
Seorang wanita tengah menyenderkan kepalanya di bahu sang suami, dia merasa bersalah karena sudah marah pada Irfan dan sadar kalau kematian adalah takdir.
''Mas.'' ucapnya memanggil.
''Iya, eh tunggu tadi kamu menyebutku apa?'' ujar Irfan sedikit kaget.
''Mas, kenapa gitu?'' kata Jasmine
''Tumben nyebut itu.'' ucap Irfan dengan tertawa kecil.
''Emang gak boleh ya?'' tanyanya sembari melihat pada wajah Irfan dengan mendongak.
''Ooh boleh saja kok, malah Aku suka.'' balasnya setengah berbisik.
Jasmine langsung tersenyum mendengarnya, ''Jadi tidak masalah kan Aku sebut kamu Mas?'' ucapnya.
''Tidak sayang, boleh banget kok.'' sahut Irfan.
''Mas, Aku ingin minta maaf sama kamu.'' ucap Jasmine mulai serius.
''Minta maaf? Tapi kenapa kamu tiba-tiba minta maaf sama Mas.'' seru Irfan
''Iya aku udah sangat bersalah aama kamu karena kemarin aku marah-marah sama kamu, kamu mau 'kan maafin aku?'' Jasmine memperjelas ucapannya.
''Ooh soal itu, ya ampun sayang tidak perlu minta maaf kaya gitu, aku gak marah karena itu jadi kamu tidak harus minta maaf dan merasa bersalah ok.'' ujar Irfan semakin memeluknya erat.
''Makasih banyak ya Mas, kalau kamu gak marah.'' kata Jasmine.
''Sama-sama sayang.'' sahutnya sambil mencium kening Jasmin.
Tiba-tiba suara ponsel Irfan berdering tanda ada yang menelpon.
''Siapa?'' tanya Jasmine.
''Ini Momy, aku angkat dulu ya.'' kata Irfan
''Hm.'' angguk Jasmiine
[Ya halo Mom.] ujar Irfan setelah menjauh dari Jasmine.
[Fan, kamu pulang Nak Daddy sakit.] ucap Momy dari balik telepon.
[Apa Mom, Daddy sakit kenapa memangnya ?] tanya Irfan dengan sangat cemas.
[Daddy mu penyakit ginjalnya kambuh lagi jadi kamu pulang ya sayang.] beritahu Momy
[Ok Mom, Irfan akan segera pulang.] balasnya dengan nada khawatir.
[Yasudah Momy tunggu.]
Tut
Panggilan selesai.
Irfan kembali dengan ekspresi yang panik hingga membuat Jasmine bertanya-tanya ada apa dengan suaminya ini, lantas Jasmin pun bertanya. ''Kenapa?''
__ADS_1
''Sayang kita harus ke rumah sakit sekarang.'' ucapnya pada Jasmine.
''Ke rumah sakit siapa yang sakit Mas?'' kembali tanya Jasmine.
''Daddy ku dia lagi sakit, ayo kamu bersiaplah.'' titahnya namun Jasmin tetap diam tak bergerak.
''Hei kenapa kamu malah bengong saja, ayo kita harus cepat pergi.'' serunya.
''Apa aku harus ikut juga Mas?'' tanyanya.
Huufttt
''Kamu kenapa berkata seperti itu hm? Tentu kami akan ikut karena kau adalah Istriku, dan mungkin ini saatnya orang tuaku bertemu denganmu sayang, menantunya.'' balas Irfan sambil memegang kedua bahu Jasmin.
''Tapi ... Mas, Aku ... ''
''Ad apa kau terlihat cemas?''
''Itu Mas anu, Aku takut orangtua mu tidak suka padaku.'' cicitnya sembari menunduk.
''Percaya saja padaku mereka tidak akan seperti itu, kau tenang saja ok.'' ucap Irfan meyakinkan.
''Hm, baiklah Mas.'' angguk Jasmiine akhirnya mau ikut.
Brummm
Mobil Irfan sudah meninggal rumahnya almarhum Bu Salma, dan menuju rumah sakit karena akan menjenguk Daddy nya.
Mobil berhenti di halaman rumah sakit sesudah menguncinya Irfan pun mengajak Jasmine untuk menuju ruangan Daddy Anton.
''Ayo sayang.'' ajaknya menggandeng tangan Jasmiine
''Kamu baik-baik saja?'' tanya Irfan di tengah perjalanan.
''Ya.'' balasnya coba tersenyum
''Sudah siap bertemu orangtuaku?'' ujarnya kembali.
''Bukannya Aku harus siap 'kan?'' balas Jasmin.
''Hahaa iya.'' kata Irfan sembari tertawa dan tangannya reflek mengusap kepala wanita itu.
''Iihh kenapa di acak-acak rambutku nanti gak rapi.'' gerutunya mengomel.
''Oh sorry, gak sengaja sayang.''
''Tau ah.'' Jasmin jadi cemberut kan.
