
Berat rasa hati untuk meninggal kan cafe tempat Rina bekerja. Di cafe itu telah banyak cerita, pahit manis telah Rina lalui di sana.
Teman-teman Rina melihat Rina dari pintu cafe. Mereka juga terlihat sedih, tapi tidak bisa menahan langka Rina agar tidak pergi.
Resti tanpa sadar menitis kan air mata nya. Resti menagis tanpa suara, ia melambai kan tangan nya untuk mengiringi langkah kaki Rina.
Rina pun meninggal kan cafe itu dengan sepeda nya. Berat hati namun ia tetap mengayuh sepeda nya juga. Apa lagi yang bisa ia laku kan selain menuruti apa yang mama nya kata kan.
***
Sedang kan di sisi lain, Arjuna sedang berada di kamar nya. Dia sedang duduk di atas tempat tidur setelah pulang dari rumah sakit.
Selly masuk kekamar kakak nya, ia berjalan sambil membawa ponsel kesayangan milik nya.
__ADS_1
"Kak Juna, boleh masuk gak." kata Selly.
"Masuk aja lah, ngapain kamu haryus izin dulu mau masuk kamar kakak." kata Arjuna.
Arjuna sedang duduk, sambil memangku laptop di paha nya yang sedang berlunjur lurus.
"Kak Juna sedang apa sih kak, kok serius amat melihat kelaptop nya." kata Selly sambil mendekat dan menarik kursi yang ada tak jauh dari tempat tidur.
"Gak ada, hanya lihat laporan saja." kata Arjuna.
"Kakak lagi bosan aja Sel, gak ada yang bisa kakak laku kan. Kakak bosan dengan hidup kakak yang sekarang." kata Arjuna.
"Kalau bosan, lebih baik kakak lihat foto ini. Kakak pasti gak akan bosan lagi deh, Selly jamin kakak akan suka." kata Selly sambil senyum manis.
__ADS_1
Selly menyodor kan ponsel pada Arjuna, di layar ponsel itu tepampang jelas wajah manis Rina yang di ambil secara diam-diam oleh Selly kemarin malam.
Arjuna melihat wajah yang terasa tidak asing lagi bagi nya. Namun ia memikir kan wajah siapa kah yang ada di layar ponsel Selly ini.
"Ayo tebak, wajah siapa itu. Kayak nya sedang berfikir keras kamu kak." kata Selly.
"Apa ini Rina, gadis yang akan mami papi nikah kan sama kakak." kata Arjuna.
"Iya, tepat sekali. Cantik bukan, kalau kakak lihat orang nya langsung lebih cantik lagi lho kak." kata Selly penuh kagum.
"Alah, kamu bilang gitu sama kakak, kayak kakak gak kenal sama Rina aja. Dia kan adik.... " kata-kata Arjuna terhenti saat ingin menyebut nama Indah.
Arjuna terlihat sedih saat ia memikir kan Indah. Gadis yang telah ia lamar, dan akan segera ia nikahi. Namun, karna ia lumpuh dan tidak normal lagi. Gadis itu malah membatal kan pernikahan itu, malah dengan gampang nya mengganti kan dengan adik nya sendiri.
__ADS_1
Gadis yang tidak punya perasaan, kata nya cinta bisa di ganti dengan mudah nya. Tapi karna hal itu juga, Arjuna jadi tahu kalau cinta Indah pada nya tidak lah tulus. Karna, cinta Indah hanya memandang harta dan rupa.
Arjuna walau pun sedih, ia juga merasa bersyukur sama yang maha kuasa. Karna telah menunjuk kan wajah asli dari orang yang bernama Indah Kinandar. Untung nya Arjuna tahu sebelum mereka menikah.