Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!

Bukan Pelakor! Mas, Cintailah Aku!
Gak jujur sudah cinta


__ADS_3

''Evelyn, apa benar kamu itu sudah dinodai oleh Irfan?'' Mami Evelyn bertanya dengan nada marah.


Deg


Jantung Evelyn berdetak kencang mendengar pertanyaan dari Maminya.


''Mi, Mami s-sudah tahu?'' ucap Evelyn terbata sebelumnya dia tidak atau belum mengatakan kalau dirinya sudah di nodai, namun sekarang Mami nya mengatakan itu.


''Ya Mami baru saja tahu Evelyn, tapi kenapa kamu diam saja hah tidak bicara pada Mami apa yang sudah terjadi kepadamu?''


''Lalu Mami tahu dari siapa?'' tanya Evelyn


''Dari Momy nya Irfan, dia yang mengatakan semuanya pada Mami.''


Tapi Ev, katanya kamu bukan ditiduri oleh Irfan tapi itu perbuatan laki-laki lain Ev.'' ucap Mami nya melanjutkan.


''Apa? Apa maksud Mami, sudah jelas Irfan lah yang melakukan nya Mi.'' beritahu Evelyn.


''Kamu ditiduri oleh sepupunya Irfan, bukan sama Irfan Evelyn. Itu yang Momy nya katakan sama Mami. Jadi siapa yang meniduri mu itu?'' kata Mami dengan suara tinggi bertanya pada Evelyn.


''Tidak Mi tidak, aku sangat yakin kalau yang tidur denganku itu adalah Irfan bukannya si Alex tidak Mami.'' pekik Evelyn tetap kukuh pada pendapatnya.


''Kalau begitu kita datangi rumah si Irfan, tapi Mami juga ingin sepupunya itu datang karena Mami ingin semua jelas Evelyn.'' ujar Mami Evelyn.


''Loh Mi, kenapa harus bawa bawa si Alex segala sih ini urusannya dengan Irfan bukan sama dia.'' Evelyn protes.


''Kenapa memangnya kamu itu kayak takut Ev? Sudah Mami mau orang itu juga hadir.'' Mami sudah membuat keputusan yang tegas tak terbantahkan.


'Tidak gue yakin malam lalu itu Irfan yang datang ya, gue yakin itu. Mungkin Irfan dia sedang membuat kejutan untukku makanya dia berbuat seperti ini.' begitupula asumsinya Evelyn. Tapi dalam hati yang paling dalam Evelyn juga merasa takut bila Pria yang malam itu menurutnya datang adalah Alex bukan Irfan.


***


''Alex , tolong jawab dengan jujur apa malam itu yang menyuruh Evelyn datang adalah kamu?'' tanya Daddy Irfan pada Alex.


''Lex jawab!'' bentaknya agar Alex bicara.


''Itu memang benar Aku lah yang menyuruhnya datang ke club itu.'' akhirnya Alex ngaku.


''Tidak mungkin! Karena sudah jelas Irfan lah yang menyuruhku datang bukan kamu brengsek.'' bentak Evelyn.


''Heh.'' Alex hanya tersenyum miring.


''Lo jangan asal ngomong ya Lex, gue gak mungkin tidur sama Lo! Karena gue sangat yakin kalau yang tidur sama gue adalah Irfan.'' kata Evelyn


''Ckk, jadi Lo lupa sama apa yang sudah kita lakukan Ev? Padahal malam itu Lo nyebut nama gue kok.'' ucap Alex sengaja.


''Tidak! Gw sama sekali gak pernah nyebut Lo.''


''Terserah Lo saja yang pasti saya tekankan pada kalian semua memang itu ulah saya.'' Alex mengungkapkan.


Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat dengan keras di pipinya, Alex langsung memegangi pipi dengan tangan.

__ADS_1


''Anak kurang ajar ! Apa yang kau lakukan Alex ? Kau sudah menghancurkan dua orang sekaligus, kau mengerti itu tidak hah ?'' Daddy marah dan menamparnya.


Alex hanya tersenyum miring tanpa merasakan bersalah, ''Om, Om. Memang itulah keinginan Aku Om. Membuat Irfan menderita, makanya aku merebut dan merampas milik Irfan agar dia sakit hati hahahaa.'' Alex tertawa terbahak.


''Sialan Lo Alex !''


Plakkkk


Kali ini Evelyn yang menamparnya.


''Lo berani nampar gue hah.''' Alex menarik tangan Evelyn.


''Lo yang jangan sentuh gue.'' Evelyn menepisnya dia jijik pada Alex.


''Gue suka gaya Lo.'' Alex justru menarik Evelyn dan ingin menciumnya.


''Hei, lepaskan Putriku.'' Mami menarik Evelyn dan ... Plakkk


Mami menampar pipi Alex, hingga ini ketiga kalinya.


''Sial.''


