
Rina pun masuk kedalam cafe Johan. Saat ia datang, semua sahabat nya menyambut Rina dengan perasaan gembira.
"Gila kamu ya, baru nonggol aja sekarang. Aku udah kangen berat sama kamu, kamu gak pakai datang-datang." kata Resti.
"Iya Rina, aku malahan sempat kerumah kamu. Tapi bibik yang kerja di rumah mu bilang, kamu malah gak ada di rumah." kata Budi.
Sahabat itu terlihat sangat bahagia saat Rina datang. Sedang kan di sisi lain, Arjuna baru saja pulang kerumah nya.
"Mi, Rina nya mana ya. Kok gak ada di rumah sih." kata Arjuna pada mami.
"Rina izin keluar, kata nya mau kecafe teman nya." kata mami sambil sibuk baca majalah.
"Kok gak bilang sama aku kalau mau kecafe." kata Arjuna kesal.
"Yah kamu nya gak ada di rumah, bagai mana istri mu mau bilang. Sedang kan kamu aja gak bilang sama dia kalau kamu mau keluar." kata mami.
"Ya udah deh, apa Rina bilang cafe mana dia mau pergi." kata Arjuna.
"Kata nya kecafe Johan's deh kalau mami gak salah dengar. Kamu bisa tanya kan alamat nya pada sopir mami. Karna Rina di antar sama pak Wahab tadi pergi nya." kata mami.
Arjuna pun meninggal kan mami sendiri. Ia mencarai pak Wahab sopir mami. Ia ingin tahu di mana Rina sekarang.
Pak Wahab pun mengata kan alamat lengkap di mana cafe yang Rina tuju. Setelah tahu alamat lengkap cafe yang Rina kunjungi. Arjuna mengajak mas Rajo segera kesana.
"Tuan muda, bukan nya jalan ini yang selalu nyonya muda lewati saat nyonya mudah dan tuan muda belum nikah kan." kata Rajo.
Arjuna terlihat mengingat apa yang terjadi sebelum ia menikah sama Rina. Jalan itu sudah berkali-kali ia lalu. Ia ingat bagai mana Rina menangis di salah satu kursi yang ada di jalan itu.
"Mungkin cafe nya gak jauh dari jalan ini mas." kata Arjuna.
Benar saja, tak jauh dari jalan itu ada sebuah cafe yang lumayan megah. Dan bertulis kan nama Johan's sebesar-besar mungkin.
__ADS_1
Mobil Arjuna memasuki tempat parkira yang telah di sedia kan untuk pengunjung cafe. Di dalam cafe bisa di lihat dari luar. Karna cafe mengguna kan kaca tembus pandang.
Arjuna melihat Rina tertawa bahagia bersama seorang wanita dan seorang laki-laki yang mengguna kan seragam yang sama. Kemudian datang seorang laki-laki yang juga ikut senang saat melihat Rina.
Lelaki itu tiba-tiba saja memeluk Rina saat melihat Rina duduk. Lelaki itu tak lain adalah Johan. Ia bahagia saat melihat sahabat nya datang berkunjung setelah lama menghilang.
Arjuna merasa kan ada yang salah dengan hati nya. Hati nya sangat tidak rela ketika Rina di peluk oleh lelaki lain. Rasa nya ia ingin sekali marah dan memukul wajah orang yang telah memeluk Rina.
Kalau ia turun kan rasa hati nya. Ia ingin sekali mendorong lelaki yang berani sekali memeluk istri nya. Ingin Arjuna kata kan pada semua yang ada di sana kalau Rina itu adalah milik nya. Dan tidak boleh di sentuh oleh siapa pun. Namun hal itu tidak ia laku kan, Arjuna malah memutus kan untuk masuk kedalam mobil kembali dan mengajak mas Rajo pulang kerumah saja.
