
''Aku sudah menikah dengan seorang gadis.'' ungkap Irfan
''Apa kamu bilang ? Menikah dengan seorang gadis? Tidak mungkin itu tidak benar, bagaimana bisa kamu diam-diam Menikah dan menduakan ku di belakang.'' pekik Evelyn menatap tak percaya pada Irfan.
''Tapi memang itu lah kenyataannya. Aku sudah menikahinya dia adalah gadis yang aku tabrak beberapa bulan lalu.'' kata Irfan lebih menjelaskan.
''Stop ya, kamu mengarah Cerita seperti ini hanya karena kamu tidak mau menikahi ku Irfan! Lebih baik kamu jujur sebenarnya kau jijik padaku kan? Ayo katakan!'' ujar Evelyn dengan suara tinggi dia masih tetap tidak percaya Irfan menikahi wanita lain dengan diam-diam itu sangat mustahil.
''Maafkan aku Ev, sungguh bukan maksud ku menolakmu karena kau yang telah di jamah nya. Bukan karena itu. Tapi aku tidak bisa hidup dalam dua istri, aku tidak bisa.'' tegas Irfan.
''Ok bila kamu kukuh mengatakan sudah menikah, sekarang bawa aku ke tempat wanita itu! Ayo !'' pinta Evelyn membuat Irfan tak menyangka Evelyn meminta bertemu.
Irfan belum memberikan respon apapun, tunggu dulu dia jadi memikirkan bagaimana dengan reaksi Jasmine? Bila mengetahui kenyataan dia sudah punya kekasih selama ini, jauh sebelum Irfan kenal Jasmine. Irfan jadi tidak mau kalau sampai wanita itu kecewa dan marah, Irfan bingung harus bagaimana.
''Fan, kenapa kamu diam saja ? Ayo kita pergi sekarang temui wanita yang kau sebut istrimu itu.'' kembali paksa Evelyn agar mereka pergi.
''Tidak Ev.'' ucap Irfan pelan tapi tegas.
''Tidak? Sekarang kamu gak mau aku menemui wanita itu Fan, apa ini artinya kamu hanya membual dan memang mengarang cerita untuk alasan mu saja.'' tuduh Evelyn menatap curiga.
''Aku sama sekali tidak berbohong Ev, hanya saja aku tidak memberitahu nya kalau aku sudah memiliki kamu dia tidak tahu aku adalah kekasih mu.'' kata Irfan
''Jadi kamu bilang padanya bahwa kamu masih sendiri? Jadi apa selama ini kamu tidak anggap aku ada hah? Jawab Fan.'' pekiknya menggebu-gebu
''Aku terpaksa karena sesuatu hal,''
''Pokoknya cepat bawa aku ke rumah wanita itu, aku ingin memastikan apa yang kamu bilang tadi itu benar atau hanya pura-pura cepat Fan.'' Evelyn memaksa Irfan agar pergi menemui Jasmine.
'Astaga bagaimana ini, apa yang akan terjadi nanti disana apa Jasmine akan marah dan membenciku. Lalu bagaimana dengan hubungan kami yang baru baik ini?' Irfan merasakan gundah di dalam hatinya.
Karena Evelyn yang terus mendesaknya akhirnya Irfan pergi juga bersama wanita itu ke apartemen miliknya dimana Jasmine ada disana.
Beberapa saat kemudian pun berlalu dan mobil yanng di kendarai Irfan berbelok kearah apartemen nya jelas saja ini membuat Evelyn kaget bukan main.
Evelyn langsung menatap Irfan dengan penuh tanya, ''Ini apa kita akan menuju apartemen mu sayang ?'' tanya Evelyn
''Benar Ev, kita akan kesana.'' balasnya Irfan
''Apa? Jadi apakah wanita itu selama ini tinggal di apartemen mu begitu ?'' Evelyn memekik terkejut
''Ya.'' angguk Irfan semakin meningkat lah emosi Evelyn.
__ADS_1
''Selama ini WANita itu di biarkan tinggal di apartemen mu, apakah dia sangat spesial hah? Sampai di biarkan untuk berada di tempat pribadi mu? Ayo jawab aku apa kau sudah mencintainya ? Apa kau ... Kau telah menyentuhnya ?'' teriak Evelyn histeris apalagi mengingat status Irfan dengan wanita itu sudah menikah lalu ia tinggal di apartemen yangg sewaktu-waktu Irfan bebas untuk datang dan apakah itu artinya Irfan telah menjamah wanita tadi ?
Tidak ... Evelyn merasakan panas dalam dirinya, ia tidak ikhlas bila semua itu terjadi. Karena Irfan adalah miliknya hanya miliknya.
Lihat saja nanti wanita sialan, bagaimana aku akan membalas mu bahkan akan ku hajar kau! Bila berani mengambil milikku! Aku tidak sudi kau bersama Irfan. dalam hatinya Evelyn mengumpat juga tidak rela Irfan bersama Jasmine.
