Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Bebas berkuda


__ADS_3

''Aaahh Kak, aku seperti mau pipis.'' ucap Jasmine.


''Kita pipis bareng-bareng ya sayang.'' balasnya Irfan.


''Eh apa maksudnya?'' Jasmine menatapnya bingung.


''Hhiii, bukan apa-apa.'' kata Irfan sembari tertawa kecil.


''Aduh Kak, sudah ini aku seperti ingin ada yang keluar.'' protes Jasmine dan meminta Irfan agar berhenti.


''Jangan dulu berhenti sayang, tanggung ini Aku belum ingin keluar nih si calon kecebong masih belum mau muntah.'' ujar Irfan sangat tidak bisa dipahami ucapannya oleh Jasmine.


''Kamu ngomongin apa sih Kak, kamu sakit? Pakai mau muntah segala ahhh.'' kata Jasmine diakhiri dengan *******.


''Astaga polos sekali rupanya istriku ini,'' Irfan di buat terkekeh oleh Jasmine.


''Ya apa? Aku emang beneran gak ngerti bahasa mu, tadi.'' kukuh Jasmine membela diri.


''Aarrggghh,'' Irfan tiba-tiba memekin nikmat sembari menahan miliknya menyentak semakin dalam.


''Aww aduhh, apa yang kamu lakukan.''


''Terimakasih sudah menjaganya untukku ya istriku.'' ucap Irfan sangat tulus.


''Apa yang aku jaga emangnya?'' tanya si polos.


Hadeuhh, benar-benar istri yang polos sekali.


''Iya ini kamu udah jagain kehormatan dan kesucianmu untukku loh, jadi sudah pasti Aku harus berterimakasih padamu gitu sayang.'' jelasnya Irfan.


''Aah soal itu, iya sudah pasti itu mah aku bakal jaga kesucianku ini untuk suamiku memangnya kamu pikir aku wanita yang gampangan enggak lah.'' kata Jasmine.


''Aku percaya itu bahwa kamu adalah gadis yang baik makanya aku mulai suka padamu.'' sekali lagi Irfan mengungkapkan perasaannya.


Tiba-tiba Jasmine wajahnya jadi murung dan sedih Irfan bingung juga bertanya-tanya kenapa dengan raut wajah istrinya ini jadi berubah seperti itu.


''Hei kamu kenapa Jasmine?'' akhirnya tidak Irfan.


''Em gak ada.'' dia tak menjawab namun tetap saja menunjukkan wajah yang murung.

__ADS_1


''Ayo katakan saja ada apa?'' desaknya.


''Aku hanya memikirkan bagaimana nasibku setelah ini, Aku sudah menyerahkan semuanya padaku tapi kamu tenyata punya pacar, hikks Aku takut menjadi wanita yang dicampakkan.'' Jasmine mendadak histeris.


''Eh Jasmiine, kamu tenanglah dulu jangan menangis seperti itu. Tolong dengarkan ini baik-baik Aku minta maaf sekali lagi padamu ya, memang aku akui sudah berbohong kepadamu selama ini. Tapi sumpah ini aku lakukan karena tidak mau membuat ibumu kecewa, juga kamu Jasmine. Dan jujur selama kita dekat aku selalu merasakan rasa bersalahku padamu namun aku bingung bagaimana aku harus mengatakan ini semua padamu? Apalagi kita baru saja dekat.'' Irfan mengutarakan semuanya.


Jasmine juga agak tenang dan mendengarkan semua yang dikatakan Irfan lalu menatap wajah pria itu.


''Harusnya kamu bilang saja dari awal, kamu jujur Kak agar tidak seperti ini akhirnya. Dan kalau kamu mengatakan semuanya pasti Ibu juga tidak akan memaksa kita menikah, kamu jahat sekali sih.'' ujar Jasmine.


''Aku bukan jahat, cuma masalahnya saat itu Aku tidak dapat berkata dan berfikir jernih loh Jasmine, aku masih shock mendapatkan kenyataan hari itu Aku menabrakmu jadi aku tidak bisa berpikir saat itu.'' ucap Irfan.


''Terus sekarang ini bagaimana? Apa aku akan menjadi wanita yang dicampakkan oleh pacar orang setelah ini.'' ucap Jasmine dengan nada pelan namun penuh emosi.


Bisa-bisanya dia terbuai oleh Irfan hingga melakukan itu, padahal sebelumnya dia baru saja mendapatkan kebenaran tentang pria itu.


''Kamu bicara apa sih, Aku tidak akan mencampakkan kamu Jasmine kamu bisa percaya padaku. Pegang lah kata-kataku ini Aku akan selalu bersamamu kita mulai hubungan ini dengan baik gimana kamu mau kan?'' ujar Irfan serius.