Ceklek
Gagang pintu sudah Irfan tarik hingga pintu pun terbuka dan terlihatlah ada dua orang berbeda jenis yang sudah tidak lagi muda namun terlihat masih gagah dan cantik, ialah orangtuanya Irfan.
''Mom.'' Irfan pun memanggil sang Momy dan yang dia panggil langsung menoleh menatapnya.
''Fan, sini sayang lihat Daddy mu sakit Fan.'' Momy langsung memeluk anaknya sembari menangis.
__ADS_1
''Iya Mom, aku udah datang Momy jangan sedih lagi ya.'' kata Irfan menenangkan sang Momy.
Kemudian Momy melihat pada Jasmin berada dan juga terlihat jelas wajah penuh tanya itu..
''Fan, ini siapa?'' tanya Momy
''Oh perkenalkan Mom, dia adalah istrinya Irfan.'' jawabnya tanpa ragu.
''Istri?'' Momy terkejut
''Mom, Irfan kan sudah pernah jelaskan kemarin itu masa Momy lupa.'' serunya.
''Oh iya, jadi yang kamu katakan waktu itu bukan main-main Fan?'' ucap Momy
''Ya bukan lah Mom, Irfan mengatakan dengan serius memang Irfan sudah menikah bahkan kami nikah secara resmi Mom.'' balasnya.
''Apa Fan kamu bahkan menikah dengan resmi Fan? Tapi kenapa kamu jahat sama Momy. Apa kamu tidak sayang pada Ibumu ini.'' tiba-tiba Momy menangis lagi sambil memarahi dan memukuli Irfan.
''Aduh Mom stop, apa yang Momy katakan Irfan gak mengerti.'' ujar Irfan
''Ya kamu jahat karena tidak memberitahu Momy Fan, apa itu namanya kalau bukan kamu jahat harusnya kamu adalah sedikit memberitahu kan nya sama Momy kalau kamu bakal menikah tapi malah seperti ini.'' ucap Momy dengan masih memasang wajah marah.
''Mom, tolong maafkan Irfan ya Mom. Irfan benar-benar tidak memikirkan apapun saat itu karena memang kenyataannya kejadian itu begitu mendadak Mom, juga semua tidak ada dalam benak Irfan akan menikah dadakan kaya gitu Mom, sungguh Irfan tidak bermaksud jahat sama Momy dan Daddy, tolong Mom maafkan Aku ok!'' pinta Irfan dan mengatakan apa adanya.
''Baiklah Momy tidak akan marah lagi tapi Momy masih kesal padamu.'' ujar Momy
''Momy seperti anak kecil saja merajuk.'' Irfan malah mengejeknya.
''Hih dasar anak kurang ajar.'' seru Momy menggeplak bahu Irfan lalu keduanya tertawa bareng.
Irfan memberikan kode pada Jasmine untuk mendekati dia dan juga Momy. Wanita itu menurut kemudian berjalan mendekat lalu menyalami tangan Momy.
''Hai Tante, saya Jasmine.'' ucapnya memperkenalkan diri.
Momy dia sejenak tapi kemudian membalas uluran tangan Jasmine, ''Saya Momy nya Irfan.'' kata Momy
''I-iya Tante, saya mau minta maaf karena pernikahan saya dengan Mas Irfan terjadi secara mendadak itu membuat Tante dan Mas Irfan bertengkar saya benar-benar minta maaf atas itu.'' ucap Jasmin sungguh-sungguh.
''Saya memang marah padanya juga pada kamu, tapi ya mau bagaimana lagi semua sudah terjadi 'kan. Jadi, saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Tapi saya mau bertanya satu hal padamu.'' ucap Momy
''Em apa Tante?'' ujar Jasmine
''Apa kamu cinta pada anak saya? Apa kamu serius dengan anak saya ini?'' tanya Momy
Jasmine langsung melirik pada Irfan begitu juga dengan Pria itu balas menatapnya sambil tersenyum.
''Saya ... Saya cinta sama Mas Irfan, juga saya sayang padanya Tante.'' jawab Jasmin.
''Kamu tidak berbohong kan bicara seperti itu?'' ucap Momy lagi .
''Tidak Tante,'' Jasmin langsung menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan ucapannya, ''Saya sangat serius saya sudah cinta pada anak Tante. Tapi apakah itu salah.'' jawab Jasmin sekaligus bertanya tentang perasaannya.
''Ooh itu tidak salah justru bagus, eh tapi ... '' tiba-tiba Momy menatap Jasmine dengan dalam dan seperti memikirkan sesuatu.
''Ada apa Mom?'' tanya Irfan sudah cemas.
__ADS_1
''Momy lihat kok sepertinya wajahmu tidak asing ya , Momy seperti pernah melihatmu wajahmu itu. Tapi Momy lupa dimana ya, eh tunggu-tunggu kenapa kamu mirip dengan ...?''
Kira-kira Jasmine mirip dengan siapa ya? Dan apa maksudnya Momy Irfan ini.