Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R38


__ADS_3

Mereka pun pulang kerumah mereka, dengan hati yang bahagia. Papa melihat anak nya, walau pun sebagai pengganti dari Indah. Setidak nya sambutan keluarga Respatih pada Rina lebih hangat dari pada sambuatan untuk Indah.


"Mama, papa Rina naik keatas duluan ya." kata Rina pamit pada mama dan papa nya.


"Iya sayang." kata papa.


Rina pun berjalan meninggal kan papa dan mama yang masih duduk di ruang tamu. Karna ruang tamu letak nya sangat dengan dengan pintu masuk kamar.


Mama merasa agaka aneh sama papa, karna dari tadi papa terlihat sangat bahgia. Sedang kan saat pergi, papa terlihat murung dan gelisah.


"Kamu kenapa pa, bahagia banget kayak nya." kata mama.


"Gak lah, biasa saja ma. Gak ada yang bahagia kok." kata papa.


"Aku tahu kamu sedang bahagia pa, papa pasti sangat senang kan saat melihat sambutan yang keluarga Respatih beri kan pada Rina." kata mama menebak.


"Pasti senang lah ma, mama lihat sambutan mereka kan. Lebih hangat dari pada saat menyambut Indah waktu kita datang untuk makan malam bersama." kata papa.

__ADS_1


"Iya, tapi papa gak lihat kalau Arjuna nya tidak ada." kata mama.


"Bukan nya Arjuna kan lagi cek kesehatan di rumah sakit ma." kata papa.


"Yah, sama aja dengan menghindar itu nama nya." kata mama.


"Terserah mama aja lah, papa gak mambahas ini lagi. Papa mau istirahat aja lah sekarang, papa capek banget." kata papa.


Mama tidak menjawab, papa meninggal kan mama sendirian di ruang tamu.


Rina baru saja ingin meninggal kan rumah nya, saat suara mama menyentuh telinga Rina.


"Mau kemana kamu Rina." kata mama.


Rina menghenti kan langkah kaki nya yang hampir saja menginjak lantai depan pintu.


"Rina mau kerja ma, masuk pagi hari ini." kata Rina.

__ADS_1


"Mulai hari ini, kamu gak usah kerja lagi. Kamu bergenti kerja mulai saat ini." kata mama.


Rina sangat kaget sama apa yang mama kata kan. Kenapa mama tiba-tiba saja mengata kan hal yang tidak ingin Rina dengar.


"Lho, kok mama malah bilang gitu sih ma. Kenapa mama melarang Rina kerja." kata Rina.


"Gak lama lagi, kamu anak menikah sama anak orang kaya dan terpandang. Kamu gak usah bikin mama malu Rina. Kamu mau di bilang mama sama papa gak terbiayai hidup kamu." kata mama.


"Tapi kan ma, mama udah ngizinin aku untuk kerja kemarin. Lagian aku gak bawa nama keluarga juga kan ma." kata Rina memelas.


"Gak bisa, kalau keluarga Respatih tahu kamu bekerja. Bisa-bisa mama sama papa mu yang dapat masalah. Kamu mau kami susah karna ulah kamu yang keras kepala." kata mama.


"Tapi ma... "


"Gak ada tapi-tapian Rina, tolong dengar apa yang mama kata kan. Kamu itu terlalu keras kepala, jauh dari sifat kakak mu yang selalu bikin mama bahagia." kata mama.


Saat itu lah, saat perbandingan itu mama ucap kan. Itu yang bikin hati Rina terasa sangat sakit rasa nya. Kenapa mama harus membanding kan dia dengan kakak nya. Padahal kan kakak nya sama saja sama Rina. Bahkan lebih sering membantah apa yang mama kata kan di banding kan ikut apa yang mama kata kan. Tapi mama selalu membela kakak nya.

__ADS_1


__ADS_2