Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R55


__ADS_3

Kaget bukan kepalang, awal nya Rinq menyangka tidak akan ada orang yang masuk kamar kan. Karna ia telah mengunci pintu kamar dari dalam. Ia tidak tahu kalau Arjuna tiba-tiba saja bisa muncul di dalam kamar.


"Kak Juna." kata Rina dengan kaget nya.


"Kenapa kamu nangis, dan kenapa juga kamu harus kaget saat melihat aku. Tadi di cafe bahagia aja aku lihat. Kenapa saat pulang malah nangis dan bilang semua sama aja." kata Arjuna.


"Tidak ada, aku hanya mencoba berekting saja." kata Rina berbohong.


"Aku bukan anak kecil Rina, kamu bahagia dan pulang-pulang malah nangis. Apa karna lelaki yang memeluk mu itu sudah menghianati mu." kata Arjuna.


Rina menghapus air mata nya, ia kaget saat Arjuna mengata kan hal itu pada nya. Ia tak menyangka kalau Arjuna datang dan melihat apa yang terjadi di cafe tadi.


"Tidak, kak Juna salah paham sama aku. Mereka adalah teman-teman ku, dan yang memeluk aku itu nama Johan. Ia sudah punya tunangan kok." kata Rina mencoba tenang.


Arjuna hanya diam sama apa yang Rina kata kan. Ia sebenar nya marah sama apa yang ia lihat. Namun, bagai mana pun ia tidak ingin menunjuk kan kalau ia marah.


"Oh ya, ada apa kak Juna mencari aku sampai kecafe. Ada hal penting apa yang mau di bicara kan. Kata kan saja sekarang, apa pun yang jadi keputusan kak Juna aku akan terima. Termasuk jika kak Juna mau menikah sama kak Indah dan cerai sama aku." kata Rina.

__ADS_1


Arjuna kaget mendengar kan kata-kata Rina. Ia tak menyangka jika Rina bicara begitu pada nya.


"Gak usah kaget gitu kak Juna, aku tidak apa-apa kok. Mungkin kalau di tanya kecewa ia, aku memang akan kecewa sama apa yang jadi keputusan kak Juna nanti nya. Namun aku tahu, aku tak lebih dari seorang pengganti saja bukan." kata Rina.


"Kejar lah cinta mu kak, jangan anggap aku sebagai penghalan nya. Karna belum terlambat untuk mengganti kan kembali aku dengan kak Indah. Karna orang-orang tahu nya kan bukan aku yang nikah sama kak Juna, melain kan kak Indah kan." kata Rina terus saja bicara sedang kan Arjuna tidak menjawab sama sekali.


"Aku baik-baik saja, aku sudah biasa terluka. Aku sudah biasa di tolak cinta dan tidak di pandang. Aku sudah biasa menerima segala nya. Hati ini sudah kebal akan rasa sakit, hati ini sudah kebal akan rasa sedih dan kecewa. Aku baik-baik saja. Tidak perlu memikir kan apa yang aku rasa. Kak Juna berhak bahagia dan mengejar cinta kak Juna. Jangan ingat aku lagi, aku hanya sebagai pengganti. Yang asli sudah datang, jadi tunggu apa lagi." kata Rina bicara terus panjang lebar.


"Kak Juna, aku ikhlas sama apa yang jadi keputusan kakak. Pengganti tetap lah pengganti, pengganti gak akan pernah menjadi yang asli kak." kata Rina.


"Udah bicara nya, gak ada yang mau kamu bicara lagi kan pada ku. Kalau ada kata kan saja apa yang ada di dalam hati mu. Tumpah kan saja, agar kamu merasa bebas dan lega." kata Arjuna yang dari tadi hanya lah sebagai pendengar.


Arjuna menghampiri Rina, memegang kedua bahu Rina yang sudah terduduk. Arjuna mengangkat Rina. Membantu Rina berdiri tegak.


"Hei lihat aku, tatap mata ku. Kamu tidak buruk Rina, kamu tidak buruk. Kamu bahkan wanita yang sempurna. Siapa bilang pengganti tidak bisa jadi yang asli. Siapa bilang pengganti itu buruk. Kamu adalah yang terbaik tahu gak." kata Arjuna.


Arjuna memeluk tubuh Rina, Rina membiar kan tubuh nya berada dalam dekapan hangat suami nya. Ia menikmati pelukan yang memberi kan rasa nyaman di jiwa dan raga nya saat ini.

__ADS_1


"Jangan menyalah kan diri mu, dulu kamu kecewa dan sengsara. Sekarang aku tidak akan membuat kamu kecewa dan sengsara lagi. Aku akan selalu bersama mu, berjanji lah pada ku. Kamu akan menjadi istri ku yang terbaik. Karna aku mencintai mu." kata Arjuna.


Kata-kata itu membuat Rina kaget dan tak percaya. Ia melepas kan pelukan Arjuna dan menatap wajah Arjuna sangat dekat.


"Jangan permain kan hati ku kak Juna, aku tahu apa yang sebenar nya terjadi. Kak Juna masih cinta sama kak Indah. Kak Juna hanya menghormati ku saja sebagai istri sah nya kak Juna kan." kata Rina.


"Ternyata kamu mendengar apa yang aku bicara kan kemarin dengan Indah. Ya, aku memang bilang itu kemarin, sebelum aku sadar kalau aku mencintai kamu." kata Arjuna balas menatap Rina.


Tatapan yang sangat tajam sekali, sangat dalam dan menembus relung hati. Lelaki tampan itu terlihat sangat serius dengan kata-kata nya.


"Apa kamu masih ragu akan apa yang aku sampai kan Rina. Aku cinta pada mu, aku tidak sadar aku cinta sama kamu. Ntah kapan aku jatuh cinta pada mu, aku juga tidak tahu. Jangan tanya kan kapan aku jatuh cibta pada mu. Tapi aku akan bukti kan kalau aku cinta pada mu. Aku sadar, aku mencintai mu saat kamu bersama lelaki lain. Aku tidak suka kamu bersama lelaki lain. Aku cemburu dan marah saat melihat itu." kata Arjuna panjang lebar.


"Jangan kata kan kalau kamu tidak suka pada ku. Aku tidak ingin mendengar kan kata-kata itu. Aku tidak ingin kamu bilang kamu tidak cinta pada kamu. Tatap mata aku, dan aku akan bukti kan pada mu kalau aku beneran jatuh cinta pada." kata Arjuna.


Sekarang giliran Rina yang diam, ia tidak tahu mau berkata apa. Jujur sekali, ia juga punya rasa cinta pada Arjuna. Entah kapan rasa itu tumbuh. Namun, rasa itu tiba-tiba saja sudah ada dalam hati nya.


"Apa kah kamu juga cinta pada ku Rina. Aku sangat ingin tahu apa yang kamu rasa kan pada ku." kata Arjuna terus menatap Rina.

__ADS_1


"Ya, aku juga cinta sama kak Juna. Tanpa tahu kapan kah rasa itu ada di hati ku. Namun, rasa itu tiba-tiba saja ada. Dan rasa takut untuk kehilangan juga makin besar saat aku melihat kak Juna dekat dengan yang lain." kata Rina jujur.


"Aku harap, kita bisa memulai nya dari awal. Menata hati kembali, memupuk rasa yang kita punya. Kita mulai dari awal, dari sebagai seorang pacar. Walau pun sekarang kita sudah menikah kan. Gak salah nya kita mulai dari awal." kata Arjuna.


__ADS_2