
Pantas saja Jasmine merasa gelisah sekali hari ini rupanya dia baru saja mendapatkan kabar kalau ibunya tengah sakit, dan yang menjawab telepon dari Jasmine adalah tetangganya yang menemani Bu Salma di rumah sakit.
''Hikkss, ibu ... '' tiba-tiba saja Jasmine menjerit keras sambil menangis.
Irfan yang lagi buat teh untuknya terkejut mendengar suara teriakan istrinya itu, padahal yang dia tahu Jasmine tengah melakukan panggilan telepon dengan Bu Salma.
''Ya Tuhan, apa terjadi sesuatu pada Bu Salma.'' ucap Irfan ikut panik lantas segera menghampiri Jasmin.
''Sayang hei kamu kenapa ? Ada apa hm?'' tanya Irfan semakin cemas karena kedapatan istrinya itu lagi terduduk sambil menangis.
''Sayang apa yang terjadi hm?'' tanyanya lagi dengan cemas.
''Kak, hikkss Ibu Kak.'' ucapnya dengan menatap sendu.
''Ibu, kenapa dengan Bu Salma?'' ucap Irfan
''Ibu sakit Kak, dan sekarang katanya ibu lagi di rawat hikkks, aku takut Kak.'' Jasmine pun mengatakan semuanya pada Irfan.
''Ya Tuhan, lalu sekarang ibu sedang di rumah sakit tapi Ibumu sakit apa?''
''Aku tak tahu, tapi Kak ayo kita kesana Kak aku ingin lihat Ibu.'' pintanya sambil merengek.
''Oh iya iya, kamu bersiaplah kita pulang.'' ujar Irfan
Jasmine mengangguk.
Tiba di rumah sakit, Jasmine sangat bersedih melihat ibunya yang sudah tiada, Ibu Salma meninggal dunia beberapa menit yang lalu.
''Sayang, kamu baik-baik saja 'kan?'' ucap Irfan khawatir sebab istrinya ini hanya diam saja tidak menangis juga tidak bicara hanya menatap kosong.
''Lepaskan aku!'' bentaknya menepis tangan Irfan dari pundaknya.
Degg
Irfan terhenyak mendengar nada Jasmin yang berubah seperti saat mereka pertama kali kenal dulu, sangat marah dan dingin.
__ADS_1
''Sayang kamu ... Kamu kenapa marah seperti ini?'' tanya Irfan dengan lembut.
''Aku bilang jangan menyentuhku, ini semua gara-gara kamu yang sudah membawa ku pergi hingga Aku kehilangan ibuku sialan!'' pekiknya benar-benar marah.
''Apa yang kamu katakan, kau ... Kau semarah ini padaku, kau menyalahkan ku? Aku sendiri tidak tahu akan terjadi seperti ini sayang.'' ucap Irfan berharap Jasmine mengerti.
''Tidak! Ini semua memang salahmu, salahmu! Kenapa kamu harus bawa aku pergi kenapa? Sekarang Aku tidak punya SIAPA siapa lagi, Ibuku sudah tiada Ibu meninggalkanku dan ini karena mu.'' ucap Jasmine sambil menangis terisak-isak.
''Jasmine tolong jangan seperti ini, ku mohon sayang kita sudah baik-baik saja lalu kenapa kamu seperti ini lagi, tidak Jasmiine! Aku gak bisa hidup tanpamu.'' ujar Irfan dunianya terasa runtuh benar-benar runtuh.
''Tinggalkan Aku sendiri!'' pekiknya
''Apa? Tolong jangan kayak gini Jasmin.''
''Cepat tinggalkan Aku! Aku mau sendiri.'' Jasmin tak menegaskan ucapannya dia ingin Irfan pergi.
''Ok, tapi tolong kamu akhiri marah mu itu.'' pinta Irfan
''Pergi!''
''Ok ok , aku pergi.'' langkah Irfan terasa berat saat meninggalkan Jasmine yang tiba-tiba marah.
''Hikks Bu, kenapa harus secepat ini ibu perginya Bu? Apa ibu tidak sayang padaku, kenapa ibu ninggalin aku sendirian.''
Kemudian Jasmin beranjak dan menghampiri ibunya lalu ia langsung memeluk tubuh Bu Salma yang sudah terbujur kaku.
''Ibu, Jasmine sayang sekali pada Ibu. Tolong Bu jangan tinggalkan Aku Bu.'' isak tangisnya terdengar begitu memilukan.
''Neng.'' tiba-tiba tetangga yang membawa Bu Salma datang memanggil Jasmine.
''Bu Nur, ini ibu sakit apa Bu? Sampai ibuku sekarang tiada, kenapa Ibu gak ngabarin saya Bu.'' ujarnya bertanya.
