Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Makan mie bersama


__ADS_3

Buggh


Suara Evelyn yang jatuh pingsan tapi untunglah dengan sigap Alex menangkapnya sehingga tidak terkena ke lantai tubuh wanita itu.


''Astaga kenapa dia, hei Ev bangun.'' Alex panik dia berusaha menyadarkan Evelyn dengan menepuk Pipinya, namun Evelyn tidak juga sadar sehingga Alex pun memilih membawanya ke klinik terdekat.


Kemudian sesampainya di sana, Evelyn segera di tangani oleh dokter.


''Dok, tolong periksa dia pingsan.'' pinta Alex


''Baik silahkan tidurkan di sini.'' suruh dokter, lalu memeriksa Evelyn.


''Bagaimana Dok, keadaannya dia baik-baik saja kan?'' tanya Alex setelah dokter selesai memeriksa.


''Semua baik kok tidak ada sesuatu yang membahayakan pada Istri Anda, cuma Istri Anda ini hanya kecapean dan kehamilannya sudah akan memasuki sembilan Minggu usianya, jadi saya sarankan pada Anda untuk selalu menjaga Istri Anda juga jangan terlalu banyak aktivitas dulu karena kandungannya masih muda.'' tiba-tiba dokter menjelaskan dengan semuanya pada Alex, sontak saja Pria itu langsung terbelalak lebar Apa ini maksudnya? Istri, ha-hamil sembilan Minggu. Alex terkejut bukan main.


''Hei mas, kenapa melamun sudah jelas dengan penjelasan saya tadi kan?'' ucap dokter membuat Alex tersadar.


''Oh i-iya Dok, sudah sudah jelas kok makasih banyak Dok, oh ya apa dia harus di rawat disini atau bisa pulang ya Dok?'' tanya Alex.


''Sama-sama, oh soal itu sudah bisa pulang kok sesudah Nona ini sadar.'' kata dokter.


''Baik Dok.''


Dokter mengangguk dan berlalu.


Alex menatap wajah Evelyn yang matanya masih terpejam itu. Apakah itu adalah anaknya hasil dari perbuatannya malam itu.


Alex tersenyum sendiri membayangkan tiba-tiba saja dia punya anak, tokcer juga dia pikirnya. Ah, Alex sampai terkekeh geli.


''Heh, ngapain Lo senyum-senyum sendiri kayak orang gila.'' tiba-tiba suara seorang wanita terdengar mengumpati nya.


Alex langsung menghentikan senyumnya lalu menatap pada si pelaku. ''Siapa yang sebut gila?'' ucap Alex dengan suara dingin.


''Ya Lo lah siapa lagi.'' ucap Evelyn cetus, kemudian beranjak bangun.


''Eh hati-hati.'' kata Alex sangat perhatian.


''Awas jangan berani nyentuh gue ya Lo!'' bentak Evelyn menatap tajam ketika Alex ingin membantunya duduk.


''Astaga judes amat neng, apa salah gue sih? Harusnya Lo berterima kasih pada gue.'' ujar Alex


''What? Berterima kasih pada orang gila kayak Lo, ih najis.'' balas Evelyn semakin judes.


''Sialan nih cewek bukannya bilang makasih udah gue tolong udah gue baik baikin juga dia.'' ujar Alex menyindir Evelyn.


''Ngomong apa Lo hah gue masih bisa dengar nih, lagian gue gak minta tuh di baik-baikin sama Lo.'' balas Evelyn.


''Sudahlah mending Lo diam, bikin kepala gue pusing tau gak ayo gue antar Lo pulang.'' Alex menawarkan Evelyn untuk mengantarnya pulang.

__ADS_1


Hih aneh juga nih cowok, tiba-tiba mau mengantarkan gue pulang segala. Kayaknya nih orang punya rencana jahat deh. pikir Evelyn


''Malah melamun lagi, ayo mau pulang gak?'' kembali ucap Alex


''Tidak tidak, gue pulang sendiri.'' tolaknya


''Eh gak bisa, pokonya Lo balik sama gue.''


''Gak mau ngapain sih Lo maksa banget.'' ucap Evelyn heran.


''Udah gak ada penolakan, ayo kita pulang.'' paksa Alex


''Kagak mau, Lo gak bisa maksa gitu ya sama gue.'' Evelyn kukuh menolak.


''Ah kelamaan drama Lo.''


Happ


Alex langsung menggendong Evelyn dan membawanya keluar.


''Aaaaa apa yang Lo lakukan, turunin gue gak?'' Evelyn menjerit keras.