''Lalu kamu dengan wanita tadi itu bagaimana? Hubungan kalian bukannya belum berakhir.'' kata Jasmine menatap Irfan.


Tentu dia tidak akan mudah menjalankan hubungan sebelum ada kejelasan dulu.


''Aku sudah tidak bisa hidup dengan Evelyn lagi.'' ucap Irfan.


''Evelyn?'' ulangnya dengan nada penuh tanya.


''Iya dia namanya Evelyn,''


''Kenapa Kakak bisa berkata sudah gak bisa hidup dengannya lagi? Bukannya kalian menjalani hubungan itu sudah lama 'kan?'' Jasmine benar-benar bingung.


''Itu benar, tapi memang aku sudah tidak ingin bersamanya lagi karena dia sudah pernah tidur dengan Pria lain.'' ungkap Irfan.


''Hah serius Kak? Apa maksudnya berselingkuh darimu?'' tebaknya Jasmine juga cukup terkejut.


''Bukan masalah dia selingkuh ini beda cerita.''


''Oh bukan, lalu itu kenapa bisa terjadi ya?''


''Kemarin Evelyn dijebak oleh sepupuku sendiri yang menjebak Evelyn datang ke suatu club dengan mengatasnamakan Aku, sehingga Evelyn bersedia datang ke club itu dan juga bersedia melakukannya yang dipikir Evelyn itu adalah Aku, padahal sudah ku katakan bukan kalau malam tadi aku ketiduran di kantor padamu Aku bilang gitu iya kan.'' kata Irfan sambil menjelaskan semuanya yang terjadi kemarin dan hari ini.

__ADS_1


''Ya ampun tega sekali sepupumu itu Kak, kenapa bisa dia melakukannya pada kamu dan pacarmu itu, dia sangat jahat.'' Jasmine sampai merinding padahal hanya baru mendengar ceritanya saja. Entah bagaimana bila itu terjadi padanya di tiduri oleh sepupu pacarnya dan melakukan pengkhianatan yang keji.


''Sebenarnya ini bermula dari saat kamu baru lulus kuliah dan Aku sudah diberikan jabatan oleh Kakek, sementara si Alex hanya diberikan jabatan dibawahku. Sehingga dia merasa kesal, marah dan iri pada-ku sampai tega melakukan ini si Alex memang tidak suka padaku gara-gara masalah jabatan itu. Cuma aku juga masih tidak menyangka dia sampai melakukan ini.'' Irfan pun menjelaskan semuanya dengan detail pada Jasmin tidak ada yang di tutupi sekecil apapun.


''Ooh jadi gitu awal masalahnya, tapi kenapa Kakek mu memberikannya padamu bukan pada sepupumu itu ya?'' tanya Jasmine ingin tahu.


''Entahlah, cuma Daddy bilang kalau Paman ku itu selalu gila harta, dulu harta Kakek hampir punah oleh kelakuan Paman yang suka main perempuan dan judi, makanya Kakek mungkin memberikan itu padaku sebab takut disalahgunakan lagi oleh Paman.'' jelas Irfan.


''Ahh seperti itu ya, jadi kamu sudah lama menduduki jabatan tinggi itu ya kak.'' ucap Jasmine.


''Yaa lumayan lah, sudah agak lama juga.'' Irfan mengiyakan.


''Kalau boleh tahu bekerja di kantor itu sulit tidak sih Kak?''


''Kenapa? Kamu mau mencoba?'' kata Irfan.


''Oh tidak hanya tanya saja kok.''


''Terakhir kamu sekolah apa?'' tanya Irfan.


''Em SMK.'' jawab Jasmine.


''Ouh bisa itu kamu melamar di kantor ku, oh ya kamu paham soal komputer tidak?''


''Dulu paham kok tapi sekarang agak lupa dikit hehe.'' jawabnya sembari tertawa ringan.


''Gampang soal itu mah asal pernah belajar dan tahu komputer saja, gimana kamu mau terjun di kantor ku? Mau ya.'' Irfan jadi agak mendesaknya.


''Tidak ah Kak, aku kan tidak kuluah aku gak punya pengalaman apa-apa soal itu.'' tolaknya tidak percaya diri.


''Jangan pikirkan itu, kamu bisa sambil belajar Jasmine.''


''Memamg aku bekerja nya bagaimana Kak? Em maksudku melakukan apa gitu?''


''Kamu hanya cukup duduk manis berada di ruanganku, kamu jadi asisten pribadi ku saja pekerjaan mu sangat tidak berat hanya duduk melayani suamimu ini.''


''Uhuukk, melayani suami?''


''Benar, melayani suami di atas tempat tidur tenang disana aman karena Aku memiliki ruangan pribadi jadi kita bisa bebas berkuda lagi.'' ucap Irfan.

__ADS_1


''Apa? Berkuda! Tidak!!'' si wanita justru terpekik shock.


__ADS_2