Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Bumil Ingin kerak telor


__ADS_3

Samar-samar Pria itu sepertinya mendengar suara tangisan seorang wanita di ruangan nya. Kemudian ketika ia ingat pada istrinya maka Irfan segera berlari ke kamar pribadinya itu. Dan kedapatan istrinya lah yang sedang menangis tadi.


"Astaga, sayang." Irfan terlihat panik sambil berlari masuk kedalam.


"Sayang hei, kamu kenapa menangis gini?" tanyanya sambil memegang pundak Jasmine.


"Lepas, hikss." tapi tiba-tiba Jasmiine menepis tangannya membuatnya terkejut.


"Kamu kenapa sayang? Tolong bicara jangan seperti ini." ucap Irfan


"Mas, kamu udah sangat jahat." kata Jasmine dengan mengatai Irfan seperti itu.


"Aku jahat?" Irfan menunjuk pada dirinya dengan wajah bingung, "Maksudmu apa? Kenapa mengatai Aku jahat?" tanyanya sekali lagi.


"Kamu masih tanya kamu jahat kenapa mas? Apa kamu gak merasa udah kecewain aku mas, kamu sudah menyembunyikan sesuatu dari Aku." ujar Jasmine dengan perasaan semakin kacau dan beranggapan Irfan masih belum mau ngaku. Padahal yang sebenarnya tidak seperti itu.


"Ok kamu tenang dulu ya, kamu coba jelaskan sebenarnya ini ada apa? Kamu kenapa?" Irfan bicara dengan nada pelan agar istrinya itu tenang tidak marah-marah tanpa sebab kayak gini.


"Nih Mas, ini apa maksudnya hah?" ucap Jasmin sambil memberikan benda kotak kepada Irfan yang jelas ada sebuah foto seorang perempuan.


Irfan melihat dengan jelas yang di berikan istrinya kepadanya itu dan disana ada foto Evelyn. Akhirnya Irfan mengerti kenapa istrinya itu menangis, tapi yang jadi masalah nya kok bisa sampai sehisteris ini.


'Apa dia cemburu?' kata hatinya.


"Ayo jelaskan mas, apa ini maksudnya?" Jasmine mendesak agar Irfan bicara.


"Ini fotonya Evelyn kan?" ucap Irfan malah terlihat santai.


"Ya itu dia,lalu kenapa ada disana mas?" tanyanya dengan nada tidak suka.

__ADS_1


"Oh benarkah ini ada disana?"


"Massss, jelaskan saja." Jasmine memekik gerak terhadap Irfan.


"Aku tidak tahu sayang, mungkin aku lupa membuang." jelas Irfan.


"Lupa atau memang kamu masih cinta sama dia mas? Hingga kamu masih menyimpan fotonya di kantor mu ini?" tanya Jasmin mungkin lebih tepatnya dia menuduh.


"Tidak sayang tidak seperti itu, sungguh ucapanmu sangat jauh dari yang terjadi. Memang aku lupa membuang itu, lagian aku juga sudah tidak ingat ada foto ini disana, sungguh sayang." Irfan coba menjelaskan agar istrinya percaya karena memang begitu kenyataannya.


"Benar seperti itu mas? Bukan karena kamu masih ingat dia 'kan?" sepertimu Jasmine masih belum percaya begitu saja pada Irfan.


"Iya bener sayang, aku berani sumpah kok. Aku udah gak ingat padanya. Karena sekarang yang ada dalam pikiran juga hatiku ini cuma kamu." Irfan pun sedikit memberikan pujian di akhir kalimatnya, sambil menjawil dagu Jasmine.


"Apaan sih Mas, kamu malah bercanda gitu." Jasmine pura-pura tak terima tapi pipinya memerah.


"Benarkah Mas?"


"Huum, masa kamu masih gak percaya sih."


"Ya deh aku percaya," sambil mengusap pipi Irfan.


Kruccuukkk


Tiba-tiba perut Jasmine bunyi.


"Kamu lapar?" tanya Irfan


"Aaa itu, tidak." dia pun mengelak

__ADS_1


"Tapi tadi tuh perutmu bunyi." Irfan pakai memperjelas lagi padahal susah susah Jasmin menyembunyikan rasa malu nya.


"Tidak kok Mas."


"Sayang, jangan malu-malu kalau kamu lapar, kasihan anak kita pasti dia lagi kelaparan, kamu ingin makan apa?" tanya Irfan sangat perhatian.


"Itu anu mas, Aku mau kerak telor mas yang di samping kantor mu." beritahu nya.


"Emang ada ya?" tanya Irfan memastikan, dia memang jarang memperhatikan ada apa saja di dekat kantor nya itu.


"Ada kok Mas, tadi aku lihat pas kita melewatinya tadi." kata Jasmine.


"Yaudah biar aku suruh Rio untuk belikan ya." Irfan pun merogoh ponselnya di saku celana.


"Eh Mas jangan." tapi Jasmine melarang Irfan mengunjungi asistennya itu.


"Kenapa?"


"Aku ingin kita beli langsung ke bawah mas, jangan nyuruh dia." pintanya.


"Tapi sayang aku gak mau kamu kecapean," Irfan sangat menjaga istrinya.


"Mass, aku ini bukan orang sakit, aku bisa jalan sendiri yaudah kalau kamu gak mau ikut anterin aku, biar aku pergi sendiri saja." tuh kan Jasmine jadi ngambek lagi dan sudah melangkah duluan.


Hufftttt


'Astaga gini amat ya si ibu hamil.'


"Iya sayang tunggu Mas ikut kok." Irfan berteriak sambil menyusul istrinya yang diam-diam tersenyum melihat Irfan jadi mengejarnya.

__ADS_1


__ADS_2