''Alex kenapa kamu bisa melakukan ini? Memang apa salahnya Irfan padamu Lex ?'' tanya Momy benar-benar gak percaya.


''Tante harus tahu kelakuan anak Tante itu, dia sudah merebut perhatian Kakek dariku bahkan merebut kekayaan Kakek dariku dan Papa, harusnya Tante sadar itu.'' ucap Alex berteriak dan mengatakan alasannya.


''Kau itu sudah gila Lex, kau tak waras alasanmu itu sangat tidak masuk akal.'' ucap Daddy


****


Evelyn bingung karena Irfan tidak pulang-pulang sudah dua bulan ini, dia merindukan Irfan dan ingin bertemu dengan pria itu, ditambah Evelyn setiap harinya tak bisa tenang karena Irfan pergi dengan seorang wanita.


''Kemana sebenarnya Lo itu Fan, Lo pergi ninggalin gue sudah lama, apa Lo mulai melupakan gue Fan?'' ucapnya dengan wajah sendu.


''Gue harus mencarinya, tapi kemana Lo pergi? Argghh sialan.'' Evelyn membanting pas bunga didepannya. Setiap hari pekerjaan Evelyn hanya marah-marah.


Sementara yang Evelyn rindukan justru sedang terengah-engah di atas tubuh seorang wanita.


''Ah Kak,'' ucap si wanita dengan mendesahh.


''Sshh sayang, kau mantap sekali.''


''Iih kak, emang aku apaan kamu nyebutnya gitu banget.'' ucap Jasmine protes dengan bibir mengerucut.


''Hehe istriku ini cantik banget kalau cemberut gitu.'' puji si suami.


''Halah gombal.'' balasnya si wanita sembari memutar bola matanya.


''Tidak sayang, beneran loh kamu sangat cantik.'' Irfan mencium kening Jasmine ketika kecebong sudah keluar, Irfan menekan titik panjangnya hingga menembus paada Jasmin.


''Aww Kak,'' Jasmin meremas selimut karena perbuatan Irfan.


''Ahh, makasih sayang.'' Irfan mencium kedua pipi si istri.

__ADS_1


''Iya sama-sama Kak.'' balasnya tersenyum memabukkan.


''Ah ya sayang?''


''Em ya?'' Jasmine melirik Irfan yang sudah berguling ke sisinya.


''Apa kamu sudah memiliki perasaan padaku belum?'' tanya Irfan.


Eh! Kenapa sih Irfan harus menanyakan itu?


''Oh itu ... '' tapi Jasmin belum menjawab.


''Kenapa gak jawab?''


''Itu anu, aku belum tahu.''


''Loh kok belum tahu, jadi maksudnya kamu gak cinta sama aku? Tapi kamu mau mau saja di ajak berhubungan.''


''Hah berhubungan?'' ucap Jasmine


''Iya seperti barusan itu sayang.'' jelas Irfan


''Ah itu, sebenarnya aku mau ya karena aku pikir itu adalah suatu kewajiban Kak.'' jawab Jasmin.


''Jadi hanya itu?''


''Huum,''


''Serius kamu belum cinta?''


''Aku gak tahu Kak, em soalnya aku kan belum pernah punya pacar aku gak tahu gimana sih cinta cintaan itu.'' ucap Jasmiine.


''Oohh benar-benar polos sekali, cinta tuh jantung kamu berdegup kencang bila berdekatan dengan ku, terus kamu bergetar hebat bila bersama ku gitu loh itu artinya kamu sudah ada rasa padaku sayang.'' Irfan sampai harus menjelaskan dengan detail sekali.


''Aah jadi gitu ya tanda cinta, eh sebenarnya pernah sih aku gemetaran saat dekat kamu kak.''


''Hah kapan, kapan Jasmin?'' Irfan antusias sekali.


'''Saat pertama aku melihat mu, lalu saat kamu membantuku berjalan itu loh dan ketika melihat mu tak pakai baju kemarin iya jantung nya aku berdetak kencang, tapi Kak itu sepertinya bukan cinta mungkin itu grogi.'' kata Jasmine.


''Apa iya kamu hanya grogi ya, tapi ketika pertama melihat ku iya juga masa kamu sudah cinta saja.'' pikir Irfan ''Eh tapi bisa jadi iya, karena banyak juga loh para wanita diluar sana yang menyukai ku saat pertama melihat diriku.'' lanjutnya begitu percaya diri.


''Cckk, percaya diri sekali ya Anda, mentang-mentang punya wajah tampan, tapi gak harus ngomongin cewek lain juga kali.'' ucap Jasmine cetus.


''Heh kenapa dengan mu? Kau seperti cemburu?'' Irfan balas menggodanya.


''Eh tidak, tidak seperti itu.'' Jasmine langsung mengelak.


''Jujur saya gak apa-apa kok, bilang aja kamu emang cemburu.''


''Iih tidak ya.''


''Heleh dasar perempuan suka gak jujur.''

__ADS_1


__ADS_2