Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R15


__ADS_3

Mama tidak mendengarkan apa yang papa katakan. Ia malah bangun dari duduknya di lantai dan mengejar Indah yang berjalan laju keluar dari rumah tadi.


Papa menatap sedih kearah Rina, ia sedih karna anaknya telah jadi korban. Masalah cinta orang tua, anak yang jadi sengsara dan tersisihkan. Papa tidak punya cara lagi, semuanya sudah papa lakukan agar mama bersikap adil. Namun tetap saja, mama tidak bisa adil pada kedua anaknya.


"Rina, maafkan papa sayang. Kamu tak seharusnya menangung penderitaan karna papa," kata papa menghampiri Rina.


"Tidak pa, papa tidak salah. Tidak ada yang harus disalahkan di sini. Ini sudah jadi takdir untuk hidup Rina," kata Rina sambil memeluk papa dengan erat.


"Kamu anak baik sayang, kamu tidak pantas menderita," kata papa.


"Rina gak menderita kok pa, Rina bahagia selama papa bahagia. Dan izinkan Rina yang menggantikan posisi kak Indah menikah dengan Arjuna," kata Rina.


Papa kaget dan melepaskan pelukannya. Ia tak menyangka jika anaknya akan mengatakan hal itu.

__ADS_1


"Tidak, papa tidak akan mengizinkan kamu menggantikan Indah untuk menikah dengan Arjuna yang sekarang sudah menjadi lumpuh. Biarkan saja dia yang menangung apa yang ia perbuatan selama ini," kata papa.


"Tidak papa, aku tidak akan membiarkan papa juga ikut menangung apa yang kak Indah lakukan," kata Rina.


"Sayang, kamu tidak boleh mengorbankan diri mu untuk hal yang tidak kamu sukai. Papa tahu kamu tidak suka sama Arjuna. Dan apa lagi sekarang Arjuna sudah cacat. Papa tidak rela, anak papa menikah dengan orang yang cacat," kata papa.


"Papa, aku tidak masalah mau orang itu cacat atau tidak. Yang penting, papa tidak dapat masalah besar hanya karna sebuah masalah kecil," kata Rina.


"Sayang, ini bukan masalah kecil. Kamu tahukan, papa tidak akan bisa melihat kamu yang menjadi korban atas apa yang Indah lakukan," kata papa.


Papa diam, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada Rina. Anaknya ini tidak dapat ia cegah lagi. Saat Rina sudah mempertimbangkan suatu masalah, maka ia akan membulatkan apa yang menjadi keingiannya itu.


***

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain, mama sedang mengejar anak kesayangannya yang keluar dari rumah. Ia tidak ingin Indah terluka gara-gara masalah yang baru saja terjadi.


"Indah tunggu nak, kamu tidak boleh marah sama mama. Mama tidak bermaksud bikin kamu sakit hati saat ini," kata mama.


Indah berhenti di taman, ia masih menangis. Ia tak percaya apa yang baru saja terjadi ini. Ternyata, ia bukan anak kandung papanya. Ia adalah anak tiri dari papanya.


Tidak, aku bukan anak haram. Aku bukan anak tiri papa, bukan. Katanya dalam hati dengan masih di barengi air mata yang jatuh.


"Sayang, maafkan mama. Mama tidak seharusnya merahasiakan semua ini dari kamu nak," kata mama.


"Mama jahat sama aku, katakan siapa papa kandung ku sebenarnya. Dan katakan pada ku, kalau aku bukan anak haramkan ma," kata Indah.


"Sayang, kamu anak mama dan papa. Kamu bukan anak haram sayang. Kamu anak kandung mama," kata mama.

__ADS_1


"Katakan siapa papa aku ma, ayo katakan. Mama jangan bohong lagi pada ku," kata Indah memaksa mama untuk bicara.


__ADS_2