''Sstt nurut aja sih, bawel banget Lo jadi cewek.'' balas Alex tanpa menghiraukan permintaan Evelyn.


''Sialan nih cowok kesambet apa ya dia.'' Evelyn sengaja menyindirnya.


Evelyn tak menjawab lagi dia hanya menggidigkan kedua bahunya.


***


Sementara di kota yang berbeda.


Jasmine tengah berkutat di dapur dia sedang membuat mie yang hangat pedas untuknya, sementara untuk Irfan yang tidak terlalu pedas. Memang cocok sekali dengan cuaca yang dingin ini karena di luar hujan apalagi kota ini memang udaranya sangat dingin.


''Akhirnya beres juga.'' ucapnya sambil tersenyum


''Kak, makanannya udah jadi.'' ucap Jasmine memberitahu dengan heboh padahal yang dia buat itu hanya mie saja.


''Wah, Sepertinya ini enak sayang.'' ujar Irfan menatap makanan yang istrinya buat.


''Ooh itu sudah jelas dong Kak, siapa dulu yang buat nya.'' kata Jasmine membanggakan diri sendiri.


''Hahaa lucu sekali Istri Kakak ini,'' Irfan jadi mencium bibirnya sekilas karena gemas.


''Iih Kak, aku ini mau makan kenapa bibirnya di kecup gitu sih.'' Jasmine tentu saja protes dengan bibir mengerucut.


Ah semakin lucu saja dia, rasanya Irfan mau lagi ********** dengan habis tapi benar juga Jasmin akan makan, dan WAnita itu tidak mau di cium saat akan makan entah kenapa itu, Irfan tak tahu.


''Hehe iya maaf sayang, tadi itu kelepasan.'' kata Irfan minta maaf sambil tertawa kecil.

__ADS_1


''Yasusahlah ayo makan.'' ajak Jasmin


''Ok, sayang.'' mereka berdua pun makan dalam kenikmatan tiada duanya, walau hanya makan semangkuk mie tapi dengan beberapa toping dalam isinya agar sehat.


Besoknya Jasmine merenung sendirian sambil melihat pada kebun teh yang berada tak jauh dari villa nya Irfan ini.


'Ibu, bagaimana kabar Ibu. Jasmiine rindu padamu Bu.' ucap batinnya tak tahan dia pun menangis tanpa suara.


''Hei sayang kamu disini ternyata, aku nyari kamu loh.'' tiba-tiba Irfan datang mengejutkan buru-buru Jasmine menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.


''Eh kak.'' ucapnya dengan tersenyum


''Kamu kenapa sayang?'' tanya Irfan cemas melihat wajah sendu istrinya.


''Hah a-aku gak apa-apa Kak.'' Jasmine berbohong.


''Tidak kamu jangan bohong, Aku bisa lihat loh mata mu sembab, kamu habis menangis kenapa? Apa ada yang menyakitimu katakan padaku sayang.'' Irfan memberikan pertanyaan pada Jasmin dengan nada cemas .


''Nggak Kak, aku beneran gak apa-apa percaya deh.'' balas Jasmin


''Jadi kamu tidak mau jujur sama Aku?'' ucap Irfan kini justru Pria itu terlihat marah.


Huufttt


Jasmine menghela nafas panjang.


''Sebenarnya Aku rindu sama Ibu.'' jawabnya dengan menatap kearah lain dan akhirnya dia jujur .


''Karena itulah kamu sedih?'' tanya Irfan justru membuat Jasmine semakin kesal,


''Ya, apa lagi? Apa sih pernyataan mu itu.'' balasnya cetus.


''Hihii kenapa marah sih? Aku 'kan cuma tanya. Yasudah kamu telpon saja ibumu.'' titah Irfan


''Ponselku 'Kan ketinggalan di sana, gimana aku hubungi Ibu.'' ucap Jasmin tambah sedih.


''Oh itu gampang nih.'' Irfan menyodorkan ponselnya


''Apa?'' Jasmine bingung.


''Hubungi ibumu lewat ponselku dong sayang,'' jelas Irfan


''Apa jadi, selama ini kamu punya nomornya Ibu?'' pekik Jasmin


Irfan mengangguk tanpa bersalah.


''Isshh menyebalkan sekali.'' desis Jasmin sangat jengkel pada Irfan.


Tau gitu dari kemarin-kemarin Jasmine bertukar kabar pada ibunya, eh tapi salah dia juga sih kenapa gak minta tolong sama Irfan yang sepertinya bisa membantu, ah Jasmine merutuki dirinya sendiri namun akhirnya dia bisa mengobati rindunya ini sekarang.

__ADS_1


__ADS_2