
Rina sedih karna mama membanding kan antara Rina dan kak Indah. Tapi mau bagai mana lagi, anak kesayangan mama kan memang kak Indah dan bukan nya Rina.
"Baik lah ma, kalau mama ingin aku berhenti dari kerjaan ku sekarang. Tapi untuk hari ini, izin kan Rina tetap bekerja dan mengata kan pada Johan kalau Rina berhenti kerja." kata Rina.
"Baik kalau gitu, hari ini kamu boleh pergi kerja. Besok, mama tidak ingin melihat kamu bekerja seperti orang tidak mampu menangung beban hidup mu lagi." kata mama.
"Makasih mama, Rina berangkat dulu." kata Rina.
Rina pun meninggal kan mama, hati nya sangat sedih karna mama melarang nya bekerja. Mama selalu saja begitu pada nya.
Rina berhenti di jalan yang ada kursu nya. Jalan santai yang biasa nya terdapat kursi-kursi di sepanjang jalan. Di sana terlihat agak sepi karna masih pagi.
Rina duduk di salah satu kursi, ia mencurah kan kesedihan nya di sana. Ia menangis sambil menutup wajah dengan kedua tangan
__ADS_1
nya.
Rasa nya sangat sakit, saat mama membanding kan antara diri nya dan kak Indah. Padahal, selama ini Rina sudah berusaha jadi anak kebanggaan mama papa. Namun mama tidak pernah melihat ia lebih dari Indah.
Saat Rina masih saja menangis, tanpa sadar sebuah mobil lewat dari jalan yang ia sangka tidak akan ada orang lewat karna masih sangat pagi.
Mobil itu berhenti di tepi jalan tak jauh dari kursi yang Rina duduki. Sopir dari mobil itu menghampiri Rina, sambil memberikan sapu sangan pada Rina.
"Mbak, ini sapu tangan buat menghapus air mata nya. Mbak tidak usah menangis, karna hari masih pagi lho mbak." kata sopir itu ramah.
Rina menatap wajah itu, wajah yang tidak asing lagi bagi Rina. Wajah yang semalam, yang sempat membantu Rina bangun saat sepeda Rina menabrak mobil Arjuna.
Rina melihat mobil itu tak jauh dari Rina yang sedang duduk di kursi. Dalam mobil itu pasti ada kak Arjuna. Kenapa harus kak Arjuna lagi sih yang ketemu aku, saat aku menyedih kan seperti ini. Kata Rina dalam hati.
__ADS_1
"Mbak gak papa kan mbak, ini sapu tangan nya." kata sopir itu lagi.
"Makasih mas, saya gak papa kok." kata Rina sambil mengambil sapu tangan yang sopir itu beri kan.
"Mbak mau ketemu sama tuan muda? Tuan muda ada di dalam." kata sopir itu saat Rina melihat mobil mereka.
"Gak usah mas, saya mau berangkat kerja juga. Dan gak papa, mas lanjut saja perjalanan nya." kata Rina.
"Oh ya, nanti sapu tangan mas saya kembali kan di mana ya." kata Rina bingung sama sapu tangan sopir itu.
"Itu bukan punya saya mbak, itu punya tuan muda. Mbak bisa kembali kan langsung pada tuan muda." kata sopir itu.
Ternyata, sapu tangan itu bukan punya sopir melain kan punya Arjuna yang ada di dalam mobil.
__ADS_1
"Sampai kan pada kak Juna, aku berterima kasih pada nya mas." kata Rina.
"Kenapa gak bilang langsung aja mbak. Mumpung orang nya ada di dalam mobil kan, gak jauh juga tinggal berdiri dari sana aja kan." kata sopir pada Rina.