Mas Rajo tidak bertanya kenapa tuan muda nya malah menilih langsung meninggal kan cafe dan tidak jadi masuk kedalam. Karna satu hal yang mas Rajo tahu adalah, tuan muda nya sedang sangat kesal sekarang.
Sedang kan di cafe, Rina bercanda riang bersama sahabat-sahabat nya.
"Kalian berdua itu tumben tidak bertengkar lagi sekarang." kata Rina pada Resti dan Budi.
"Kamu gak tahu ya Rin, kalau kedua makhluk ini itu sekarang sedang pacaran. Mana mereka bertengkar lagi." kata Johan.
"Apa?"
Budi dan Resti hanya senyum-senyum saja.
Itu menunjuk kan apa yang Johan kata kan adalah benar ada nya.
"Alah, kak Johan malah ngomongin orang. Kamu gak tahu aja Rin, sekarang ia sudah tungan lho." kata Resti.
"Apa?"
"Yang benar saja. Kenapa sejak aku pergi, semua nya jadi berubah sangat jauh sih." kata Rina.
"Iya, aku memang udah tunangan sekarang." kata Johan membenar kan.
__ADS_1
"Gila ya, gak ngundang aku sama sekali kamu nya." kata Rina masih kaget.
"Aku udah kasih tahu lewat chat, cuma gak kamu baca. Aku gak tahu lagi mau hubungi kmau lewat apa." kata Johan.
"Sadir banget ya kalian sejak aku gak ada. Semua nya berubah jauh dari yang aku bayang kan." kata Rina.
"Yah, mau gimana lagi Rina. Aku tahu Indah sudah menikah sama keluarga Respatih. Gak mungkin juga aku tunggu kan." kata Johan.
"Kak Indah?" kata Rina.
"Iya, meskin pun pernikahan itu di adakan secara tertutup. Tapi tidak sedikit juga tahu kan kalau kakak mu telah menikah dengan Arjuna Respatih itu." kata Johan.
Jadi, orang-orang tahu nya kak Indah yang menikah dengan Arjuna, bukan aku. Apa arti nya aku ada di samping Arjuna kalau orang-orang tahu nya kak Indah yang menikah dengan Arjuna. Kata Rina dalam hati.
Rina sangat sedih saat tahu apa yang sebenar nya terjadi. Dia yang menikah dengan Arjuna tapi kakak nya yang di ketahui orang. Benar-benar jadi pengganti diri nya.
****
Rina sampai di rumah nya, setelah ngobrol dengan teman-teman di cafe. Rina langsung memutus kan untuk pulang. Ia pun langsung naik keatas menuju kamar tidur nya.
Ia pun duduk di kamar nya, tidak ada siapa-siapa di sana. Arjuna juga tidak ada, di kamar itu hanya ia sendiri yang ada. Ia duduk di depan kursi meja rias. Ia menatap wajah nya di cermin.
Aku rasa wajah ku tidak terlalu buruk
Kenapa semua orang tidak punya cinta untuk ku. Johan sekarang saja sudah punya tunangan. Aku di sini hanya sebagai pengganti yang tidak ada orang tahu siapa aku sebenar nya. Kata Rina dalam hati.
Ia menunduk kan wajah nya, mencurah kan isi hati nya sambil menyandar kan kepala nya di atas meja rias dengan beralas kan lengan nya.
Tanpa ia sadari, suara tangisan nya itu terdengar jika ada orang di kamar itu. Ia menangis, Arjuna ada di dalam kamar rupa nya. Hanya saja, Arjuna sedang ada di dalam kamar mandi.
"Kenapa aku harus menangis, sakit hati itu sudah biasa. Sakit hati dan kecewa itu kan makanan ku. Semua nya sama saja, tidak punya hati." kata Rina bicara sendiri dalam tangisan nya itu.
__ADS_1
"Siapa yang kamu bilang sama saja." suara Arjuna yang tiba-tiba itu sangat membuat Rina kaget.