Mobil telah terparkir dengan sempurna di sana,. dengan tak sabaran Evelyn keluar dari mobil sehingga membuat Irfan agak takut Evelyn melakukan kekerasan pada Jasmin dan melukai Jasmine.
''Ayo cepat kita naik.'' ucap Evelyn benar-benar tidak sabaran.
''Nomor 25, kan?'' tanya Evelyn mematikan nya ketika tiba di dalam lift dan waniita itu langsung memencet angka tadi begitu Irfan mengiyakan.
Jantung Evelyn dan jantung Irfan keduanya sama-sama berdetak kencang, dimana Irfan cemas pada Jasmine dan Evelyn belum siap menerima kekasihnya ini benar telah menikah dan apalagi sampai ke tahap tidur bareng, Evelyn menepis pikirannya itu.
Ting
Pintu lift terbuka, Evelyn juga Irfan keluar dan tepat di depan kamar nomor 25 tadi.
Deg .... Deg ....
'Kau harus kuat melawan nya, Evelyn.'
''Eh Mas, Bibi kira siapa tadinya Bibi sudah takut hehe.'' ujar Bi Ida yang mungkin di pikir maling datang.
Bibi Ida melirik pada Evelyn, yang sebelumnya Bibi Ida tidak pernah kenal dengan wanita muda itu.
''Hei apa kamu ... Kamu istrinya Irfan ?'' tanya Evelyn pada Bibi Ida dan langsung menebak nya memang siapa lagi disini tidak ada wanita lain.
''Hah? Apa?'' Bibi kaget dengan tuduhan yang tiba-tiba
''Ayo jawab saja apa kau ini Istrinya Irfan ? Em tunggu, kau masih .... Gadis?'' Evelin sekali lagi melayangkan pernyataan yang membingungkan.
Jujur saja Evelyn agak malu mengatakan ini tapi dia harus tahu siapa wanita itu.
''Tunggu ini maksudnya bagaimana Non, hahaa si Non sebut Bibi gadis? Bibi sudah tidak gadis udah punya anak banyak lagi Non, hahaa.'' Bibi Ida jadi tidak kuasa menahan ketawanya, tawa renyah Bibi Ida menggema di ruangan itu.
''Heii .... Berhenti tertawa! Jawab apa yang aku tanyakan, siapa kamu hah? Apa kau wanita yang merebut kekasih ku?'' teriak Evelyn sangat marah karena Bibi Ida justru tertawa tadi padahal dia sedang panik.
''Aduhh maaf Non, Bibi kelepasan em iya Bibi jelas bukan istrinya mas Irfan, kenapa Non bisa nuduh nya jauh sekali.'' ucap Bibi terkekeh pada ucapannya justru ingin ketawa lagi.
''Diam ini tidak lucu!'' Evelyn melarang nya tertawa
__ADS_1
''Iya maaf Non sekali lagi maaf.''
''Kalau bukan kau istrinya lalu diman---''
''Bi, ada apa? Kenapa terdengar suara ribut-ribut ya?'' ucap seseorang berada di belakang Evelyn.
Deg....
Suara jantung Irfan semakin berdebar cepat sekali, 'Ya Tuhan, Jasmine.'
''Non, ini anu Non ... '' kata Bibi bingung menjelaskan karena sebenarnya Bibi juga belum paham yang terjadi sekarang ini.
Evelyn langsung membalikkan tubuh nya ke belakang lalu sekarang dia melihat seorang wanita cantik muda, dan berkulit putih susu.
'Sial, apa ini Wanita itu yang aku cari-cari.''
''Bi, Kak. Ini kalian kenapa kok jadi diam gini sih? Dan perempuan ini siapa ya?''
''Heh apa kau adalah I-istrinya Irfan?'' tanya Evelyn cepat
Sebelum menjawab pertanyaan itu Jasmine menatap pada Irfan lalu pada Bibi.
''Anda sendiri siapa?'' tanya balik Jasmine tanpa menjawab pertanyaan Evelyn.
''Jawab saja pertanyaan ku! Jangan banya bertanya balik.'' bentak Evelyn murka
''Ev! Jaga sikapmu!'' kali ini Irfan menegur Evelyn
''Iya , aku adalah istrinya Kak Irfan! Lalu apa hubungannya dengan mu?'' ujarnya Jasmine mengakui.
''A-apa? Itu tidak mungkin!'' pekik Evelyn shock
''Bukannya Anda ingin tahu jawabannya bukan? Biar saya perjelas lagi, saya ini memang istrinya Kak Irfan. Sudah jelas?'' ulang Jasmine lebih menegaskan.
Evelyn badannya panas dingin dia benar-benar marah sangat marah, nafas nya memburu sejurus kemudian Evelyn menghampiri Jasmine.
''Dasar kau plakor!!! Kesini kau! Akan ku habisi!'' tiba-tiba saja dengan begitu cepat Evelyn menyerang Jasmine.
''Aaaaa! Apa yang kau lakukan Wanita gila!'' pekik Jasmine shock, dan coba mengindari amukan Evelyn
''Evelyn cukup!!'' teriak Irfan.
__ADS_1