamu itu kan anak kandung almarhum Bibi Risa, adik sepupunya Momy, kita ini sebenarnya masih satu keluarga. Dan sebenarnya bagi aku itu tidak lah penting, karena kamu adalah istriku yang terbaik juga biar orang-orang tahu kalau aku ini sudah punya kamu." jelas Irfan


"Eh iya juga, aku kan bukan anaknya ibu Salma." ucapnya pelan


"Sebenarnya mas, aku juga lagi pengen jalan-jalan jadi yaudah aku mau deh ikut ke kantor mu." ucap Jasmine setuju untuk ikut.


"Yaudah kamu bersiap-siap kita pergi." suruh Irfan


"Hm mas, tunggu ya."


"Iya sayang."


Jasmine berlalu untuk berganti pakaian.


Tiba di kantor Irfan tiba-tiba datang dengan menggandeng seorang wanita namun semua staf tidak mengenal wanita itu. Dan juga dia jelas bukan Evelyn yang dulu adalah pacarnya Irfan, semua orang pun terlihat pada berbisik dan bertanya-tanya siapakah wanita ini.

__ADS_1


"Eh itu siapa ya yang Pak Irfan bawa?" tanya seorang staf


"Gak tau siapa ya, cantik sih." balas seseorang pria


"Huh Lu mah sama yang cantik langsung melotot." ucap orang satu lagi dengan mengusap wajah pria tadi.


"Pak."


"Selamat pagi Pak."


Saat Irfan melewati mereka tentu semuanya langsung menunduk hormat. Irfan pun balas dendam senyuman kepada mereka.


Kemudian Irfan menyuruh manager kantor untuk menemuinya karena ada satu hal yang ingin dia sampaikan.


Setelah itu Irfan membawa Jasmine ke ruangannya, "Mas." panggil Jasmiine


"Iya sayang." balas Irfan


"Mas kenapa tadi orang-orang itu pada melihat ku kayak gitu ya mas, sepertinya mereka semua pada ngomongin aku mas." tanya Jasmine


"Iya itu emang bener sayang, tapi mereka seperti itu karena mereka mungkin lagi bertanya-tanya siapa yang aku bawa ke kantor, karena biasanya aku tidak pernah membawa wanita ke kantor ku ini, jelas mereka semua ingin tahu siapa kamu." jelasnya Irfan


"Oh gitu mas, tapi bukan karena mereka tidak suka padaku kan?" tanyanya lagi


"Iya Mas." angguknya


Tok Tok


"Permisi Pak," ucap manager


"Ya masuk." suruh Irfan


"Pak, ada apa menyuruh saya datang, apa ada hal serius?" tanya manager


"Oh bukan, tidak ada masalah yang serius kok hanya saya ingin kamu suruh semua staf untuk berkumpul karena ada hal yang ingin saya sampaikan kepada semuanya!" perintah Irfan


"Baik Pak, akan saya lakukan, apa sudah tidak ada lagi Pak?"


"Sudah cukup itu saja."


"Baik pak, saya permisi." pamit sang manager


"Hm," balas Irfan


Sebelum manager berlalu dia melihat sekilas pada Jasmine bertanya-tanya siapa wanita ini, kemudian manager pun berlalu.

__ADS_1


Sekarang Irfan berdiam diri di hadapan semua pegawai nya yang masih terdengar berbisik-bisik karena melihat ada Jasmine juga penasaran apa yang ingin Irfan sampaikan.


"Semuanya saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya sekarang disini, saya ingin menyampaikan kabar bahagia bahwa saya selaku CEO di perusahaan ini, sudah menikah beberapa bulan yang lalu." Irfan sengaja menjeda ucapannya ketika semua langsung riuh suara orang-orang yang terkejut.


"Apa, yang dikatakan Pak Irfan, dia sudah menikah?"


"Iya kapan ya? Kok kita gak di undang."


"Huuh, dan sama siapapun Pak Irfan menikah,"


"Mungkin sama Bu Evelyn, kan dia pacarnya." sahut yang lain menebak


"Kayaknya bukan deh, kalau sama Bu Evelyn, tuh lihat sekarang mana orangnya gak ada." kata yang lain


"Oh mungkin sama perempuan itu kali."


"Tapi dia siapa ya? Kita kok baru melihatnya."


"Ya bisa jadi itu emang istrinya,"


"Hm mungkin."


"Harap tenang semuanya!" ucap manager dengan suara lantang agar semua pegawai tidak ribut.


"Saya mengerti kalian semua pasti bingung dan bertanya-tanya bukan? Maka dari itu saya meminta kalian berkumpul disini agar semua tahu dan jelas siapa istri saya dan kapan saya menikah."


"Dia, ini adalah Istri saya yang cantik baik hati dan juga mencintai saya tentu saja, bukan begitu Istriku." ucap Irfan sambil mendekap tangan Jasmine.


Jasmine langsung bersemu merah Irfan memperlakukan nya seperti ini di hadapan umum.


"Iya i-iya tentu saja mas." jawabnya dengan malu-malu


"Kami menikah sudah beberapa bulan lalu, tapi istri saya ini sangat pemalu sehingga menyuruh saya untuk merahasiakan dulu pernikahan kami, tapi menurut saya mungkin hari ini adalah saatnya saya mengumumkan pernikahan dan status saya dengan istri saya ini." jelas Irfan


"Selamat Pak Irfan, Anda sepertinya beruntung." ucap salah satu pegawai


"Iya Pak, Anda dan Istri Anda itu sangat cocok sekali." ucap yang lain menyahut


"Tapi maaf pak bila pertanyaan saya ini lancang, bukankah Bu Evelyn adalah kekasih Anda, lalu kenapa tiba-tiba saja yang Bapak umumkan bersama istri Bapak ini dan bukan dengan Bu Evelyn, sekali lagi maafkan saya sudah lancang bertanya hal itu. Tapi saya rasa semua disini juga pasti sama merasa terkejut dan penasaran."


Iya juga Irfan sebelumnya tidak memikirkan kearah sana, karena yang mereka tahu Irfan ada hubungan dengan Evelyn tapi tiba-tiba datang bersama wanita lain, apalagi sampai mengumumkan hal ini jelas semuanya akan terkejut.


"Sebenarnya---" ucapan Irfan terpotong oleh seseorang.


"Karena Evelyn akan menikah dengan saya!" tiba-tiba saja ada suara seseorang memotong ucapan Irfan yang akan menjawab pertanyaan bawahannya tadi. Semua pun langsung melirik kearah pria yang bicara itu, dan kembali semuanya langsung riuh saling berbisik dan membicarakan kenapa bisa dan apa sebenarnya yang terjadi, apakah Irfan dan Evelyn sudah putus lalu kenapa tiba-tiba justru Evelyn akan menikah dengan Pria itu.

__ADS_1


__ADS_2