Cahaya Cinta Pengganti

Cahaya Cinta Pengganti
R29


__ADS_3

Ya memang waktu masuk nya Rina sampai jam 4 sore saja. Sedang kan yang lain masuk nya sampai malam. Rina masuk sampai sore, karna ia gak bisa kerja sampai malam. Apa lagi ia perempuan, dan ia juga kerja sesuka hati saja sebenar nya. Ia bukan kerja untuk mengharap kan gaji. Ia kerja hanya karna hobi nya berdagang saja.


Rina pun pulang, sedang kan Budi tidak di izin kan pulang oles Resti. Karna memang jam pulang nya belum sampai.


***


Rina mengayuh sepeda nya dengan perasaan kacau. Tinggal dua minggu lagi ia akan menikah dengan lelaki yang awal nya adalah calon kakak ipar nya.


Dalam lamunan nya itu, hampir saja ia tertabrak oleh sebuah mobil. Untung saja mobil itu tidak laju, jika tidak. Mungkin sudah tidak ada Rina lagi sekarang.


Tapi walau bagai mana pun, Rina tetap saja terjatuh karna kaget. Ia tidak tertabrak tapi malah menabrak mobil. Mobil itu duluan berhenti saat hampir saja mau menyentuh Rina. Namun Rina tidak mengerem sepeda nya.


"Aduh." kata Rina saat tubuh nya terhempas dengan sepeda-sepeda nya sekalian menimpa tubuh nya.


Supir yang ada dalam mobil itu pun keluar untuk melihat Rina.

__ADS_1


"Mbak gak papa?" kata supir itu ramah..


"Saya gak papa kok mas, hanya lecet sedikit saja." kata Rinq berusaha bangun.


Sopir itu membantu Rina bagun dengan cepat. Setelah mengangkat sepeda Rina yang menimpa gadis itu.


"Apa mbak yakin gak papa mbak?" katasopir itu bertanya sekali lagi.


"Iya mas, saya gak papa kok." kata Rina.


"Gak papa mas, gak usah kerumah sakit. Saya baik-baik aja kok, gak perlu repot-repot mas." kata Rina.


Sopir itu terlihat cemas pada keadaan Rina, apa lagi saat melihat darah yang mengalir dari siku bekat lecet karna tergores batu.


"Mbak, sebaik nya di obat dulu luka nya itu. Biar gak ada kuman dan gak infeksi jika nunggu sampai rumah." kata sopir.

__ADS_1


"Gak usah mas, gak perlu. Saya langsung pulang aja. Maaf kan saya sudah bikin kalian terhambat dalam perjalanan." kata Rina menyesal.


"Baik lah kalau mbak tidak mau kami bantu. Saya harus permisi dulu mbak, lain kali harap mbak hati-hati ya." kata sopir itu sambil beranjang pergi kemobil nya.


Rina masih saya memaksa kan diri terlihat kuat. Padahal, luka yang ada di siku dan telapak tangan nya semakin perih saja rasa nya.


Ia sengaja tidak ingin menyusah kan sopir itu. Hanya sopir itu yang turun, majikan nya mungkin sedang menunggu di dalam mobil.


Lagian, yang salah itu kan bukan mobil itu. Yang salah itu Rina yang tidak hati-hati, di jalan raya malah melamun. Dan malah menabrak mobil orang lain pula lagi.


Saat Rina berusaha bergerak, ia kembali meritih kesakitan. Semakin lama, luka itu rasa nya semakin perih saja. Semakin kering semakin sakit.


Sopir itu kembali keluar dari mobil dan menghampiri Rina yang masih ada di hadapan mobil mereka. Saat melihat sopir itu kembali. Rina terlihat kaget dan serba salah.


"Maaf mas, saya menghalangai mobil nya ya." kata Rina pada sopir itu.

__ADS_1


__ADS_2