''Maafkan ibu neng, yang tidak beritahu Neng dulu soal Bu Salma, tapi saat itu Bu Salma tidak ada keluar dari rumah dan saya merasa khawatir rupanya Bu Salma sudah sakit tapi Neng Bu Salma tidak ingin membuat Neng Jasmin mencemaskan nya, makanya Bu Salma melarang saya memberitahu neng soal kondisinya.'' jelasnya Bu Nur, tetangga Bu Salma.
''Tapi harusnya Ibu kasih kabar padaku Bu, aku lebih sakit lagi tahu saat ibuku sudah sakit bahkan kini sudah tiada.'' ucap Jasmine sangat pilu.
__ADS_1
''Sekali lagi maafkan Ibu ya Nak, ibu benar-benar menyesal Kalau tahu Bu Salma akan pergi mungkin sudah dari pagi saya mengabari Neng.'' ujar Bu Nur menyesal.
''Iya sudah Bu tidak apa-apa, ini bukan salahnya Ibu.'' Jasmine mencoba ikhlas.
''Oh ya Neng, ini ada surat sekaligus peran dari Bu Salma untuk Neng Jasmine.'' tiba-tiba Bu Nur menyodorkan secarik kertas pada Jasmine dan isinya ada sesuatu hal dari Bu Salma.
''Ini dari ibu?'' tanya Jasmin memastikan.
''Benar Neng, ini di berikan nya sebelum Bu Salma saya bawa ke rumah sakit ini Neng.'' kembali jelas Bu Nur.
''Oh makasih Bu.''
''Iya saya keluar dulu ya Neng.''
''Ya, Bu.''
Jasmine duduk di samping ibunya kemudian perlahan membuka kertas itu dengan tangan gemetaran, ini adalah isi tulisan yang ibunya tulus untuknya tulisan terakhir dari sang ibu.
Jasmine anakku, bila kamu membaca surat ini mungkin saat itu Ibu sudah tiada. Jasmine ... Kamu adalah anak kesayangan Ibu, Ibu sayang sekali padamu, kau Putri ibu. Jasmine maafkan ibu karena pergi meninggalkan kamu secepat ini, tolong kamu jangan marah pada siapapun Nak, ingat semua manusia akan kembali kepada sang illahi begitu juga dengan ibu Nak. Jasmine jangan marah pada Nak Irfan yang membawamu pergi ketika ibu pergi untuk selamanya Nak, dia tidak bersalah karena sebenarnya Ibu memang sudah lama memiliki penyakit jantung Nak, hanya ibu tidak pernah mengatakannya padamu, sebab ibu tidak mau kau cemas kau khawatir pada Ibu Nak. Ingat sekali lagi ya sayang, jangan marah pada suamimu. Oh ya sayang, ibu harus mengatakan lagi satu hal ini sangatlah penting Nak, ibu memang sudah tiada Ibu sudah pergi. Tapi Nak, Ibumu masih hidup. .
Degg ...
Jantung Jasmine terasa berhenti berdetak saat membaca kata-kata ibumu masih hidup. Apa ini maksudnya?
''Apa? Apa yang ibu katakan Ibuku m-masih hidup?'' ucapnya dengan bibir bergetar sungguh dia bingung.
Kemudian Jasmine membaca lagi dengan jelas sejelasnya.
Benar sayang, Ibumu masih hidup Ibu kandungmu. Deggg
''Apa ini Ibu? Apa yang Ibu katakan Ibu?'' teriaknya memenuhi ruangan itu.
Ibu kandung mu masih hidup Nak, maafkan ibu yang menyembunyikan identitas mu sayang, sebenarnya kau lahir dari keluarga kaya raya Nak, ibumu adalah anak dari orang kaya dan Ibu adalah ibu angkat mu, waktu kecil kau dititipkan pada Ibu oleh ibu kandungmu. Sekali lagi maafkan Ibu yang sudah sembunyikan rahasia ini ya Jasmin. Ibu adalah ibumu tapi kau masih punya ibu kandung. Carilah dia yang mungkin rumahnya masih berada di jalan xx, di sanalah ibumu berada Jasmin. .
Apa kau ingat saat kecil kau bertanya pada ibu, ibu kenapa kulitku dan kulit Ibu itu beda? biar ibu jawab sayang "Karena sebenarnya kau bukan darah daging Ibu, kau anak dari Wanita yang kaya Nak, makanya kulitmu dengan kulit tubuh ibu beda sayang. Jasmine Semoga kau bahagia dengan Nak Irfan Pria pilihan Ibu, semoga kau tidak menyesal Nak... .
__ADS_1
Begitulah isi dari surat yang Bu Salma tulis untuk Jasmine, berisi banyak rahasia.
''Tidak Ibu, aku gak perduli dengan wanita itu karena bagiku kaulah ibuku, kau Bu. Kau ibu kandungku tidak ada ibu, ibu yang lainnya.'' ucap Jasmiine yang sangat shock.