Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R08


__ADS_3

Setelah perdebatan yang mereka lakukan, akhirnya mereka mulai juga pekerjaan mereka. Dengan diikuti debatan-debatan kecil yang masih saja setia bersama keempat manusia yang sedang memasak di dapur itu.


Dengan riang dan penuh semangat, keempat anggota cafe itu pun melakukan tugasnya dengan cepat.


Belum sampai waktu yang di targetkan, mereka sudah bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik.


"Huh, akhirnya selesai juga semua pesanan ini," kata Resti sambil melepas nafas leganya.


"Kekenyangan kayaknya ni anak," kata Budi saat melihat Resti yang duduk di kursi cafe.


"Enak aja kekenyangan, aku sedang kelaparan sekarang. Kamu malah bilang aku kekenyangan, dasar gak peka kamu jadi orang," kata Resti.


"Ya ampun, kalian berdua aku panggil tom jerry juga lama-lama. Gak ada yang gak berantam kalo gak ada pelangan ya," kata Rina pada kedua temannya.


"Ini adalah bumbu buat hubungan kami lho Rina sayang," kata Budi.

__ADS_1


"Bumbu apaan sih kamu? dan satu lagi. Enak aja hubungan apaan. Siapa yang mau menjalin hubungan sama kamu. Kamu gak lihat tuh pacar aku Jojo," kata Resti.


Iya, Resti memang sudah punya pacar saat ini. Nama pacarnya Jojo Setya, anaknya agak kurang baik sih sebenarnya. Namun, Rina dan Budi tidak bisa bilang apa-apa. Karna Resti tidak akan percaya sama apa yang sahabatnya katakan.


Jojo Setya yang biasa di panggil Jojo itu anaknya sangat badboy dan juga playboy alias buaya darat. Ia punya banyak pacar di mana-mana. Jauh berbeda dari nama belakangnya yaitu Setya. Tapi dia tidak setia jadi cowok.


Budi dan Rina paling tahu siapa Jojo ini, hanya saja Resti tidak percaya sama apa yang mereka katakan. Hasilnya, Budi malah dapat omelan saat membicarakan keburukan Jojo pada Resti.


Resti bilang, Budi hanya ingin menghancurkan hubungan ia dan Jojo saja. Maka dari itu, Budi cari aman saja. Tidak mau ikut campur apa yang Resti lakukan. Namun, tetap mengawasinya saja.


Kembali lagi pada saat di cafe, Rina melihat kearah Budi saat Resti mengatakan hal itu. Rina tahu, Budi pasti sedikit terluka saat ini.


"Beres-beres dulu ajalah, sambik nunggu yang jemput pesanannya datang," kata Resti.


"Ya udah kalo gitu, ayo beres-beres sekarang aja," kata Rina.

__ADS_1


Baru saja Resti mau bagun dari duduknya. Seseorang menghampiri cafe mereka. Dan masuk kedalam cafe dan menanyakan sesuatu pada Resti.


"Permisi mbak, apa ini cafe Johan's?" kata lelaki yang berpakaian seperti seorang sopir itu.


"Iya mas, ada apa ya?" kata Resti ramah.


"Saya di suruh mengambilkan pesanan, yang di pesan sama nyonya Lia," kata lelaki itu.


"Baik lah, tunggu sebentar. Saya akan panggil bos kami dulu mas. Mas boleh duduk dahulu sambil menunggu saya memanggil bos kami," kata Resti.


"Baik mbak."


Resti pun meninggalkan lelaki itu, ia buru-buru naik kelantai atas cafe untuk bertemu kakaknya yang sedang berada di atas.


Sedangkan Rina dan Budi sudah mulai beres-beres dari tadi. Mereka tidak tahu ada tamu yang tadang ke cafe itu. Karna mereka sedang ada di belakang.

__ADS_1


***


Tak lama, Johan dan Resti turun dari lantai atas bersamaan. Menghampiri orang yang menagku ingin menjemput pesanan yang mereka buat tadi.


__ADS_2