Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R58


__ADS_3

Tujuh bulan kemudian.


"Ayo cepat sayang, kata nya kamu ingin kecafe Johan's tadi. Kok lama banget sih siap-siap nya." kata Arjuna yang sudah hampir satu jam menunggu istri nya siap-siap.


"Sabar kak Juna, aku lagi lihat-lihat baju nih sekarang." kata Rina dari dalam kamar.


"Sayang, apa baju kamu itu gak ada yang bisa kamu pakai lagi. Apa kita kemall nanti sekalian beli baju kamu." kata Arjuna.


"Gak perlu kak, aku aja bingung mau pakai baju yang mana. Jangan di tambah lagi, baju aku udah hampir satu lemari untuk aku semua." kata Rina dari dalam kamar.


"Kalau gak mau di belikan baju lagi, ayo cepat. Kalo ngak aku belikan kamu baju lagi nanti." kata Arjuna.


Ya, memang baju Rina sudah lebih dari satu lemari. Semua nya Arjuna yang belikan, tidak ada satu pun Rina beli sendiri. Arjuna sangat senang membeli kan baju untuk Rina. Apa lagi sekarang perut Rina yang sudah terlihat membesar itu.


Ya, Rina sedang hamil sekarang. Usia kehamilan nya sudah tujuh bulan. Sejak awal kehamilan Rina, hingga tujuh bulan usia kehamilan nya. Arjuna sangat suka memanja kan istri nya. Bukan hanya itu, Arjuna jadi lelaki yang paling suka membeli kan istri nya baju hamil.

__ADS_1


Rina keluar dari kamar dengan tergesa-gesa. Arjuna menatap istri nya dengan mata tajam yang ia miliki.


"Ngapain sih kak, ada yang salah ya sama aku." kata Rina.


"Gak ada sih, hanya saja kamu makin lama makin cantik aja ya sayang. Lain kali gak usah lama-lama siap-siap nya. Kamu pakai apa pun cantik kok. Sekali lagi kamu siap-siap nya lama, aku beli kan kamu baju lagi." kata Arjuna sambil mencubit pipi Rina.


"Gak usah, gak usah. Aku gak lama-lama lagi kok siap-siap nya. Tapi gak janji deh, kalau masih bingung aku lama deh." kata Rina.


"Aku beli kan baju lagi untuk mu." kata Arjuna beralih mencubi hidung istri nya.


"Kak Juna ih nyebelin aja, ayo berangkat sekarang. Aku udah gak sabar mau makan nasi goreng di cafe Johan." kata Rina.


"Gak kok, malahan gak mau makan kalau gak makan nasi goreng di cafe Johan." kata Rina.


Sejak Rina hamil, ia hanya mau makan di cafe Johan saja. Malah gak makan kalau bukan nasi goreng cafe Johan. Yang paling parah nya lagi, ia kenal siapa yang bikin nasi goreng itu. Kalau bukan Johan, ia gak mau makan.

__ADS_1


Saat itu, saat pertama kali Rina dan Arjuna datang kecafe Johan. Seisi cafe heboh, karna baru tahu kalau yang nikah dengan kelurga Respatih itu adalah Rina bukan lah Indah.


Apa lagi saat melihat Rina datang bersama Arjuna yang tampan nya minta ampun. Resti aja gak berkedip saat melihat Arjuna dari dekat.


Saat itu, mereka baru tahu kalau Rina sudah menikah dan bahkan sudah hamil pula lagi. Rina minta di bikin nasi goreng sama Johan. Namun karna Johan nya ada urusan, Johan minta Budi yang mengganti kan Johan untuk masak nasi goreng nya.


Saat sudah di hidang kan, eh Rina malah menolah baru sesendok makan. Dia bilang, bukan nasi goreng Johan yang bikin. Ini pasti Budi yang bikin.


Sejak itu, teman-teman nya usil mengerjai nya. Namun tidak pernah salah, Rina tidak pernah mau makan nasi goreng buatan yang lain.


Kembali keRina dan Arjuna yang ada di dalam mobil saat ini. Mereka hampir sampai di depan cafe Johan. Rina terlihat sangat bahagia saat ingin sampai. Ia sudah tidak sabar lagi ingin makan di sana.


Mobil pun terparkir di depan cafe, Rina keluar dari mobil dan segera masuk kedalam cafe itu.


"Sabar sayang, pelan-pelan dong jalan nya." kata Arjuna.

__ADS_1


"Aku lapar kak Juna, gak bisa sabar lagi." kata Rina.


"Ya ampun, istri ku sejak hamil gak bisa sabar lagi." kata Arjuna sambil berjalan mengikuti langkah Rina.


__ADS_2