
Papa menatap Indah dengan rasa kesalnya. Papa harusnya tahu bagaimana sifat Indah. Tapi papa tetap saja merasa sangat kesal dengan apa yang Indah katakan.
"Indah, kamu tidak bisa mengatakan itu pada papa. Papa tidak pernah berfikir untuk menukar kamu dengan bisnis. Ini semua juga karna kamu yang ingin menikah dengan Arjuna pada awalnya. Jadi kamu harus bertangung jawab dengan apa yang sudah kamu buat," kata papa sambil menahan emosi.
"Tapi aku tetap tidak ingin menikah dengan Arjuna. Bagaimana pun alasannya, dan apapun yang terjadi," kata Indah.
"Ya sudahlah, papa tidak ingin ikut campur lagi dalam urusan kamu. Terserah kamu saja mau kamu lanjutkan atau batalkan saja pernikahan kamu," kata papa menyerah.
"Papa gak boleh gitu dong pa, papa gak bisa lepas tangan begitu aja," kata mama menjawab.
"Papa harus bagaimana lagi ma, mama lihat sendirikan anak mama itu. Dia sendiri tidak ingin menikah, kenapa harus di paksa kan," kata papa.
"Bagaimana bisa papa bicara seenteng itu pa, papakan tahu bagaimana bahayanya kalau kita membuat malu keluarga Respatih. Bukan hanya bisnis papa yang akan hancur, kita semua akan ikut jadi gembel. Tahu gak pa?" kata mama.
__ADS_1
Bukan malah marah sama Indah, mama malah marah sama papa. Kan aneh sikap mama itu.
"Kenapa mama malah marah sama papa. Bukannya mama bisa marah langsung sama Indah. Karna dia biang masalahnya," kata papa.
Mama diam, Indah juga tidak menjawab apa yang papa katakan. Papa terlihat sangat kesal. Rina merasa kasihan sama papanya. Ia tahu, papa merasa serba salah sekarang.
"Apa kamu ingin kita hidup dijalanan, Indah. Karna ulah kamu yang awalnya bikin gara-gara." kata mama dengan nada lembut.
"Kamu lihat kan anak kamu bilang apa. Apa lagi yang mau kamu katakan, aku tidak ingin ikut campur soal pembatal nanti," kata papa sangat kesal.
"Tidak bisa gitu pa, apa papa tidak takut sama apa yang akan terjadi. Aku tidak bisa membayangkan bagai mana nasib keluarga kita jika pernikahan ini batal," kata mama.
"Mama mau bagaimana lagi, aku tidak mungkin bisa memaksakan Indah jika ia tidak mau," kata papa.
__ADS_1
Mama terlihat berfikir bagaimana cara agar mereka semua selamat. Di dalam benaknya timbul ide yang tidak pernah dibayangkan oleh semua orang.
"Begini saja pa, kalau Indah tidak mau menikah dengan Arjuna. Bagaimana jika kita tukar saja," kata mama sambil senyum.
"Maksud mama?" kata Indah penuh semangat.
"Tukar apanya, tukar dengan apa? Mama kira mereka kekurangan harta ya?" kata papa.
"Bukan tukar dengan harta yang mama maksudkan. Tapi tukar posisi, jika Indah tidak mau menikah dengan Arjuna. Maka kita tukar saja sama Rina, Rina yang akan menikah dengan Arjuna. Bagai mana pendapat mama?" kata mama bahagia.
"Aku setuju ma, mama memang pintar deh," kata Indah bahagai.
Bagaikan disabar petir rasanya tubuh Rina yang mendengarkan pembicaraan keluarganya dari tadi. Hati Rina sangat sakit sekali rasanya. Bagaikan ditusuk oleh seribu jarum yang terus saja menghujani hati. Mamanya begitu tega, menginginkan ia mengganti posisi Indah untuk menikahi Arjuna yang lumpuh.
__ADS_1