
Rina akhir nya bisa menahan air mata nya tanpa harus membuang air mata dengan menagis kedalam kamar mandi. Ia sudah melupa kan apa yang baru saja terjadi.
"Rin, apa benar kamu nangis tadi saar aku dalam kamar mandi." kata Resti saat mereka hanya berdua di belakang.
"Tidak lah, mana ada aku nangis kamu yang benar saja. Kata-kata Budi kamu percaya, Budi kan paling suka bercanda." kata Rina tidak mengakui.
"Kamu selalu gitu Rin, selalu saja menyimpan masalah mu sendirian. Kamu punya teman untuk berbagi Rina. Meski pun, kami memang tidak bisa menghilang kan masalah mu. Tapi setidak nya kami bisa membantu meringan kan atau memberi kan kamu pendapat." kata Resti panjang lebar.
"Suatu saat nanti, aku pasti akan mencerita kan masalah ku. Kamu tidak usah cemas, aku baik-baik saja." kata Rina.
Rina adalah orang yang tidak mudah di goyah kan. Saat ia tidak ingin mengata kan, maka tidak akan ada yang bisa menggoyah kan apa yang menjadi keputusan nya itu.
Resti menyerah sama apa yang ingin ia tahu dari sahabat nya. Ia pun memutus kan untuk membahas masalah lain.
"Apa acara pernikahan kakak mu sudah ada persiapan sekarang Rina." kata Resti.
__ADS_1
"Belum ada persiapan apa pun Res, yang ada kakak ku malah berlibur." kata Rina tanpa menagat kan hal yang tidak ingin ia kata kan.
"Apa maksud mu, bukan nya pernikahan kakak mu hanya tinggal dua minggu saja lagi kan." kata Resti tak percaya.
"Apa yang aku kata kan tadi, aku tidak ingat sama apa yang aku kata kan." kata Rina saat mendengar apa yang Resti bilang.
"Kamu bilang kakak mu sedang berlibur sekarang. Kenapa harus berlibur, bukan nya pernikahaan nya tinggal dua minggu saja." kata Resti.
"Aku bilang kak Indah sedang bersiap-siap sekarang. Tidak ada yang bilang kak Indah sedang berlibur." kata Rina.
"Kamu salah dengar itu Resti, kakak ku sedang menyiap kan pernikahan nya lah sekarang." kata Rina.
"Mungkin iya aku yang salah dengar, mana ada orang mau nikah malah liburan kan." kata Resti.
"Kamu sih kurang liburan nya, jadi nya kan ingat liburan mulu deh." kata Rina.
__ADS_1
"Iya juga, aku memang kurang liburan. Bahkan langka sama yang nama nya liburan." kata Resti.
"Alah, bohong aja kamu Res. Setiap minggu kamu libur kan." kata Budi yang tiba-tiba saja ikut bicara.
"Ya elah ni orang main nonggol aja deh. Bikin kaget orang aja kamu Bud." kata Rina.
"Iya, kayak jelangkung aja deh kamu. Datang gak di undang, pulang nya aku tendang." kata Resti.
"Enak banget ya kamu, aku datang gak kamu undang. Tapi pas mau pulang kamu mau nendang aku." kata Budi.
"Ya itu nama hadiah buat yang datang tiba-tiba. Siapa suruh datang, kan gak ada yang ngundang juga." kata Resti.
"Terserah kalian aja deh, aku mau cabut dulu." kata Rina sambil mengambil tas nya.
"Oh iya lupa, aku juga mau cabut. Sampai jumpa lagi Resti sayang." kata Budi.
__ADS_1
"Woy, enak aja kamu ya. Siapa suruh kamu pulang, jam pulang kamu masih lama lagi." kata Resti pada Budi.